Jum’at, 5 Maret 2010 – 18:43 wib
JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung rusuh di Makassar diduga dipicu aksi anarkis dari oknum polisi. Atas hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri meminta maaf kepada teman-teman HMI.
Ini diungkapkan Kapolri seusai rapat kabinet terbatas di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
“Kalau ada anggota Polri yang terbukti melanggar hukum, tentu akan kita tindak tegas dan saya meminta maaf kepada temen-teman HMI kalau ada anggota kami yang melakukan tindakan di luar konteks,” kata pria yang kerap dipanggil BHD ini.
Sebenaranya, lanjut BHD, kasus kerusuhan di Makassar sudah selesai dan tidak perlu ada kericuhan kembali.
“Tadi pagi teman-teman dari HMI sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, masyarakat, dan polri sehingga masalah dapat diselesaikan. Tadi pagi juga temen-temen pengurus kolektif HMI sudah berokoordinasi dengan Mabes Polri, dan kami sangat berterima kasih kepada pengurus HMI yang telah membantu,” tandasnya.
“Sama sekali tidak ada upaya dari Kepolisian untuk memanfaatkan masyarakat agar memusuhi mahasiswa, khususnya HMI. Dan ini sudah tidak ada masalah lagi, itu kebetulan terjadi di lapangan ada miss koordinasidi, sehingga terjadi seperti di Makassar. Tetapi semua sudah bisa diselesaikan,” lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, BHD menilai apa yang dilakukan oleh Kapolda Sulselbar Irjen Pol Adang Rochjana sudah benar.
“Kita meminta agar teman-teman HMI memberikan support untuk mengawal kepolisian di semua wilayah. Kami mengimbau kepada masyarakat supaya tidak terpancing, dan jangan juga ada pihak-pihak yang dimanfaatkan karena kemarin sudah diselesaikan antara temen-teman HMI, masyarakat, polisi sudah duduk bersama,” tegasnya.








