Masyarakat yang akan mengikuti aksi memperingati Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember diminta waspada. Menko Polhukam Djoko Suyanto mengingatkan, dalam aksi demonstrasi yang besar terdapat benyak kepentingan yang bisa menyusup dan melenceng dari substansi pemberantasan korupsi.
“Ini hanya mengingatkan, biasanya dalam aksi itu elemennya cukup luas. Masing-masing punya pola penyampaian yang berbeda. Jangan sampai terjadi karena kalau sampai ada pola-pola lain, substansinya nanti berbeda,” ujarnya kepada wartawan seusai memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Senin (7/12).
Djoko mengimbau kepada masyarakat yang hendak turut serta dalam aksi tersebut agar menjaga komitmennya dalam aksi agar hanya fokus pada semangat antikorupsi. Dengan demikian, hal-hal yang dikhawatirkan bisa terjadi dapat terhindarkan. “Tinggal bagaimana kita menyelenggarakan kegiatan itu dengan baik. Sesuai dengan subtansi yang ada,” ujarnya.
Selain membahas persiapan jelang 9 Desember, kata Djoko, rapat koordinasi tersebut juga secara khusus membahas program kerja 100 hari kabinet dan persiapan pilkada yang akan dilaksanakan pada 2010. Selain menteri di jajaran politik, hukum, dan keamanan, rapat juga dihadiri oleh Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung. “Jadi, tidak hanya membahas aksi besok, tapi juga membahas program lain yang lebih penting,” pungkasnya.








