Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Puluhan Tahun Berani Memegang Kepala Presiden ke-4 RI

Posted by antasari on Jan 4th, 2010
Visited 597 times, 2 so far today and filed under Fenomena. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

>

Tukang Cukur Dahului Wafatnya Gus DurBerbekal informasi dari teman, Persda Network berusaha mencari tahu siapa yang selama puluhan tahun berani memegang kepala Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid. Ternyata, Yusuf Sobari-lah orangnya. Dia adalah tukang cukur yang memiliki tempat cukur Barber Shop International di lantai IV Blok II Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Ketika kami baru saja membuka pintu Barber Shop International, seorang ibu yang biasa dipanggil para pedagang sekitar dengan Ibu Tuti (52) langsung menyambut. “Mau potong rambut, Mas. Apa sekalian dikeramas,” tanya Tuti kepada Persda Network, Jakarta, Sabtu (2/1/2010).

Tuti membenarkan jika pria yang akrab dipanggil Gus Dur itu adalah pelanggan tetap di Barber Shop International sejak 1990. Hampir satu hingga dua bulan sekali Gus Dur mencukur rambutnya di tempat itu. “Ya, memang dulu Pak Gus Dur sering ke sini,” ujarnya.

Tempat cukur itu tidak terlalu besar. Hanya 3 x 10 meter. Di dalamnya terdapat lima kursi empuk berwarna hitam berjejer rapi di depan cermin yang menempel di dinding. Gunting elektrik, gunting cukur manual, silet, dan peralatan barber shop lainnya juga tertata rapi di meja.
Namun, saat kami berusaha tanya lebih dalam soal cerita Gus Dur yang cukur di tempatnya, Tuti menolak. Pasalnya, tukang cukur langganan Gus Dur yang bernama Yusuf Sobari telah meninggal dunia pada Juli 2009 karena kecelakaan kendaraan.

Kami terkejut karena ternyata tukang cukur andalan Gus Dur yang hendak kami wawancarai sudah lebih dulu wafat dibanding Gus Dur. “Ya benar. Pak Yusuf sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

Kami tanyakan dengan tegas, “Apa benar, Bu?”
“Benar,” katanya.

Leave a Reply

Advertisement

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner