Selasa, 9 Februari 2010 – 14:30 wib
JAKARTA – Wacana perombakan (reshuffle) kabinet belum tergambar jelas. Pengamat politik Sukardi Rinakit menilai isu reshuffle yang dihembuskan partai Demokrat hanya sekadar gertak sambal untuk menjaga arah jalan partai koalisi di parlemen.
“Reposisi itu hanya statement politik. Tidak mungkin Demokrat berani memutus koalisi karena akan berakibat riskan,” kata Sukardi di sela Deklarasi Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia di gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2010).
Menurutnya, urusan parlemen sebenarnya tidak menjadi patokan untuk merombak Kabinet Indonesia Bersatu II. Bila kinerja para menteri dinilai presiden kurang baik, maka presiden kata Sukardi akan meminta kabinetnya bekerja ekstra keras. “Juga untuk menjaga pencitraan yang baik,” sambungnya.
Soal panitia khusus angket Century, Direktur Eksekutif ‘Sugeng Saryadi Syndicate’ ini menilai hasil akhir yang akan digulirkan awal Maret mendatang hanya sebatas keputusan politik semata. “Problemnya adalah bagaimana dengan masalah (temuan dugaan) unsur pidana,” ujarnya.








