
Politikus senior Permadi mengatakan, pencabutan jabatan ketua KPK untuk Antasari Azhar seharusnya dikoreksi, seperti halnya pencabutan Bibit dan Chandra.
“Saya sudah mengatakan sebenarnya bukan hanya Bibit Chadra, Antasari pun harusnya tidak di pengadilan. Ini sudah jelas rekayasa. Polri sudah mengganti orang-orang yang terlibat, mengapa pencabutan Bibit Chandra yang sudah dikoreksi tidak berlaku kepada Antasari, jadi ada diskriminasi,” kata Permadi saat menghadiri acara Panggung Seni Antikorupsi di kantor KPK Jakarta, Sabtu (28/11).
Permadi yang seperti biasanya tampil dengan pakaian serba hitam itu menghadiri acara Panggung Seni Antikorupsi yang digelar di depan gedung KPK sebagai bentuk perlawanan terhadap korupsi melalui kesenian dan kebudayaan.




