Sabtu, 6 Februari 2010 – 10:19 wib
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan berani mereshuffle kabinetnya, setidaknya untuk saat ini. Pasalnya, jika SBY kehilangan menteri dari partai politik, akan berdampak buruk bagi pemerintahannya 5 tahun ke depan.
“SBY itu sudah dikenal selalu menginginkan cara aman. Jadi saya berpikir dia tidak akan berani merombak kabinetnya,” tandas pengamat politik Yudi Latief saat berbincang , Sabtu (6/2/2010).
Yudi menjelaskan, sejak dulu karakter SBY sudah terlihat yaitu lebih suka mencari jalan aman. Dengan perombakan ini, berarti kekuatan di eksekutif terlebih lagi di legislatif akan terancam. Saat ini saja, Demokrat sudah cukup terkepung.
Karena itu, Yudi menilai wacana reshuffle yang digulirkan Partai Demokrat hanya gertak sambel untuk menakut-nakuti mitra koalisinya di parlemen.
Wacana reshuffle tidak lepas dari sikap vokal anggota Pansus Bank Century, terutama dari PKS dan Partai Golkar.
“Ini hanya gertak saja, tidak akan terjadi. Ini bukan karakter SBY,” tegasnya.
Kalau pun terjadi perombakan, lanjut Yudi, maka SBY tetap tidak akan melepaskan jatah partai. Bisa saja, posisi menteri itu diganti orang lain yang juga dari partai yang sama. Namun hal ini tetap mengandung risiko.
“Kalau pun dirombak, SBY tidak akan mengurangi jatah menteri dari kalangan partai politik. Dia tetap akan memilih orang partai untuk mengamankan pemerintahannya,” jelas Yudi.








