Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Kapolri: Dugaaan Rekayasa Buktikan di Pengadilan

Posted by antasari on Feb 23rd, 2010
Visited 85 times, 2 so far today and filed under Fenomena. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

>

2010-02-23 20:02:07 – Jakarta -
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri akhirnya angkat bicara soal dugaan rekayasa kasus Susandi Sukatma alias Aan. Kapolri meminta agar tudingan adanya rekayasa kasus ini dibuktikan di persidangan.

“Nanti diuji di peradilan, nanti akan terlihat kalau ada rekayasa dibuktikan di persidangan,” ujar Kapolri seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR Senayan, Selasa (23/2/2010).

Menurut Kapolri, penanganan kasus Aan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Kapolri juga enggan berandai-andai apabila fakta hukum dipersidangan terbukti sebalikya.

“Kapolda Metro sudah memberikan penjelasan bahwa proses hukum sudah dilakukan dengan benar, seperti halnya kasus pemulung. Nanti semua akan terbuka,” jelasnya.

Kapolri memastikan jika kasus ini sudah dilakukan secara transparan dan bisa dipertanggung jawabkan.

“Tidak boleh berandai-adai tapi yang jelas Kapolda menjelaskan proses sudah dilakukan secara transparan dan bisa dipertangungjawabkan secara yuridis formal,” tandasnya.

Kasus ini berawal saat Aan diminta menjadi saksi untuk kasus kepemilikan senjata api milik mantan Bos PT Maritim Jaya, DT. Namun karena menolak, Aan lantas ditetapkan menjadi tersangka kasus kepemilikan narkoba.

Propam Mabes Polri memastikan terjadi rekayasa dalam kasus Aan. 3 Oknum penyidik Polda Maluku yang memeriksa Aan sudah dilaporkan ke Propam yakni Direskrim Polda Maluku Kombes Pol Jhon Siahaan, Ipda Jhoni dan Brigadir Obed.
 
Kadiv Propam Irjen Pol Oegroseno menekankan 3 penyidik Polda Maluku saat memeriksa Aan di Gedung Artha Graha pada 14 Desember 2009 lalu, dengan sengaja mencari-cari kesalahan Aan, salah satunya dengan menaruh narkoba.

(did/mok)

Fakta & Peristiwa terkait:

Leave a Reply

Advertisement

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner