Jumat, 26 Februari 2010 | 07:21 WIB
JAKARTA, – Ramadhan Pohan dengan senang hati mempersilahkan pengacara penulis buku “Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century,” George Junus Adijtondro mempersoalkan adanya dugaan rekayasa dalam hasil visumnya akibat pemukulan George di dua rumah sakit di Jakarta, yakni Rumah Sakit Aini dan Rumah Sakit Jakarta.
Demikian dikatakan Ramadhan , Kamis (25/2/2010) lewat sambungan telepon. Ia juga menerima dan menunggu kasus tersebut sampai ke pengadilan. “Silahkan saja. Saya hormati betul demokrasi. Saya mendukung apa pun yang dipersoalkan pengacara George dan saya gembira,” ujar Ramadhan.
Ketika ditanya apakah dirinya siap jika pengacara George benar-benar membawa dirinya ke meja hijau, Ramadhan hanya tertawa kecil. Katanya, “Insya Allah saya siap. Silahkan dibuktikan di pengadilan.”
Menurut Ramadhan, lebih baik mempersoalkan lewat jalur hukum daripada lewat ancaman fisik, teror dan sebagainya. Karena sejak peristiwa itu, dirinya mendapat teror yang disampaikan orang tertentu. Satu kali disampaikan lewat temannya, dan dua kali kepada tetangga rumahnya. “Kalau begini enggak cantik mainnya. Pakai teror segala,” ujarnya.
Namun, Ramadhan tidak mengetahui orang yang melakukan teror tersebut. Hanya saja dirinya mengetahui ciri-ciri fisik orang yang menterornya. Karena aksi teror tersebut, anaknya yang masih kecil sempat trauma. “Kepada tetangga saya menanyakan mana rumah Ramadhan dan mana mobilnya. Anak saya sempat trauma,” katanya.
Terkait kondisi George, yang sekarang terbaring sakit di Rumah Sakit UKI, Cawang, Ramadhan tidak akan menjenguknya. Alasannya, masih banyak yang harus diurusi selain George. “Enggak ada. Dia bukan sahabat saya. Ya kenal begitu saja. Kalau sahabat yang enggak ada mukul temannya,” katanya.








