Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Media Online Bangkrutkan Media Surat Kabar dan Majalah Konvensional

Posted by antasari on Mar 2nd, 2010
Visited 125 times, 1 so far today and filed under Ekonomi. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

>

Keberadaan media online telah menggeser popularitas media cetak di Amerika Serikat, hal tersebut terlihat dalam hasil sebuah jajak pendapat. Media online merupakan bentuk media paling poluler, di bawah stasiun televisi lokal dan nasional, demikian disebutkan oleh Pew Research Center.

Semakin banyaknya media online membuat oplah media offline terus merosot

Semakin banyaknya media online membuat oplah media offline terus merosot

“Orang-orang ingin terus mendapatkan informasi dan berita terkini, kapanpun dan dimanapun.” Media cetak di AS dan Inggris mengalami kesulitan keuangan, hal itu membuat banyak media cetak mempertimbangkan upaya untuk beralih menjadi media online.

Hasil jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa situs pengumpul berita, seperti Google News dan AOL merupakan situs yang paling sering dipergunakan, bersanding dengan situs CNN dan BBC. 61% pembaca berita yang menjadi responden mengatakan bahwa mereka mendapatkan berita dari media online pada hari tertentu. Dibandingkan dengan 78% dari stasiun televisi lokal dan 71% dari stasiun televisi nasional, seperti NBC atau saluran televisi kabel seperti CNN atau Fox News.

Lima puluh empat persen responden mengatakan bahwa mereka mendengarkan program berita radio ketika berada di rumah atau mobil. Lebih dari 90% responden menggunakan lebih dari satu metode untuk mendapatkan berita, 57% responden mengandalkan dua hingga lima situs media untuk mendapatkan informasi.

“Warga Amerika mencari berita di dunia nyata maupun dunia maya, namun ada batasannya,” kata Amy Mitchell, deputi direktur Project of Excellence in Journalism di Pew Research Center. “Umumnya mereka tidak punya satu situs tertentu yang difavoritkan, namun mereka tidak mencari berita tanpa tujuan. Sebagian besar konsumen berita online umumnya tidak memanfaatkan terlalu banyak situs.”

Pembaca setia surat kabar – entah surat kabar lokal atau nasional seperti New York Times – menurun menjadi 50%, demikian ditunjukkan oleh hasil jajak pendapat tersebut. Banyak surat kabar yang dilanda masa-masa sulit karena pemasukan iklan semakin melemah dan ada banyak pembaca yang mengalihkan perhatian pada media internet.

The Seattle Post-Intelligencer merupakan contoh media cetak yang tutup tahun lalu, sementara Chicago Tribune dan San Francisco Chronicle melakukan perampingan karyawan besar-besaran. Pada tahun 2009, Daily Mail dan General Trust memberhentikan 1.000 orang karyawan di media sayap regionalnya, Northcliffe Media, yang telah menerbitkan lebih dari 100 surat kabar di Inggris dan Wales.

Taipan media, Rupert Murdoch, yang merupakan ketua dan kepala eksekutif News Corp, juga menutup London Paper dan mengumumkan bahwa grup surat kabarnya akan memasang tarif untuk pemberitaan online. Kelompok tersebut tercatat sebagai pemilik the Sun, the Times, Wall Street Journal, New York Post serta Fox dan Sky,Washington Post.

Murdoch menuding perusahaan-perusahaan seperti Google telah mengambil keuntungan dari jurnalisme karena memperoleh pemasukan iklan hanya dengan memasang link yang menghubungkan para pembaca dengan artikel berita.
New York Times juga akan memasang tarif akses situs beritanya pada tahun 2011 mendatang. (Sumber: Suara Media)

Fakta & Peristiwa terkait:

Leave a Reply

Advertisement

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner