Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Dpr’

Kasus Century Kunci Solusinya Ada di Presiden

Kasus Century Kunci Solusinya Ada di Presiden

Jumat, 12 Maret 2010 | 19:06 WIB

JAKARTA, — Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan, kunci tindak lanjut proses hukum terhadap rekomendasi Pansus Angket Kasus Bank Century yang menjadi keputusan akhir DPR berada di tangan Presiden.
Hal ini terutama penyelesaian indikasi tindak pidana dalam kasus Bank Century [...]

Tumpak Diminta Segera Angkat Kaki dari KPK

Tumpak Diminta Segera Angkat Kaki dari KPK

Selasa, 9 Maret 2010 | 11:50 WIB

JAKARTA,  – Aliansi Parlemen Jalanan (APJ) menggelar demo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (9/3/2010). Massa yang terdiri dari puluhan kaum ibu-ibu ini mendesak Pelaksana tugas sementara (Plt) Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mundur dari jabatannya.
“Demi menyelematkan KPK, kami merasa perlu [...]

Hampir Dipastikan Tumpak Tinggalkan Posisi Ketua KPK

Hampir Dipastikan Tumpak Tinggalkan Posisi Ketua KPK

Senin, 8 Maret 2010 | 19:47 WIB

JAKARTA, — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan, Presiden Yudhoyono telah menyetujui usulannya untuk membentuk panitia seleksi ketua KPK. Hal ini dilakukan menyusul penolakan Komisi III DPR terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pelaksana Tugas [...]

Agus Tjondro: Semua Nama Itu Terima Uang Suksesi

Agus Tjondro: Semua Nama Itu Terima Uang Suksesi

Senin, 8 Maret 2010 | 14:34 WIB

JAKARTA,  — Agus Tjondro, mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR yakin, semua mantan rekannya yang terungkap dalam pembacaan dakwaan terdakwa Dudhie Makmun Murod menerima uang suksesi memilih Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Agus menyatakan, fakta-fakta lain akan banyak terungkap [...]

Agus Tjondro: Semua Nama Itu Terima Uang Suksesi

Agus Tjondro: Semua Nama Itu Terima Uang Suksesi

Senin, 8 Maret 2010 | 14:34 WIB

JAKARTA,  — Agus Tjondro, mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR yakin, semua mantan rekannya yang terungkap dalam pembacaan dakwaan terdakwa Dudhie Makmun Murod menerima uang suksesi memilih Miranda S Goeltom sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Agus menyatakan, fakta-fakta lain akan banyak terungkap [...]

Roy Suryo Membantah Mengupil Saat Sidang DPR

Roy Suryo Membantah Mengupil Saat Sidang DPR

Minggu, 7 Maret 2010 – 09:22 wib
JAKARTA – Politisi Partai Demokrat Roy Suryo membantah tayangan (lihat di sini) dirinya sedang mengupil pada saat sidang paripurna DPR, Selasa pekan lalu.
“Itu bukan ngupil, saya gatal di hidung, namun itu diberi kata-kata yang tidak pas,” katanya saat berbincang  Minggu ( 7/3/2010).
Roy juga menganggap tindakan yang [...]

Pansus Century Harap Penegak Hukum Tak Terpengaruh Pidato SBY

Pansus Century Harap Penegak Hukum Tak Terpengaruh Pidato SBY

2010-03-05 12:32:55 – Jakarta -
Aparat penegak hukum diminta tidak terpengaruh pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan kebijakan pemerintah tidak bisa dipidanakan. “Dengan statement yang disampaikan oleh Presiden, saya harap penegak hukum tidak terpengaruh. Karena  kemungkinan intervensi dalam penegak proses hukum pasti terbuka lebar,” kata anggota Pansus Hak Angket Century dari Fraksi PPP Romahurmuzy saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/3/2010). Romy, panggilan akrab Romahurmuzy, menilai lewat pidatonya SBY telah menganggap proses politik untuk kasus Century selesai karena penyelamatan Bank Century telah benar. Hal ini jelas berhadap-hadapan dengan DPR yang menyebut bailout Bank Century bermasalah. “Presiden harus konseksuensi terhadap statementnya ini, karena itu pasti akan menimbulkan implikasi politik, apalagi bila kasus ini telah memasuki proses hukum,” tegas Romy.  Meski begitu Rommy sangat apresiatif terhdap pidato SBY tadi malam. Hal senada juga disampaikan anggota Pansus dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo yang memberikan apresiatif terhadap pidato tersebut. “Kita sangat apresiatif atas pidatonya Presiden,” ujar Bambang singkat.Sementara Andi Rahmat yang berasal dari Fraksi PKS mengatakan pidato SBY biasa dan datar saja. Namun ia juga apresiatif dan senang saat Presiden menanggapi kinerja Pansus selama ini untuk mengungkap kasus Century. (lia/iy)

Hatta Rajasa: Pak Amien Rais Tetap Ketua MPP PAN

Hatta Rajasa: Pak Amien Rais Tetap Ketua MPP PAN

2010-03-05 10:20:44 – Yogyakarta -
Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa membantah bahwa Amien Rais mundur dari Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PAN. Menurut Hatta, Amien tidak mundur. “Pak Amien tetap ketua MPP. Kan hari ini beliau mau konferensi pers,” kata Hatta Rajasa kepada sejumlah wartawan seusai pembukaan Rakernas Ikatan Alumni  (IA) ITB di Hotel Inna Garuda, Malioboro, Yogyakarta, Jumat (5/3/2010). Hatta memang berharap DPP PAN tetap ingin Amien tetap berada di dalam PAN. “Beliau kan pendiri, kalau kita bisa tetap bersama kan lebih baik,” ujar Hatta. Kamis (4/3/2010) kemarin, Amien Rais mengaku 90% akan mundur dari Ketua MPP PAN. Dia ingin aktif kembali ke Muhammadiyah, meski bukan sebagai ketua umum. Rencananya Amien Rais akan menggelar jumpa pers siang ini di DPR. Amien Rais pernah menjadi ketua PP Muhammadiyah pada 1995-1998. Di tengah periode, Amien Rais mengundurkan diri pada 1998 karena didapuk sebagai ketua umum DPP PAN. Kini, Amien menjadi perbincangan di kalangan Muhammadiyah tentang sepak terjangnya yang akan kembali ke Muhammadiyah. (asy/nrl)

PD: Koalisi Harus Dievalusi untuk Sukseskan Pemerintahan

PD: Koalisi Harus Dievalusi untuk Sukseskan Pemerintahan

2010-03-05 10:04:00 – Jakarta -
Partai Demokrat sepakat dengan apa yang disampaikan Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas. PD memandang koalisi sudah tidak mampu menopang pemerintah dan harus segera dievaluasi.”Kalau partai koalisi tidak memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kesinambungan komitmen koalisi, maka memang ada tempatnya apabila komitmen koalisi itu dievaluasi,” komentar politisi PD Benny K Harman.Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPR ini sebelum rapat paripurna penutupan masa sidang DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/3/2010).Menurut Benny, koalisi yang baik adalah koalisi yang kokoh di DPR untuk mendukung pemerintahan. Dengan demikian maka pemerintahan yang solid akan tercapai.”Intinya, komitmen koalisi itu adalah menjaga soliditas dan efektivitas jalannya pemerintahan. Menyukseskan program pemerintahan juga salah satunya,” ungkapnya.Sebelumnya diberitakan Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas menyatakan bahwa partainya akan mencoba berkoalisi dengan PD. Menurut Taufiq, posisi PD dan partai koalisi di DPR kurang kuat untuk menopang pemerintahan SBY-Boediono. (van/nrl)

Hak Angket Tak Berjodoh dengan Pemakzulan Presiden

Hak Angket Tak Berjodoh dengan Pemakzulan Presiden

2010-03-05 08:37:33 – Yogyakarta -
Keputusan DPR untuk memilih opsi C dalam paripurna semakin meningkatkan dorongan pemakzulan. Padahal, antara hak angket dan pemakzulan tak berjodoh.”Angket itu dari awal nggak cocok dengan sistem presidensil. Angket berujung pada mosi tak percaya untuk ketua parlemen dalam sistem parlementer, bukan pemakzulan bagi presiden,” kata mantan ketua MA Bagir Manan.Hal itu dikatakan Bagir saat ditemui detikcom di Hotel Inna Garuda, Jl Malioboro, Yogyakarta, Jumat (5/3/2010).Menurut Bagir, konsep pemakzulan banyak diambil dari AS. Presiden AS bisa dimakzulkan karena perbuatan pidana. Namun di Indonesia, kriterianya ditambah lagi yaitu pemakzulan karena perbuatan tercela dan karena tidak memenuhi syarat lagi sebagai presiden.”Kategori ini tadinya tidak ada. Nah sekarang DPR harus tentukan, mau pakai kriteria yang mana,” tuturnya.Bagir menyatakan, sepanjang sejarah AS baru 2 presiden yang dicoba untuk dimakzulkan, yaitu Andrew Johnson karena mendukung perbudakan dan Bill Clinton terkait perselingkuhan. Namun keduanya pun gagal dimakzulkan.”Sudah benar kalau di Indonesia, aturan pemakzulan dipersulit supaya impeachment itu necessary evil. Butuhnya hanya karena terpaksa. Jadi bukan untuk mainan,” paparnya.Bagir menambahkan upaya pemakzulan masih jauh panggang dari pada api. “Sekarang habis (angket) ini, mau apa? Kan nggak bisa juga beri komando ke petugas hukum. Apa petugas hukum akan mau melakukan pengusutan? Paling-paling hanya akan dijadikan petunjuk awal saja,” jelasnya. (amd/nrl)