

19 Agustus 2010, Jakarta — Wakil Presiden Boediono mengakui pembangunan kelautan nasional belum maksimal baik secara ekonomi maupun pertahanan.
Dalam dialog dengan para peserta Program Pendidkan Regular Angkatan (PPRA) XLIV Lembaga Ketahanan Nasional di Jakarta, Kamis, ia mengatakan, pemerintah sangat ingin memaksimalkan pembangunan kelautan.
“Pemerintah sangat ingin pembangunan kelautan kita maju, tidak saja dari sisi pertahanan tetapi juga ekonomi. Termasuk dengan menambah kapal perang melalui program Korvet Nasional,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wapres menekankan, untuk membangun kekuatan pertahanan pemerintah telah menetapkan kebijakan revitalisasi industri pertahanan dalam negeri termasuk pembangunan kapal perang.
“Dalam revitalisasi industri pertahanan dalam negeri yang penting adalah penguasaan teknologi. Juga disesuaikan dengan kebutuhan yang ada,” katanya.
Hal senada diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto yang mengatakan, program Korvet Nasional telah dilaksanakan sejak lima tahun silam.
“Namun, setelah kita mengirim teknisi kita ke Belanda, ada kendala dari pihak kita sendiri yakni PT PAL selain keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Indonesia sebelumnya telah membeli empat kapal perang Korvet jenis Sigma dari Belanda.
Untuk memenuhi kebutuhan kapal perang TNI Angkatan Laut, Kementerian Pertahanan memutuskan untuk mengadakan kapal perang sejenis dari PT PAL sejalan dengan program revitalisasi industri pertahanan dalam negeri.
Djoko menambahkan, pada jangka panjang untuk program pengadaan alat utama sistem senjata berskala besar akan dibiayai perbankan dalam negeri, sesuai dengan kemampuan teknologi yang dikuasai.
ANTARA News
August 19, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

Dengan beralasan kepada peningkatan kesejahteraan petani, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono beranggapan bahwa kenaikan harga pada satu atau dua bahan kebutuhan pokok saat permintaan masyarakat meningkat adalah merupakan hal yang wajar. Hal ini disampaikan Presiden ketika membuka Rapat Kerja Kabinet Indonesia Bersatu II dengan gubernur dan ketua DPRD se-Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis [...]
August 10, 2010 | Posted in
Ekonomi |
Read More »

Usai Rapat Kerja Nasional III Kabinet dengan Gubernur se-Indonesia di Istana Bogor, Wakil Presiden Boediono memilih bersantai dengan wartawan yang biasa meliput Istana Wapres. Acara santai Boediono dengan wartawan pun dilakukan di Istana Bogor, 6-7 Agustus 2010. Jumat malam, 6 Agustus 2010, Boediono tampak antusias menikmati acara bersama wartawan dan karyawan Sekretariat Istana Wapres. Tak [...]
August 7, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Sebagai negara yang baru terlepas dari belenggu zama Orde Baru, perjalanan demokrasi di Indonesia masih butuh waktu untuk sampai pada posisi yang stabil. Bersama kebebasan pers, demokrasi sudah selayaknya berjalan beringan sebagai wujud reformasi negara ini. “Betapa pentingnya membangun demokrasi kita sekarang ini, di mana setiap langkah itu disorot dengan terinci, semua tereskpos secara telanjang. [...]
August 7, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Wapres Boediono (tengah) didampingi Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faizal Zaini dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto memimpin rapat di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (27/7). Wapres Boediono menerima paparan tentang hasil ekspedisi pulau-pulau terluar Indonesia. (Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/nz/10)
27 Juli 2010, Jakarta — Pulau-pulau terdepan di Indonesia memiliki masalah mendasar yaitu kekurangan air bersih, energi untuk listrik, dan sarana telekomunikasi. Ketiga hal tersebut membuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pulau terluar belum baik.
Demikian hasil Laporan Ekspedisi Pulau-Pulau Terdepan “Garis Depan Nusantara” oleh Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung) kepada Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden Jakarta, Selasa (27/7).
Menurut Ketua Ekpedisi Garis Depan Nusantara Irwanto Iskandar, masalah transportasi menjadi masalah utama untuk mencapai pulau-pulau terdepan. Tapi di samping itu harus dilihat kebutuhan utama masyarakat. Namun seharusnya ada tiga hal yang menjadi prioritas pemerintah untuk membantu masuyarakat di 92 pulau terdepan itu.
“Pertama, air, karena kenyataannya di beberapa pulau tersebut banyak yang mengandalkan tadah hujan,” katanya.
Masalah kedua adalah energi yang masih banyak mengandalkan solar dan diesel. Padahal potensi untuk listrik ada macam-macam, seperti angin, gelombang laut, ataupun tenaga surya.
Dalam hal ini pemerintah seharusnya lebih mengambangkan energi alternatih di pulau terdepan itu.
Masalah ketiga yang juga krusial, lanjut Irwanto, adalah masalah komunikasi. Beberapa pulau terdepan bahkan tidak ada sarana komunikasi sama sekali.
Di beberapa pulau sudah ada jaringan telepon seluler tetapi dengan kualitas minim. Sebab BTS yang bentuknya parabola hanya bisa digunakan untuk berkomunikasi maksimal 7-10 orang dengan radius yang hanya 100 meter dari menara BTS.
“iga hal itu adalah kebutuhan mendasar di pulau terluar. Kita tidak bisa ngomong kesehatan dan macam-macam kalau air susah. Kita juga tidak bisa ngomong pendidikan yang bagus kalau listrik susah,” tukasnya.
MI.com
July 28, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan membahas soal pembalikan beban pembuktian dalam kasus dugaan adanya tindak pidana korupsi yang dilakukan seseorang. Menurut Sekretaris MUI Ichwan Syam, persoalan tersebut dibahas dalam Musyawarah Nasional VIII dan Milad ke-35 MUI karena pembalikan beban pembuktian merupakan salah satu cara membuktikan [...]
July 26, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Wakil Presiden (Wapres) Boediono menerima kunjungan persahabatan Menteri Agama China Wang Zuqan. Keduanya membicarakan peningkatan hubungan masyarakat Islam Tiongkok dengan Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Wapres didampingi oleh Menteri Agama (Menag)
Suryadharma Ali. Sedangkan Wang ditemani oleh Ketua Asosiasi Agama Islam
Tiongkok Chen Guangxuan dan sejumlah staf menteri agama China.
Suryadharma mengatakan, kedatangan menteri agama negeri Tirai Bambu juga dalam [...]
July 22, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Bank Indonesia dalam memilih desain mata uang tidak sembarangan. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi, pemilihan desain ini telah melalui proses panjang bahkan termasuk hak cipta dan penelitian nilai sejarah.
Kenapa angklung dan Gedung Sate? kata Budi, karena dua ikon ini menjadi ciri khas daerah masing-masing yang mengandung unsur kebudayaan suatu daerah di Indonesia.
“Untuk logam [...]
July 21, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Di hadapan ratusan sarjana ekonomi, Wakil Presiden Boediono menyampaikan teori-teori politik ekonomi yang perlu disampaikan oleh semua pihak.
Menurut Boediono, hal ini penting diketahui apabila ingin membangun sistem politik yang mantap bagi landasan kemajuan ekonomi berkelanjutan.
Salah satu yang perlu diwaspadai, kata Boediono, adalah fenomena politisasi birokrasi. “Birokrasi itu harus tunduk [...]
July 20, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berharap, kader-kader Golkar dalam berpolitik meniru gaya tikus. Tidak langsung menggigit, tapi mengendus terlebih dahulu.
“Kita politisi bekerja keras, main taktis. Jangan kemudian kita dalam permainan itu menggigit terus. Golkar harus berprinsip seperti tikus, ngendus, baru gigit,” kata Ical dalam sambutannya di acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Wilayah Jawa-Bali-NTB Partai [...]
July 4, 2010 | Posted in
Politik |
Read More »