Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, mengkritisi para pejabat negara yang kerap menyatakan lupa atas kebijakan yang diambilnya. Terutama, jika kebijakan tersebut mendatangkan masalah di kemudian hari. Ray menyebutnya sebagai virus “amnesia” massal yang melanda pejabat negara.
Dia berkaca pada pemeriksaan kasus Bank Century yang dilakukan Pansus Angket Kasus Bank Century terhadap para pejabat Bank Indonesia.
“Coba saja simak jawaban lupa, tidak tahu, atau tidak ingat dari pejabat-pejabat BI. Sepertinya terjadi amnesia massal yang menyerang para pejabat negara kita,” kata Ray Rangkuti pada diskusi “Menanti Kinerja Pansus Century” di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (8/1/2010).
Dia melanjutkan, “Presiden juga kan. Kalau ingat, Presiden tidak tahu menterinya menganggarkan Rp 126 miliar untuk membeli mobil dinas.”
Menurut Ray, jawaban ampuh para pejabat negara ini tak bisa diteruskan. Sebab, jawaban-jawaban tersebut justru menunjukkan adanya fenomena melepas tanggung jawab atas kebijakan yang diambilnya.
“Bagaimana pertanggunghawabannya kalau para perjabat negara dengan apa yang mereka lakukan. Jangan sampai, habis bilang lupa, selesai begitu saja,” kata Ray.








