Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Susno Jendral Bintang Tiga Yang Tidak Punya Kantor Di Mabes

Posted by antasari on Jan 7th, 2010
Visited 631 times, 1 so far today and filed under Kpk. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

>

Susno KecewaSebuah cerita tentang curahan hati mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji diungkapkan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane. Neta mengungkapkan, dalam beberapa kali dialog dengan Susno, jenderal polisi bintang tiga itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap atasannya, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri.

Diungkapkan Neta, Susno tidak mempersoalkan pencopotan dirinya dari Bareskrim 1. Namun, ketidakjelasan statusnya hingga saat ini menimbulkan kekecewaan.

“Saat berdialog, dia mengungkapkan kekecewaannya pada Kapolri. Bahkan dia sempat mendatangi rumah Kapolri tapi tidak diterima. Setelah dicopot, bagaimana statusnya tidak jelas. Tidak punya ruangan di Mabes. Sebagai jenderal bintang tiga, wajar dia merasa kecewa,” kata Neta, seusai mengisi diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/1/2010).

Tak hanya ditolak saat bertandang ke kediaman Kapolri, masih mengutip Neta, surat yang dikirimkan Susno juga tak pernah mendapatkan jawaban dari Kapolri. “Ya dia merasa dipermalukan. Jenderal bintang tiga tapi tidak diberdayakan,” ungkap Neta.

Sampai pagi tadi, sebelum berangkat menuju PN Jakarta Selatan untuk menjadi saksi meringankan bagi Antasari Azhar, Susno masih mengungkapkan kekecewaannya.

Merasa dikorbankan

Selain bercerita tentang rasa kecewa, kepada IPW, Susno juga mengaku merasa dikorbankan dalam kasus perseteruan antara Polri dan KPK yang menyeruak akhir tahun lalu. Dalam kesaksiannya di persidangan Antasari, Susno mengatakan bahwa sebagai Kabareskrim dirinya tak dilibatkan dalam tim yang menangani kasus Antasari. Wakabareskrim Hadiatmoko menjadi penanggung jawab yang langsung berada di bawah Kapolri.

“Dia (Susno) tidak masalah tidak dilibatkan. Tetapi, ketika menjadi masalah, jangan dijadikan korban.”

“Dia merasa dikorbankan dalam kasus KPK. Dia tidak dilibatkan. Kapolri justru mengangkat wakilnya,” katanya.

Adakah skenario besar di balik itu? “Pak Susno tidak mengungkapkan mengenai hal itu,” ujar Neta.

Leave a Reply

Advertisement

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner