Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Putra Osama Pikir Ayahnya Puas Buat Kacau AS

Posted by antasari on Jan 21st, 2010
Visited 292 times, 1 so far today and filed under International, Ragam. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

>
Kamis, 21 Januari 2010 – 23:10 wib
WASHINGTON – Omar Bin Laden, putra pimpinan jaringan teroris internasional Al Qaeda Osama Bin Laden, buka suara tentang tujuan ayahnya yang dinilai telah tercapai dengan sempurna.

Omar percaya jika Osama Bin Laden sudah memenuhi cita-citanya untuk membuat kekacauan bagi Amerika Serikat. Omar juga menceritakan rasa gembira ayahnya saat George W Bush terpilih sebagai Presiden AS pada tahun 2000.

Ayahnya memprediksi jika Bush merupakan sosok presiden yang dibutuhkan AS saat itu. Yakni sosok presiden yang mau mengeluarkan dana besar untuk perang dan memecah belah rakyat Amerika sendiri.

Dalam wawancaranya bersama majalah musik ternama Rolling Stone, Omar Bin Laden berpendapat, jika langkah Presiden AS Barack Obama untuk menambah pasukannya di Afghanistan, merupakan strategi yang salah.

“Strateginya (Obama) seperti menambah air ke tumpukan pasir, hanya membuat pasir itu lebih berat,” komentar Omar Bin Laden seperti dikutip Rolling Stone, Kamis (21/1/2010).

“Jika saya menjadi Obama, langkah pertama yang saya lakukan adalah ajukan gencatan senjata. Afghanistan tidak dapat dimenangkan oleh Amerika, tidak ada kaitannya pula dengan ayah saya (Osama bin Laden). Hanya rakyat Afghanistan yang bisa mengambil keputusannya sendiri,” lanjut Omar Bin Laden.

Meski tidak sedikit jumlah uang yang telah dikeluarkan untuk memburu Bin Laden di perbatasan Afghanistan dan Pakistan, Omar justru menilai, AS beruntung jika pasukan Negeri Paman Sam tidak berhasil membunuh ayahnya.

“Akan lebih buruk jika dia (Osama) meninggal. Dunia akan penuh dengan kekerasan berlebihan, seperti bencana buatan,” ucap Omar Bin Laden. Hal ini disebabkan ayahnya mampu menahan ide-ide gila lain atas serangan teroris yang diajukan oleh pengikutnya.

“Ayah saya memiliki tujuan yang didasarkan agama. Dia hanya berjalan pada ajaran jihad. Ia hanya mau membunuh jika memang diperlukan.” lanjutnya.

Meski dirinya sudah tidak bertemu dengan ayahnya selama hampir satu dekade, pria yang menikahi wanita Inggris tersebut menilai, ayahnya tidak perlu mengatur upaya serangan baru yang lebih besar. Omar percaya begitu pasukan AS masuk ke Afghanistan, rencana ayahnya sudah berjalan dan ayahnya menganggap dirinya sebagai pemenang.

Fakta & Peristiwa terkait:

Leave a Reply

Advertisement

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner