Selasa, 9 Maret 2010 | 11:50 WIB
JAKARTA, – Aliansi Parlemen Jalanan (APJ) menggelar demo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (9/3/2010). Massa yang terdiri dari puluhan kaum ibu-ibu ini mendesak Pelaksana tugas sementara (Plt) Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mundur dari jabatannya.
“Demi menyelematkan KPK, kami merasa perlu [...]
March 9, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »
Minggu, 7 Maret 2010 – 18:01 wib
JAKARTA – Ketua DPR Marzuki Alie akhirnya menandatangani hasil paripurna Angket Century yang digelar pada Rabu 3 Maret lalu karena tercantum nama Boediono dan Sri Mulyani dalam hasil tersebut. Kenapa akhirnya Marzuki mau menandatangani?
“Kita memberi masukan kalau dicoret (Boediono dan Sri Mulyani) efeknya akan [...]
March 7, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »
Sabtu, 6 Maret 2010 | 13:11 WIB
JAKARTA, — Jalan panjang harus dihadapi untuk memproses hukum seorang Presiden atau Wakil Presiden. Meskipun dalam rekomendasi akhir DPR terkait Kasus Bank Century menyebut nama mantan Gubernur BI yang kini Wakil Presiden, Boediono, tetapi tak serta-merta dugaan pelanggaran yang dilakukannya bisa langsung diproses secara [...]
March 6, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

2010-03-05 12:03:29 – Jakarta -
Wakil Ketua DPR Pramono Anung meminta Presiden SBY menindaklanjuti rekomendasi Paripurna DPR soal Century. SBY harus memberikan contoh yang baik soal menghargai eksistensi lembaga negara.”Sudah seharusnya Presiden menindaklanjuti hasil paripurna DPR,” papar Pram usai rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3/2010)Pramono juga melihat Presiden SBY membela pembantu terdekatnya, Sri Mulyani dan Boediono dalam pidato tanggapannya semalam. Menurut Pram, sikap SBY yang demikian itu wajar saja. “Sudah seharusnya Presiden memberikan pembelaan kepada pembantunya di pemerintahan,” jelas Pram.Namun demikian, sebaiknya Presiden menyampaikan pidatonya sebelum kemelut politik akibat skandal Century meledak. “Tentu konstilasi politiknya tidak sampai demikian,” tutupnya. (van/yid)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-05 11:49:05 – Jakarta -
Isi pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait hasil rapat paripurna kasus bailout Century dinilai tidak ada yang baru. Pidato itu hanya merupakan pengulangan kesaksian Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. “Tidak ada hal yang baru yang disampaikan oleh Presiden tadi malam. Apa yang Presiden katakan sebenarnya hanyalah pengulangan apa yang disampaikan oleh Pak Boediono dan Ibu Sri Mulyani dalam kesaksiannya saat hadir dalam rapat Pansus beberapa waktu yang lalu,” kata anggota Pansus dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq saat dihubungi detikcom, Jum’at (5/3/2010).Meskipun begitu, Mahfudz mengatakan sangat apresiatif terhadap pidato SBY. Menurut Mahfudz, ada point positif dalam pidato SBY yakni menginginkan pemerintah kembali fokus pada agendanya yang pro rakyat. Selain itu pernyataan SBY menunggu laporan hasil Panitia Angket Century juga merupakan sinyal yang baik.”Laporan hasil kerja kita (Panitia Angket Century) dalam waktu dekat ini segera kita kirimkan. Saya harap setelah nantinya laporan itu dikirim hendaklah Presiden tidak hanya sekadar membaca hasil laporan tersebut tetapi segera menindaklanjuti, kemudian mendorongnya ke ranah hukum,” tutur Mahfudz. (lia/iy)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-05 10:04:00 – Jakarta -
Partai Demokrat sepakat dengan apa yang disampaikan Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas. PD memandang koalisi sudah tidak mampu menopang pemerintah dan harus segera dievaluasi.”Kalau partai koalisi tidak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kesinambungan komitmen koalisi, maka memang ada tempatnya apabila komitmen koalisi itu dievaluasi,” komentar politisi PD Benny K Harman.Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPR ini sebelum rapat paripurna penutupan masa sidang DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3/2010).Menurut Benny, koalisi yang baik adalah koalisi yang kokoh di DPR untuk mendukung pemerintahan. Dengan demikian maka pemerintahan yang solid akan tercapai.”Intinya, komitmen koalisi itu adalah menjaga soliditas dan efektivitas jalannya pemerintahan. Menyukseskan program pemerintahan juga salah satunya,” ungkapnya.Sebelumnya diberitakan Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas menyatakan bahwa partainya akan mencoba berkoalisi dengan PD. Menurut Taufiq, posisi PD dan partai koalisi di DPR kurang kuat untuk menopang pemerintahan SBY-Boediono. (van/nrl)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-05 10:02:06 – Jakarta -
Partai Demokrat (PD) benar-benar bersemangat mengevaluasi koalisi. Selain memberi bonus menteri untuk PKB, PD mempertimbangkan akan merangkul PDIP. “PKB sangat kira apresiasi. Ada usulan di dalam partai agar ditambah menterinya,” kata anggota DPR dari FPD Ramadhan Pohan. Hal ini disampaikan Ramadhan kepada wartawan sebelum rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3/2010). Menurut dia, penambahan jatah kursi untuk PKB tidak akan banyak. “Mungkin satu atau dua,” ujar dia. Ramadhan mengatakan, internal PD justru mengarah untuk merangkul PDIP. PDIP dinilai konsisten sebagai oposisi dan bisa diharapkan konsisten saat menjadi oposisi. Meski demikian, menurut Ramadhan, PD tetap akan mengedepankan asas akomodir kalangan profesional. “Ya mungkin kalau koalisi hanya PD,PKB, dan PAN, mungkin untuk PDIP 6 kursi,” jelasnya. Ramadhan menjelaskan perlunya ada reward and punishment.”Evaluasi itu penting dilakukan untuk memperbaharui komitmen koalisi itu. Intinya komitmen koalisi itu adalah menjaga soliditas dan efektifitas jalannya pemeritnahan,” terangnya. Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas sebelumnya mengatakan, partainya akan mencoba berkoalisi dengan PD. Menurut Taufiq, posisi PD dan partai koalisi di DPR kurang kuat untuk menopang pemerintahan SBY-Boediono. (van/aan)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-05 08:33:56 – Jakarta -
Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tak logis karena menyatakan kebijakan tak bisa dipidana. Pidato SBY juga dinilai tak ada yang baru dan cenderung mirip seperti opsi A (tak ada kesalahan dalam bailout Century) dalam sidang paripurna di DPR pada Rabu 3 Maret lalu.”Beberapa isi pidato itu tidak logis, padahal Presiden menyatakan perlu menekankan tidak hanya aturan hukum tapi juga melihat pada aturan sebuah alasan (rules of law, rules of reason). Buktinya kebijakan tidak bisa dipidana,” kata pakar komunikasi politik UI Effendi Gazali kepada detikcom, Kamis (4/3/2010).Ia mengatakan, sangat khawatir akan terjadinya diskriminasi terkait penegakan hukum yang menyangkut soal kebijakan. Effendi mencontohkan mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan yang bisa dipidana karena kebijakan. Aulia bisa dijerat karena tidak membahayakan kekuasaan.”Tapi dalam kasus SM dan Boediono, walau sama-sama kebijakan tapi tidak boleh dipidana karena membahayakan kekuasaan,” kritiknya.Dia juga mengatakan, isi pidato SBY itu tidak ada yang berbeda dengan isi opsi A. “Apa yang disampaikan Pak SBY sama persis seperti opsi A pada sidang Paripurna DPR, dan opsi A itu sudah kalah 212 melawan opsi C 325,” ujar Effendy. Meskipun terdapat beberapa hal yang tidak logis dari isi pidato Presiden kali ini, tapi Effendy menilai pidato ini masih ada sisi positifnya. Setidaknya Presiden mempertegas adanya tindakan yang mengandung kepastian hukum yaitu penyitaan aset Century untuk mengembalikan aset negara.”Walaupun begitu pidato itu ada juga bagusnya, ada tindakan yang akan dilakukan (structure of action), bahwa aset-aset orang yang bermasalah dengan Century dan aset Century di luar negeri akan disita dan dibawa ke Indonesia untuk diberi kepada yang berhak dan dikembalikan ke negara, ini mengandung kepastian hukum,” kata staf pengajar Pascasarjana Komunikasi UI ini mengakhiri pembicaraannya.Guru besar ilmu politik UI Iberamsjah menguatkan pendapat Effendi. Iberamsjah menilai pidato SBY biasa saja, tidak menyampaikan hal yang baru dan sama seperti isi dari opsi A.”Saya rasa pidato itu (pidato SBY) datar saja, tidak ada hal yang baru, Presiden bilang tindakan BI sudah benar menyelamatkan kondisi negara, ya sama saja seperti isi dari opsi A kemarin,” katanyapada detikcom.Baginya, paling tidak pidato SBY kali ini menjadi pidato paling baik dan berkualitas. “Saya sangat apresiatif dengan tindakan Pak SBY dalam pidatonya kali ini. Ini pidato yang paling baik dan berkualitas, tidak terpancing dengan keadaan apa pun dan Presiden menghargai kerja Pansus dan DPR,” ujarnya. (nwk/nrl)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-05 00:57:44 – Jakarta -
Pasca diputuskan Rabu 3 Maret lalu, hasil keputusan sidang paripurna DPR tentang Bank Century selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim pengawas pelaksana. Diusulkan, tim pengawas hasil paripurna berasal dari Tim 9 atau anggota Pansus Century.”Lebih baik orang yang dulu Tim 9 atau anggota Pansus,” kata pakar komunikasi politik UI Bachtiar Aly kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (4/3/2010).Menurut Bachtiar, mengawal perjalanan rekomendasi paripurna sama pentingnya dengan memperjuangkan opsi C. Dengan orang-orang yang sudah mengerti isi dari rekomendasi opsi C, maka tugas tim pengawas akan lebih mudah.”Mereka kan orang yang sejak awal mengerti bagaimana substansi isi dari rekomendasi itu,” jelasnya.Selain itu, lanjut Bachtiar, pemilihan anggota tim pengawas harus benar-benar dikawal secara ketat. Dimungkinkan, pelaksanaan paripurna Century akan sia-sia jika rekomendasi tidak diawasi dengan baik.”Agar nanti pelaksanaan dari rekomendasi itu tidak melempem,” imbuhnya. Setelah melewati lobi-lobi alot, DPR akhirnya menetapkan opsi C dalam sidang paripurna. Yakni, menganggap kebijakan bailout bermasalah dan meminta penegak hukum melakukan pengusutan atas pihak-pihak yang bertanggungjawab seperti Boediono dan Sri Mulyani. (ape/nwk)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 21:31:01 – Jakarta -
Pidato yang disampaikan Presiden SBY sebagai tanggapan atas hasil paripurna DPR terkait Century berjaya di situs jejaring sosial twitter. Buktinya nama ‘SBY’ muncul menjadi trending topik.Pantauan detikcom, Kamis (4/3/2010) malam, tema ‘SBY’ banyak didiskusikan para pengguna twitter di Indonesia. Kebetulan selama 35 menit, sejak pukul 20.00 WIB, SBY menyampaikan pidato.Berbagai tanggapan mengalir perihal pidato SBY itu melalui twitter. Mulai dari yang memuji hingga yang mengkritik.”SBY-Boediono for better Indonesia, Demokrasi tidak perlu dgn kekerasan, seharusnya kaum intelektual paham akan hal ini, Semangat pak,” tulis pengguna twitter dengan akun Yossy.Atau ada pula yang menyayangkan pidato SBY ini. Alasannya kalau SBY melakukan sejak jauh hari, tentu tidak akan ada drama politik Century.”Kalo mau ngomong gitu, kenapa gak dr dulu sih? Sekarang udah habis duit bermiliar-miliar,” tulis seorang ber-ID Denmasewink.Selain komentar yang bernada serius, ada pula komentar yang bernada santai, bahkan terkesan bercanda. Para pengguna akun twitter remaja yang menuliskan komentar perihal SBY ini.”SBY populer di twitter,” tulis seorang remaja ber-ID threewan.Trending topik ini adalah tema yang paling banyak dibahas di situs jejaring sosial twitter. Terdapat puluhan juta pengguna twitter di seluruh dunia. (ndr/iy)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »