Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Bohong’

Misbakhun: Andi Arief Incar Posisi di PD

Misbakhun: Andi Arief Incar Posisi di PD

2010-03-01 17:19:54 – Jakarta -
Misbakhun menuding Andi Arief punya kepentingan politik dengan menuduhnya terlibat kasus L/C fiktif di Bank Century. Langkah staf khusus Presiden RI itu tidak lepas dari kongres Partai Demokrat (PD) yang segera digelar. “Intinya biar dia punya credit point di mata SBY dan mendapat posisi di PD nanti,” ujar Misbakhun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/3/2010). Atas dugaan adanya kepentingan poltik itu, Misbakhun balik menuding Andi Arief hanya berpegang kepada data-data bohong. Buktinya adalah keterangan Dirut Bank Mutiara Maryono yang bertolak belakang dengan pernyataan staf khusus Presiden RI itu. Misbakhun kembali menegaskan tidak ada L/C fiktif apalagi korupsi yang dia lakukan. Kasus yang ada adalah L/C gagal bayar atas nama PT Selalang Prima Internasional (SPI) di Bank Century senilai US$ 22,5 juta yang US$ 6 juta di antaranya sudah mulai dicicil Misbakhun selaku pemilik perusahaan. “Jadi sekarang siapa yang berbohong? Ini orang (Andi Arief -red) memakai pundak saya untuk mengerek popularitasnya, ya kita tahu lah ada parpol yang mau kongres sebentar lagi,” tuding balik politisi dari PKS ini. (lh/iy)

KPK Dalami Tudingan Bohong Anggodo-Eddy Soemarsono

KPK Dalami Tudingan Bohong Anggodo-Eddy Soemarsono

2010-02-23 18:07:04 – Jakarta -
Saling tuding antara Anggodo Widjojo dan Eddy Soemarsono soal pertemuan di Hotel Tugu, Malang jadi perhatian KPK. KPK melakukan cek silang atas keterangan keduanya.”Ada 5 pertanyaan. Berkisar sikronisasi kebohongan Anggodo,” kata Eddy usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (23/2/2010).Eddy Soemarsono sebelumnya menuding Anggodo melakukan kebohongan karena mengaku tidak tahu-menahu soal pertemuan di Hotel Tugu Malang, Jawa Timur pada 9 November 2008. Menurut Eddy, pada saat tiba di Malang bersama Ari Muladi, dirinya dijemput oleh sopir Anggodo. Kehadiran Ari Muladi didampingi salah satu staf PT Masaro.Jadi tidak mungkin Anggodo tidak mengetahui pertemuan di Malang. “Jadi bohong. Ini yang membuat kisruh,” kata Eddy. Dalam pertemuan itu selain Eddy, dihadiri pula Ari Muladi dan mantan ketua KPK Antasari Azhar. (Rez/rdf)

Pembatasan Konten Seharusnya Diatur Dalam UU

Pembatasan Konten Seharusnya Diatur Dalam UU

Selasa, 16 Februari 2010 | 11:28 WIB
JAKARTA, – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, rancangan peraturan menteri (RPM) tentang Konten Multimedia berpotensi melanggar hak asasi yakni kebebasan berpendapat. Menurutnya, segala sesuatu yang berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM) sudah selayaknya tidak diatur dalam tingkatan peraturan pemerintah apalagi peraturan menteri.
“Untuk membatasi konten multimedia [...]

G-Spot Ternyata Cuma bohong?

G-Spot Ternyata Cuma bohong?

Jumat, 12/2/2010 | 19:40 WIB
— Sebagian wanita mengaku telah menemukan G-spot-nya dan mampu mencapai orgasme (bahkan berulang) karena sensitivitas yang dihasilkan. Namun, jika benar demikian, mengapa penelitian terbaru di Journal of Sexual Medicine membuktikan bahwa hal ini sebenarnya tidak pernah ada?
Keberadaan G-spot memang sudah diperdebatkan selama bertahun-tahun. Bahkan, bukti-bukti tentang G-spot sudah ada sejak [...]

Agus Condro: Kenapa PDIP Panik Ingin Bela Dudhie

Agus Condro: Kenapa PDIP Panik Ingin Bela Dudhie

2010-02-12 11:25:11 – Jakarta -
Agus Condro buka suara soal penahanan mantan koleganya di PDIP Dudhie Makmun Murod. Agus merasa aneh PDIP terkesan ingin membela mati-matian Dudhie. Ada apa?”Dahulu waktu saya membuka kasus ini, saya malah dipecat. Mereka panik dan hendak menutup-nutupi kasus ini, saya dianggap mengigau dan membual. Sekarang buktinya Dudhie ditahan, ini membuka mata publik,” terang Agus saat dihubungi detikcom via telepon, Jumat (12/2/2010).Saat membuka kasus suap terkait pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Miranda S Goeltom awal 2009 itu, Agus mengaku tidak bermaksud memenjarakan teman dan membuka borok partai. Dia hanya memberikan penjelasan kepada penyidik, apa yang pernah dialaminya.”Sekarang dengan ditahannya Dudhie, ini membuktikan saya yang benar dan mereka yang bohong,” terangnya.Agus diberi sanksi pemecatan dan ditarik dari DPR oleh PDIP. Pria asal Batang, Jawa Tengah ini kepada penyidik KPK mengungkapkan dia menerima uang senilai Rp 500 juta dalam bentuk travelers cheque. Uang diberikan sebagai jasa terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior BI.”Saya diberhentikan begitu menyampaikan itu. Ini tidak adil, tapi Dudhie jadi tersangka dibelain dan diberikan pengacara. Ini partai hipokrit, partai yang seolah-olah membela korupsi tapi tersangka korupsi dibelain,” terangnya.Dia menduga alasan memberikan pembela, karena PDIP khawatir Dudhie akan membuka semuanya. “Dudhie berkata jujur. Dia sekadar menjalankan perintah Panda dan menyerahkannya pada Emir. Memang yang dialami seperti itu,” tutupnya.Sebelumnya Emir Moeis yang juga Ketua Komisi XI DPR membantah bila dirinya ikut membagi-bagikan uang, terkait terpilihnya Miranda S Goeltom pada Juli 2004 lalu. Dia mengaku tidak tahu menahu perihal amplop berisi uang.Sedang Panda Nababan tidak bisa dimintai komentar. Telepon selulernya mati. Namun keterangan resmi datang dari Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo, dia menegaskan menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke KPK. (ndr/iy)

Anoma Fonseka Menuduh Pemerintah Balas Dendam

Anoma Fonseka Menuduh Pemerintah Balas Dendam

Selasa, 9 Februari 2010 | 18:45 WIB
KOLOMBO, – Anoma Fonseka menuduh pemerintah melakukan balas dendam terhadap suaminya, karena berani menantang bekas panglima tertingginya, yaitu Presiden Mahinda Rajapakse, pada pemilihan presiden Januari lalu.
“Mereka menuduh dia berusaha melakukan kudeta pada hari pemilihan itu,” ujarnya.
“Dua anak kami dan saya bersamanya pada hari itu. Tidak ada kudeta. Ini [...]

Kerbau ‘Si Lebay’ Dilarang Demo, Foto SBY Disapu Lalu Dibakar

Kerbau ‘Si Lebay’ Dilarang Demo, Foto SBY Disapu Lalu Dibakar

2010-02-03 12:18:21 – Jakarta -
Kerbau ‘Si Lebay’ batal beraksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun niat pengunjuk rasa dari Pemuda Cinta Tanah Air (Pecat) tetap tidak surut. Meski hanya 12 orang, mereka menggelar aksi dengan meletakkan dua foto SBY di jalan, dan menyapunya.”Kami menyapu foto ini sebagai simbol bahwa Indonesia harus bersih dari pemimpin yang lambat bekerja,” ujar Koordinator aksi Yosef Risal saat berorasi, tepat di depan Plaza Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (3/2/2010).   Dalam foto itu, SBY memakai kopiah hitam, dan berbaju biru. Di bagian bawah foto, nampak tulisan ‘Hang Heng Hong Tukang Bohong’. Usai disapu, kedua foto SBY lalu dibakar.Sementara itu, di seberang jalan Bundaran HI, massa pro SBY ikut menggelar unjuk rasa. Massa yang berjumlah sekitar 50 orang itu mengatasnamakan Aliansi Rakyat Untuk SBY (Arus).  Kerbau ‘Si Lebay’ mendadak tenar pasca aksi 28 Januari lalu. Pasalnya, aksi yang menghadirkan kerbau ini membuat Presiden SBY tersinggung. SBY menuding para pengunjuk rasa menyimbolkan kerbau itu sebagai dirinya. (gun/iy)

Pengamat: Facebookers Lebih Baik Dibanding DPR

Pengamat: Facebookers Lebih Baik Dibanding DPR

Pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali menilai forum fecebookers pendukung KPK lebih baik dibandingkan dengan anggota DPR dalam menilai kisruh yang terjadi antara KPK dan Polri.
Minggu ( 8/11 ) ribuan facebookers pendukung KPK tumpah ruah di Bundaran HI. Mereka secara langsung menyatakan aspirasinya terhadap kisruh dalam proses hukum yang dilakukan Polri terhadap Pimpinan KPK Bibit [...]

Berita Rumah Antasari Azhar Dibom Hanya Isu

Berita Rumah Antasari Azhar Dibom Hanya Isu

JAKARTA, RABU – Isu bahwa rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar di kawasan Komplek Serpong Tangerang Selasa (21/7) malam  bakal dibom  sempat membuat heboh.  Namun belakangan isu itu dibantah oleh pihak KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi SP kepada Persda Network Rabu (22/7) sore mengatakan isu tidak benar. Tetapi pihaknya sempat mendatangi [...]