Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Mencegah Anarkisme Massa Dengan Anarkisme Polisi

Posted by on Dec 4th, 2009
Visited 581 times, 1 so far today and filed under Fenomena, X. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

>

Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Abdul Ghofur Jumat (4/12), menyatakan bahwa penembakan oleh 30 personel Brimob terhadap 300 warga Desa Rengas, Payaraman, Ogan Ilir, bertujuan untuk mencegah terjadinya anarkisme massa .

Penembakan tersebut juga dianggap sudah sesuai prosedur, dengan melihat fakta bahwa mayoritas membawa senjata tajam, menyekap dua karyawan, sekaligus tidak menggubris tiga kali tembakan peringatan.

Insiden terjadi setelah sekitar 300 dari 700 warga desa menyandera dua karyawan PG Cinta Manis. “Selain itu, mayoritas warga datang membawa berbagai senjata tajam,” kata Abdul Ghofur.

Saat dikonfirmasi, warga membenarkan terjadi penyanderaan. Namun demikian, Hasani mengatakan bahwa mereka hanya dikepung di tengah-tengah warga dan sama sekali tidak disakiti. Ketika penyanderaan berlangsung sekitar pukul 14.30 itulah, polisi memberondong warga dengan peluru karet.

Abdul Ghofuf menambahkan, polisi sebenarnya mengarahkan tembakan ke bagian kaki. Namun karena banyak warga yang jongkok dan tiarap, akhirnya terjadi luka tembak di perut dan dada.

Fakta & Peristiwa terkait:

Leave a Reply

Advertisement

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner