
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) Jajaran Panglima Kodam Iskandar Muda, 111, 113 dan 114 dibawah komando Korem 011 Lila Wangsa menggelar simulasi penangkapan separatis bersenjata dan teroris di Lapangan Jenderal Sudirman Lhokseumawe Propinsi Aceh, Senin. (29/3). Penguatan basic dan kemampuan TNI AD sebagai kesiapan TNI mematahkan ancaman aksi separatis bersenjata dan menumpas teroris di Aceh. (Foto: ANTARA/Rahmad/NZ/10)
29 Maret 2010, Jakarta — Militer dan polisi mustahil bergabung untuk menangani operasi antiteror secara bersamaan. Pasalnya, operasi terorisme di Indonesia dilakukan bersifat sel dan bisa terjadi bersamaan di beberapa tempat di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Dosen FISIP UI Andi Widjajanto dalam diskusi bertajuk Kerjasama Polisi dan Militer dalam Operasi Antiterorisme di Jakarta, Senin (29/3).
“Saya pernah bertanya apakah bisa terjadi kerjasama operasi antara militer dan polisi? Mereka menyatakan pada saya agar jangan naif,” kata Andi.
Ia beralasan bahwa paradigma antara polisi dan militer sekaligus kapasitas kedua institusi yang berbeda. Dalam perspektif militer, terorisme merupakan ancaman yang harus dihabisi tanpa melihat akar permasalahan. Sebaliknya, perspektif polisi sebagai penegak hukum akan melihat bahwa terorisme merupakan tindakan melawan hukum yang harus ditelisik jejaknya serta dilucuti kemampuannya. Pemerintah bisa menggunakan kedua kapasitas ini untuk menangani hal yang berbeda, tidak bisa digabungkan dalam satu operasi.
“Jadi, pemerintah itu memecah kekuatan jika situasinya semakin memburuk. Misalnya, polisi menangani dua hal di sini, gultor (penanggulangan teror) menangani 3 kelompok di sana. Tidak bisa digabungkan dalam satu operasi,” jelasnya.
Sejumlah personil TNI-AD Jajaran Panglima Kodam Iskandar Muda, 113 dibawah komando Korem 011 Lila Wangsa mengikuti latihan Pertempuran Jarak Dekat (PJD) di Lapangan Jenderal Sudirman Lhokseumawe Propinsi Aceh. Senin. (29/3). (Foto: ANTARA/Rahmad/NZ/10)
Pengamat militer UI Edy Prasetyono mengungkapkan bahwa untuk mendukung operasi kedua institusi diperlukan aturan baku perbantuan. Kedua institusi selama ini hanya mengandalkan hasil praktek lapangan yang tidak mengontrol peminjaman sumber daya antar institusi.
Padahal, aset yang dipinjamkan bisa saja sensitif sehingga perlu pihak yang bisa bertanggung jawab atas itu. “Regulasi bisa hanya di tingkat kepmen, tak perlu sampai UU. Yang sekarang berjalan diantara kedua institusi adalah karena ada praktek, tapi tidak ada sistem yang mapan. Bahayanya kalau tidak ada itu, kalau ada material sensitif siapa yang mau bertanggungjawab,” ujarnya.
Mantan menhan Juwono Sudarsono memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, semakin sedikit perundang-undangan, semakin baik. Apalagi, ada kesepakatan antara TNI-Polri terkait pelibatan TNI dalam penanganan terorisme di tingkat lapangan.
“Yang penting kemampuan efektifnya. Kalau di lapangan kan sudah ada kesepakatan. Terlalu banyak UU yang terjadi malah hukum rimba karena ada yang harus disinergikan satu sama lain. Sementara itu di lapangan, mereka tidak begitu peduli tentang payung hukum,” tandasnya.
MEDIA INDONESIA
March 30, 2010 | Posted in
Terorisme |
Read More »
Kamis, 11/03/2010 17:46 WIB
Jakarta – Dulmatin, Ridwan, dan Hasan Nour terpaksa ditembak mati satuan Densus 88 karena dianggap melawan. Aksi ini pun dikecam oleh Abu Jibril.
“Saya tidak sepakat dengan aksi yang dilakukan oleh Densus. Indonesia ini punya UU sendiri, dan Densus itu melanggar UU,” ujar Abu Jibril di kediamannya, Jl [...]
March 11, 2010 | Posted in
Ragam,
Terorisme |
Read More »

Rabu, 10 Maret 2010 | 07:52 WIB
JAKARTA, — Polri telah memiliki sidik jari buronan kasus pidana terorisme, Dulmatin, menyusul tewasnya tiga tersangka terorisme di Pamulang, Banten, kemarin.
”Polri sudah ada sidik jarinya dan tinggal mencocokkan saja,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Edward Aritonang di Jakarta, Rabu (10/3/2010). ”Jadi, uji [...]
March 10, 2010 | Posted in
Ragam,
Terorisme |
Read More »

maps.google.com
JAKARTA–MI: Warga Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa (9/3), dikejutkan dengan suara tembakan yang berasal dari sebuah ruko Multiplus Business Center di Jl Prabu Siliwangi sekitar 11.15 WIB.
Menurut seorang saksi mata, kejadian yang berlangsung selama 15 menit itu bertempat di lantai dua ruko Multiplus. Baku tembak terjadi antara Densus 88 dan beberapa orang yang diduga teroris. [...]
March 9, 2010 | Posted in
Terorisme |
Read More »
Minggu, 7 Maret 2010 – 07:56 wib
JAKARTA – Pengamat masalah terorisme Al Chaidar meyakini, aktivitas terorisme di Aceh dilakukan oleh kelompok Jamaah Islamiyah. Aktivitas itu merupakan bagian dari persiapan mereka untuk menyerang kota-kota besar Indonesia, termasuk Jakarta.
“Mereka memang menargetkan Bali, Aceh dan Jakarta,ujarnya, Sabtu (6/3/2010).
Menurut dia, anggota terorisme di Aceh [...]
March 7, 2010 | Posted in
Ragam,
Terorisme |
Read More »
Sabtu, 6 Maret 2010 | 19:32 WIB
ACEH BESAR, — Salah seorang ulama di Aceh Besar, Tgk M Luthfi, menyatakan, tidak ada dayah atau pondok pesantren di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang terkait dengan jaringan terorisme.
”Tidak ada teroris di dayah di Aceh. Islam tidak membenarkan kekacauan dan kekerasan,” ujarnya di sela-sela pembukaan [...]
March 6, 2010 | Posted in
Ragam,
Terorisme |
Read More »
Jumat, 26 Februari 2010 | 15:51 WIB
JAKARTA, — Pemberitaan di beberapa media mengenai penangkapan lima orang yang diduga teroris di daerah Rawa Sengon, Tanah Merah, Jakarta Utara, kini terjawab. Ternyata penangkapan itu terkait kasus penipuan, bukan terorisme.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, penangkapan lima tersangka [...]
February 26, 2010 | Posted in
Ragam,
Terorisme |
Read More »
Rabu, 24 Februari 2010 | 11:42 WIB
JAKARTA, — Al Khelaiw Ali Abdullah alias Ali, tersangka teroris yang diduga terlibat dalam peledakan dua hotel di Mega Kuningan, yaitu JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2010). Ia akan mendengar [...]
February 24, 2010 | Posted in
Ragam,
Terorisme |
Read More »
Minggu, 14 Februari 2010 – 16:03 wib
LONDON – Pihak intelijen Amerika (AS) mendeteksi adanya diskusi terkait terorisme di sebuah situs jihad. Dalam situs yang diduga milik Al Qaeda itu terdapat pembicaraan hangat rencana aksi terorisme di bandara beberapa negara dunia.
Dilansir melalui CBS News, Minggu (14/2/2010), pihak intelijen AS mengatakan bahwa anggota dalam situs tersebut [...]
February 14, 2010 | Posted in
Ragam,
Tekno,
Terorisme |
Read More »

Ketika pria asal Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab, berada di pengadilan distrik Michigan, Amerika Serikat, pekan lalu, ia tampak tenang dan tak menyesali perbuatannya. Bahkan, ia mengungkapkan masih ada 20 kandidat pelaku serangan bunuh diri yang sedang antre untuk melakukan aksinya kapan saja.
Apa yang diungkapkan Abdulmutallab menunjukkan bahwa Al Qaeda tidak hanya masih eksis, tetapi [...]
January 17, 2010 | Posted in
International,
Terorisme |
Read More »