Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Bambang’

Golkar Akan Bela Akbar Faizal

Golkar Akan Bela Akbar Faizal

2010-03-02 16:14:01 – Jakarta -
Fraksi Golkar akan membela anggota dewan asal Fraksi Hanura Akbar Faizal menyusul pemukulan terhadap dirinya. Golkar akan melaporkan sang pemukul tersebut ke Badan Kehormatan. “Kita akan berada di belakang Akbar Faisal,” kata politisi asal Golkar Bambang Soesatyo usai rapat internal Golkar di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/3/2010). Bambang menambahkan, fraksinya akan membela Akbar. “Kita akan melaporkan pemukul ke badan kehormatan,” tambahnya. Selain itu, jika Hanura membutuhkan pembela hukum, maka Golkar pun siap membantu. “Akan kita bantu,” tuturnya. Akbar Faisal, sebelumnya dalam sidang paripurna sempat dipukul oleh anggota DPR lainnya. Akbar awalnya mencoba bicara di podium, namun tiba-tiba saja beberapa anggota dewan langsung menuju ke arahnya. Dorong-dorongan antar anggota dewan sempat terjadi pada peristiwa tersebut. (amd/fay)

PD Tuding Bambang Soesatyo Biang Ricuh Paripurna DPR

PD Tuding Bambang Soesatyo Biang Ricuh Paripurna DPR

2010-03-02 13:11:42 – Jakarta -
Sidang paripurna DPR soal kesimpulan Pansus Hak Angket Bank Century berlangsung Ricuh. Kubu Partai Demokrat menuding politisi Golkar Bambang Soesatyo jadi biang kericuhan.”Ini Bambang Soesatyo yang memulai,” kata politisi Demokrat, Yahya Sacawirya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/3/2010).Yahya meminta agar Partai Golkar bisa mengambil tindakan. “Kita serahkan ke partainya. Itu urusan partainya,” jelas Yahya.Kericuhan ini, menurutnya karena ada anggota dewan yang tidak berpikir jernih. “Dan tidak menjalankan tata tertib,” tutup Yahya.Sementara kondisi di dalam ruang sidang sudah mulai sepi. Tempat duduk pimpinan yang ramai kini mulai sepi, para anggota dewan berkumpul di ruang fraksinya masing-masing.Sebetulnya, kericuhan di sidang paripurna DPR terjadi setelah Ketua DPR Marzuki Alie menutup sidang secara sepihak. Padahal saat itu interupsi masih banyak dilakukan. (ndr/iy)

Jelang Paripurna, Tim 9 Temui Ketua Majelis Syuro PKS

Jelang Paripurna, Tim 9 Temui Ketua Majelis Syuro PKS

2010-03-01 20:18:52 – Jakarta -
Dukungan terus digalang tim 9 yang juga tim inisiator hak angket Century. Kali ini mereka menemui Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminudin.Pertemuan digelar selama 1 jam sejak pukul 17.00 WIB di DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jaksel, Senin (1/3/2010), selain Hilmi hadir pula Presiden PKS LUtfi Hasan.Sedang dari tim 9 hadir antara lain, Andi Rakhmat, Bambang Soesatyo, dan Lily Wahid. “Kami hanya melakukan komunikasi,” kata Andi Rahmat saat dihubungi detikcom.Dalam pembicaraan itu, Andi menjelaskan, topik yang dibahas mengenai perkembangan di pansus Century. “Apa yang menjadi pandangan beliau, dan apa yang disampaikan sama dengan kami,” jelasnya.Dia memastikan bila sikap PKS, tetap akan seperti pandangan akhir Fraksi PKS, menyebut nama siapa yang bertanggung jawab terkait bailout Century. “Tidak akan mengubah sikap,” tutup Andi. (ndr/gah)

Golkar Tantang Denny Sebut Partai Pelobi SBY Soal Kasus Hukum

Golkar Tantang Denny Sebut Partai Pelobi SBY Soal Kasus Hukum

2010-02-28 00:57:45 – Jakarta -
Pernyataan Staf Khusus Presiden, Denny Indrayana, tentang adanya upaya partai tertentu untuk menegosiasikan kasus hukumnya kepada Presiden SBY, memicu reaksi dari Partai Golkar. Denny ditantang untuk menyebut siapa partai yang dimaksud.”Itu bisa-bisanya Denny aja. Sebutkan dan tunjuk hidung partai mana kalau dia berani,” tantang anggota Pansus Bank Century dari Fraksi Partai Golkar (FPG), Bambang Soesatyo, kepada detikcom, Minggu (28/2/2010).Sebelumnya, Denny mengungkapkan ada utusan partai yang mencob menegosiasikan kasus hukum yang diterpanya kepada Presiden SBY. Dikatakan dia, partai tersebut siap mengubah kesimpulan akhirnya di Pansus Hak Angket Bank Century jika Presiden mau bernegosiasi. Denny merahasiakan partai yang dimaksud.Menurut Bambang, jika Denny tidak membeberkan siapa pelobi SBY itu, maka bisa disimpulkan itu hanya cerita rekaan Denny semata. “Kalau tidak, dia hanya ngarang-ngarang dan mencoba untuk melakukan politik pembusukan terhadap partai yang tidak mau diajak menutup-nutupi dugaan kejahatan yang ada di kasus Bank century,” kata Bambang.Secara terpisah, anggota Pansus dari FPG yang lain, Agun Gunandjar Sudarsa, juga menuntut Denny menjelaskan apa yang sesungguhnya ia tahu dan saksikan  tentang upaya partai melobi SBY itu.”Karena cara-cara itu (melobi kasus hukum) sudah tidak bermoral. Itu cara-cara yang biadab,” kata Agun di sela-sela Rakernas Partai Golkar di sela-sela Rapat Kerja Nasional Golkar 2010 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/2/2009).Mengenai sikap Denny yang melontarkan kabar sepotong-sepotong itu, Agun sangat menyesalkannya.”Saya sangat menyesalkan seorang doktor berpikiran seperti itu,” ujarnya. (lrn/lrn)

Golkar: Jalan Pemakzulan Sudah Disiapkan untuk Wapres

Golkar: Jalan Pemakzulan Sudah Disiapkan untuk Wapres

2010-02-24 19:37:24 – Jakarta -
Anggota Pansus Century dari Fraksi Partai Golkar (FPG) Bambang Soesatyo menilai tatib MPR tentang pemakzulan sudah sesuai dengan sikap Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini dipandang Bambang perlu disiapkan untuk meneruskan rekomendasi Pansus terhadap mantan Gubernur BI.”Saya kira apa yang dilakukan MPR sejalan dengan MK, artinya jalan itu (pemakzulan) sudah dipersiapkan,” kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/2/2010).Bambang menyambut bahagia sikap MPR ini. Menurutnya, MPR tanggap melihat situasi politik saat ini.”Mengantisipasi kemungkinan Pansus di persidangan nanti, karena menyangkut Kepresidenan, dalam hal ini mantan Gubernur BI,” jelas Bambang.”Ini penting agar kebuntuan politik tidak terjadi begitu peristiwa yang tidak disangka terjadi di Paripurna,” tutupnya.Sebelumnya diberitakan 1 Maret 2010 nanti MPR akan mengesahkan rancangan Peraturan MPR tentang Tatib MPR. Hal ini diatur dalam Bab XVII utamanya tentang tata cara pemberhentian Presiden dan Atau Wakil Presiden dalam Masa Jabatannya. (van/nwk)

Ali Didampingi Penerjemah Bahasa Arab

Ali Didampingi Penerjemah Bahasa Arab

2010-02-24 13:18:45 – Jakarta -
Terdakwa kasus penyumbang dana terorisme di Indonesia, Ali Abdulloh, didampingi seorang penerjemah. Dakwaan-dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) diterjemahkan dalam bahasa Arab agar dimengerti oleh Ali. Sidang perdana Ali dipimpin Ketua Mejelis Hakim, Ida Bagus Dwiyantara dengan hakim anggota, Sudarwin, dan Mien Trisnawaty. Sidang yang dijadwalkan digelar pukul 10.00 WIB baru dimulai pukul 12.40 WIB di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Rabu (23/2/2010). “Dikarenakan Ali merupakan warga negara asing yaitu berasal dari Saudi Arabia, maka terdakwa Ali didampingi seorang penerjemah, ” kata kuasa hukum Ali, Ashludin Hatjani. Majelis hakim mengabulkan permohonan itu. Agenda sidang yakni pembacaan dakwaan yang disampaikan JPU Totok Bambang. Dakwaan itu dibacakan JPU lalu diterjemahkan oleh sang penerjemah yang kemudian disampaikan kepada Ali. Ali yang mengenakan kemeja merah muda ini didakwa dengan sengaja memberikan bantuan atau kemudahan terhadap pelaku tindak pidana terorisme dengan memberikan pinjaman uang, barang atau harta kekayaan kepada pelaku tindak pindak terorisme. Ali melanggar pasal 13 huruf (a) UU 15/2003 tentang terorisme. Ali juga didakwa dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud pemberian izin Keimigrasian yang diberikan kepadanya. Ali melanggar pasal 50 UU 9/1992 tentang Keimigrasian. (aan/iy)

Mayoritas Fraksi Masih Janjikan Sebut Nama

Mayoritas Fraksi Masih Janjikan Sebut Nama

2010-02-23 20:24:36 – Jakarta -
Mayoritas fraksi di pansus Century membantah kekhawatiran Ketua MPP PAN Amien Rais. Sebagian fraksi pansus masih menjanjikan akan menyebut nama yang harus bertanggung jawab dalam kasus Century pada kesimpulan akhir.Anggota pansus dari FPDIP, Maruarar Sirait menegaskan soal sikap partainya. Ara panggilan akrabnya, akan menyebut nama-nama. “Kita partai ideologis bukan pragmatis, PDIP akan konsisten dari awal dan kita akan menyebutkan siapa-siapa yang mau bertanggung jawab,” kata Ara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/2/2010).Setali tiga uang dengan PDIP, PKS juga menjanjikan akan tetap membuka nama.  “Kita tetap akan buka nama, tidak ada deal-deal politik apapun di pansus. kalau memang ada pelanggaran, harus disebut nama,” tegas anggota pansus dari FPKS Andi Rahmat.Gerindra yang juga dikhawatirkan oleh Bambang Soesatyo akan merubah sikapnya pada kesimpulan akhir, kembali menegaskan sikapnya. “Akan kami sebut nama-namanya, kalau memang salah harus ada yang bertanggung jawab,” kata Ahmad Muzani.Bagaiman dengan Golkar sendiri? Melalui Idrus Marham, Golkar tidak secara tegas menjanjikan akan menyebut nama. Namun Idrus meminta agar anggota pansus dari fraksinya jangan sampai bisa diintervensi oleh siapapun.”Menyebut nama atau tidak, itu hak masing-masing anggota pansus. Saya sebagai pimpinan partai, tidak mau diatur, biarkan independensi kami,” tegasnya. (mok/mok)

Kapolri: Dugaaan Rekayasa Buktikan di Pengadilan

Kapolri: Dugaaan Rekayasa Buktikan di Pengadilan

2010-02-23 20:02:07 – Jakarta -
Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri akhirnya angkat bicara soal dugaan rekayasa kasus Susandi Sukatma alias Aan. Kapolri meminta agar tudingan adanya rekayasa kasus ini dibuktikan di persidangan. “Nanti diuji di peradilan, nanti akan terlihat kalau ada rekayasa dibuktikan di persidangan,” ujar Kapolri seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR Senayan, Selasa (23/2/2010). Menurut Kapolri, penanganan kasus Aan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Kapolri juga enggan berandai-andai apabila fakta hukum dipersidangan terbukti sebalikya. “Kapolda Metro sudah memberikan penjelasan bahwa proses hukum sudah dilakukan dengan benar, seperti halnya kasus pemulung. Nanti semua akan terbuka,” jelasnya. Kapolri memastikan jika kasus ini sudah dilakukan secara transparan dan bisa dipertanggung jawabkan. “Tidak boleh berandai-adai tapi yang jelas Kapolda menjelaskan proses sudah dilakukan secara transparan dan bisa dipertangungjawabkan secara yuridis formal,” tandasnya. Kasus ini berawal saat Aan diminta menjadi saksi untuk kasus kepemilikan senjata api milik mantan Bos PT Maritim Jaya, DT. Namun karena menolak, Aan lantas ditetapkan menjadi tersangka kasus kepemilikan narkoba. Propam Mabes Polri memastikan terjadi rekayasa dalam kasus Aan. 3 Oknum penyidik Polda Maluku yang memeriksa Aan sudah dilaporkan ke Propam yakni Direskrim Polda Maluku Kombes Pol Jhon Siahaan, Ipda Jhoni dan Brigadir Obed.   Kadiv Propam Irjen Pol Oegroseno menekankan 3 penyidik Polda Maluku saat memeriksa Aan di Gedung Artha Graha pada 14 Desember 2009 lalu, dengan sengaja mencari-cari kesalahan Aan, salah satunya dengan menaruh narkoba. (did/mok)

Tim 9 Punya Feeling PPP & Gerindra Bakal Balik Badan

Tim 9 Punya Feeling PPP & Gerindra Bakal Balik Badan

Selasa, 23 Februari 2010 – 21:03 wib
JAKARTA – Inisiator hak Angket Bank Century memprediksi Fraksi Gerindra dan Fraksi PPP tidak akan konsisten dengan pandangan awalnya. Kedua partai itu akan balik arah dan berada di barisan Partai Demokrat.
“Saya hanya khawatir mungkin PPP dan Gerindra. Tapi mudah-mudahan saja tidak tergiur dengan transaksi [...]

Tim 9 Curigai PPP dan Gerindra Ubah Pandangan

Tim 9 Curigai PPP dan Gerindra Ubah Pandangan

2010-02-23 18:25:12 – Jakarta -
Sejumlah fraksi dicurigai akan mengubah pandangan pada kesimpulan akhir Pansus Hak Angket Bank Century. Fraksi PPP dan Gerindra dinilai sangat berpeluang melakukan perubahan itu. “Yang saya khawatirkan adalah Gerindra dan PPP. Mudah-mudahan mereka tidak kecil nyali,” ujar anggota Tim 9 Bambang Soesatyo usai Tim 9 bertemu dengan Surya Paloh di kantor DPP Nasional Demokrat, Jl RP Soeroso, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2010). Sementara PAN meski ketua umumnya, Hatta Rajasa, belum bersikap tegas, dinilai Bambang kemungkinan tidak berubah. Terlebih Ketua MPP PAN Amien Rais telah memastikan akan hadir dalam penyampaian kesimpulan akhir Pansus. “Jika Pak Amien Rais datang, saya yakin PAN tidak akan berubah,” papar Bambang. Bambang menjelaskan, sangat mudah untuk mengetahui apakah ada upaya deal atau transaksi politik menjelang kesimpulan akhir. Caranya, lanjut Bambang, tujuh fraksi yang tadinya berpandangan sama justru akan pecah. “Mudah-mudahan tidak ada yang tergoda dengan iming-iming atau transaksi politik dan mereka juga tidak takut,” tandas Bambang. Jika ada fraksi yang berubah, Bambang menuding mereka telah menerima iming-iming transaksi politk maupun takut diancam oleh partai penguasa. “Kalau sampai nanti malam ada yang berubah pendapatnya, tentu masyarakat bisa menilai. Siapa fraksi yang balik badan tersebut,” jelas Bambang. Politisi FPG ini berharap, tujuh fraksi tetap pada pandangan awal dan menyebutkan nama dalam putusan finalnya nanti malam. “Mereka harus menyebutkan nama, karena ini sangat penting, jangan sampai salah,” pungkasnya. (mok/iy)