Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Dua’

25 Luka, Enam Tewas akibat Bom Bunuh Diri

25 Luka, Enam Tewas akibat Bom Bunuh Diri

Jumat, 5 Maret 2010 | 17:15 WIB

HANGU, — Pengebom bunuh diri menewaskan paling tidak enam orang dekat satu pasar di Pakistan barat, Jumat (5/3/2010), demikian pernyataan yang dikeluarkan pihak kepolisian.
”Penyerang tersebut meledakkan bom yang dibawanya ketika satu konvoi sipil, yang dikawal pasukan keamanan, lewat. Ledakan itu juga mencederai 25 orang,” kata polisi.
Bom-bom bunuh diri [...]

Jelang Malam, Suasana di Depan Kampus Alaudin Berangsur Normal

Jelang Malam, Suasana di Depan Kampus Alaudin Berangsur Normal

2010-03-04 17:53:45 – Makassar -
Menjelang malam suasana di lokasi bentrokan, tepatnya di depan kampus UIN Alaudin, Jl Sultan Alaudin, Makassar, terus berangsur normal. Bahkan arus lalu lintas di jalan tersebut saat ini sudah dibuka untuk dua arah.Pantauan detikcom, Kamis (4/3/2010), hampir semua mahasiswa sudah menarik diri ke dalam kampus UIN Alaudin. Tidak ada lagi terlihat kerumunan mahasiswa dalam jumlah besar di depan kampus. Demikian pula dengan warga atau polisi. Meski masih bersiaga, polisi saat ini berada cukup jauh dari depan gerbang kampus UIN Alaudin.  Hanya terlihat sekelompok orang berbincang-bincang di trotoar jalanan.Sejumlah Polantas tampak sibuk mengatur arus lalu lintas. Penutupan jalan yang dilakukan mahasiswa memang telah membuat kemacetan yang cukup parah di Jl Alaudin. Apalagi, jalan tersebut merupkan jalan utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa. (mna/djo)

Bentrok di Jl Sultan Alauddin, Lalu Lintas Makassar-Gowa Dialihkan

Bentrok di Jl Sultan Alauddin, Lalu Lintas Makassar-Gowa Dialihkan

2010-03-04 16:06:07 – Jakarta -
Bentrok pecah di Jl Sultan Alauddin, Makassar. Arus lalu lintas dari Makassar-Gowa pun dialihkan ke sejumlah jalan lain.Jl Sultan Alauddin, Makassar, lokasi bentrok antara mahasiswa, warga, dan polisi adalah jalan poros yang menghubungkan antara Makassar dan Kabupaten Gowa. Karena jalan ini ditutup, transportasi yang menghubungkan kedua kota pun lumpuh.Berdasarkan pantauan detikcom, Kamis (4/3/2010) para pengendara dari Makassar yang ingin menuju kabupaten Gowa dialihkan ke dua jalan alternatif. Pengendara yang dari arah Jl Pettarani, diarahkan Jl Mapala, untuk selanjutnya menuju kabupaten Gowa. Sementara pengendara dari Jl Sultan Alauddin diarahkan ke Jl Mannuruki.Sedangkan untuk pengendara yang berasal dari Kabupaten Gowa yang ingin masuk Makassar, dialihkan ke Jl Mallengkeri. Sejumlah polisi nampak sibuk menertibkan sejumlah jalan alternatif itu. Terlebih banyaknya pengendara yang memilih berhenti, dan menonton bentrokan mahasiswa. Belum lagi, sejumlah jalan alternatif itu tergolong sempit, ditambah volume kendaraan yang saling bersesakan.Penutupan Jl Sultan Alauddin sejak pagi memang meresahkan para warga. Tukang becak yang biasanya mangkal disekitar jalan itu mengeluhkan susahnya mendapat penumpang, setelah jalan ditutup oleh mahasiswa. (gun/ndr)

Sri Mulyani Tak Mau Respons Permintaan Non-Aktif DPR

Sri Mulyani Tak Mau Respons Permintaan Non-Aktif DPR

2010-03-04 13:21:01 – Jakarta -
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan belum akan mundur dari jabatannya saat ini meski ada desakan dari DPR agar dirinya non-aktif setelah Rapat paripurna DPR menyatakan bailout Bank Century bermasalah”Saya tidak akan memberikan reaksi lebih lanjut, itu statement saya, mohon dipahami. Saya tidak akan melakukan reaksi yang spontan terhadap pandangan (permintaan mundur) tersebut,” katanya usai rapat Paripurna DPR di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (4/3/2010).Ketika ditanya apakah akan hanya mundur untuk sementara waktu saja, ia menjawab, “Seperti yang saya sebutkan tadi, pernyataan saya untuk pagi hari ini berkenaan dengan dua poin tersebut. Kalau saya diizinkan sebagai pejabat negara, saya sudah menyampaikan statement saya,” ujarnya.Rapat paripurna DPR pada Rabu (3/3/2010) malam akhirnya memutuskan pemberian FPJP dan PMS untuk Bank Century bermasalah. Tim 9 bahkan merekomendasikan agar Sri Mulyani dan Boediono non-aktif dulu selama proses penyelidikan.Menurutnya, respons resmi dari pemerintah terkait rekomendasi DPR tersebut akan disampaikan pada waktunya. Maka dari itu, ia mengaku tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai rekomendasi tersebut.”Nanti respons pemerintah akan disampaikan pada waktunya. Boleh enggak itu dihormati,” tutupnya sambil memasuki mobilnya dan mengacuhkan pertanyaan wartawan yang bertubi-tubi. (ang/qom)

Tabrakan di Kuningan Sebabkan 2 Orang Luka Berat

Tabrakan di Kuningan Sebabkan 2 Orang Luka Berat

2010-03-04 09:03:17 – Jakarta -
Kecelakaan antara sepeda motor, taksi dan penyeberang jalan, terjadi di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tepatnya di depan Setiabudi Building ke arah Menteng. Kecelakaan ini membuat dua orang mengalami luka berat. TMC Polda Metro Jaya, Kamis (4/3/2010), menyatakan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu motor dengan dengan nomor polisi B 6981 SDW menabrak penyeberang jalan. Kemudian motor itu oleng dan ditabrak taksi dengan nomor polisi B 1921 IE. Kecelakaan itu menyebabkan penyeberang jalan dan juga pengendara motor tersebut mengalami luka berat. Petugas kemudian membawa dua orang korban kecelakaan itu ke RS MMC. Peristiwa itu sempat membuat lalu lintas dari Kuningan arah Menteng macet. (nal/nrl)

Pengamat: Sikap Solid Golkar dan PKS Sebabkan PPP Balik Arah

Pengamat: Sikap Solid Golkar dan PKS Sebabkan PPP Balik Arah

2010-03-04 08:26:32 – Jakarta -
Fraksi PPP secara mengejutkan berbalik arah pada voting sidang Paripurna DPR terkait Bank Century. Perubahan yang dilakukan FPPP ini dinilai akibat solidnya Golkar dan PKS sebagai pihak yang menyatakan ada permasalahan terkait bailout Bank Century.”Menurut saya berpindahnya suara PPP untuk kemudian memilih opsi C karena Golkar dan PKS solid untuk pilih opsi C,” kata Pengamat Politik Burhanudin Muthadi kepada detikcom, Kamis (4/3/2010).Seperti halnya PPP, Golkar dan PKS juga partai yang berkoalisi dengan pemerintah. PPP yang sebelumnya memang menganggap ada masalah dalam bailout Bank Century akhirnya memilih untuk bergabung dengan dua partai koalisi tersebut.”PPP menganggap tidak ada gunanya memilih opsi A,” jelas Burhanudin.Burhanudin menambahkan, memang ada keanehan terkait langkah yang diambil ketiga partai koalisi tersebut. Seharusnya, kata Burhanudin, sebagai partai koalisi mereka tidak ‘melawan’ pernyataan SBY yang mengatakan tidak ada masalah dalam bailout Bank Century.”Kalau Golkar, PKS dan PPP sebagai bagian koalisi dan SBY sebagai patron koalisi, menjadi aneh mengapa mereka tidak mengikuti statement SBY. Itu karena mereka sejak awal menyatakan ada indikasi bailout century bermasalah,” terangnya. (ddt/anw)

Polri Siap Antisipasi Segala Kemungkinan

Polri Siap Antisipasi Segala Kemungkinan

2010-03-04 05:30:33 – Jakarta -
Sidang Paripurna DPR menyikapi Pansus Bank Century memutuskan memilih opsi C yakni memutuskan kebijakan pemberian FPJP dan PMS untuk menyelamatkan Bank Century sebagai kebijakan bermasalah. Polri mengaku siap mengantisipasi atas hasil Pansus tersebut. “Segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, kita sudah instruksikan kepada seluruh jajaran di Indonesia untuk lakukan upaya pencegahan,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010) malam. Edward mengatakan, segala keputusan yang telah diambil dalam proses politik layak untuk dihormati. Dia pun meminta, hasil yang diambil DPR tidak perlu disikapi secara berlebihan. “Boleh panas, tetapi tidak perlu berlebihan. Mari kita ingat pekerjaan kita masih banyak,” imbuh jenderal bintang dua tersebut. Edward menambahkan, kalau Polri siap menindaklanjuti hasil Pansus DPR. “Kalau ada (rekomendasi dari DPR), tentunya polisi akan menindaklanjuti dan melengkapi data-data yang selama ini kita dapatkan. Tentunya dengan prinsip praduga tak bersalah,” tambahnya. (ddt/anw)

Polri Tetapkan 5 Tersangka

Polri Tetapkan 5 Tersangka

2010-03-04 02:10:24 – Jakarta -
Setelah dilakukan pemeriksaan selama 1×24 jam, polri menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Kelima orang tersebut diduga terlibat aksi demo rusuh di depan gedung DPR/MPR Selasa kemarin. “Setelah dilakukan pemeriksaan. Polisi sudah menemukan kualifikasi perbuatan mereka. lima orang sebagai tersangka,” kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010) malam. Edward mengatakan, semua tersangka adalah pendemo di Jakarta. Sementara, 5 orang lainnya dari Kalimantan Timur dan 2 diSemarang yang ditangkap kemarin tidak dijadikan tersangka. “Namun karena ancaman hukumannya kurang 5 tahun. Polisi tidak melakukan penahanan,” jelasnya. Kelima tersangka, diduga melakukan tindak pidana perusakan, pencemaran baik, penghinaan. Meski dilepas, kelimanya akan tetap dilakukan pemeriksaan selanjutnya. “BAP akan terus dilanjutkan,” imbuh jenderal bintang dua ini. Pada demo rusuh Selasa kemarin, Polri menangkap 12 orang dari seluruh Indonesia. Sementara hari Rabu 3 Maret, ada 5 orang lagi diamankan. (ape/ddt)

Jet Tempur Korsel Tabrak Gunung, 3 Pilot Tewas

Jet Tempur Korsel Tabrak Gunung, 3 Pilot Tewas

2010-03-03 02:46:25 – Seoul -
Dua jet tempur milik angkatan udara Korea Selatan menabrak gunung dalam latihan penerbangan malam rutin. 3 Pilot jet tersebut tewas.Jet berjenis F-5 itu mengalami kecelakaan 5 menit setelah lepas landas dari pangkalannya di Gengneung, 160 Km timur ibu kota Korsel, Seoul.”Tim pencari kami telah menemukan bagian (tubuh) pilot dan puing-puing berserakan di sepanjang punggung gunung,” ujar seorang seorang juru bicara angkatan udara Korsel.”Kami mengambil kesimpulan bahwa pilot-pilot itu tewas dalam kecelakaan,” imbuhnya seperti dikutip dari news.com.au, Rabu (3/3/2010).Kecelakaan ini merupakan kedua kalinya terjadi di Korsel dalam dua tahun. Pada November 2008 lalu, dua jet tempur F-5Es jatuh di timur laut Seoul. (irw/fiq)

Perpu Plt Ditolak, Pemerintah Butuh 6 Bulan Cari Pengganti Tumpak

Perpu Plt Ditolak, Pemerintah Butuh 6 Bulan Cari Pengganti Tumpak

2010-03-03 00:24:41 – Jakarta -
Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean segera berakhir masa tugasnya karena perpu No 4 Tahun 2009 ditolak DPR. Untuk mencari penggantinya, pemerintah butuh waktu hingga 6 bulan.”Pemerintah juga sudah berusaha menjelaskan latar belakang serta antisipisasi masa datang perpu tersebut jika terjadi kekosongan pimpinan KPK, waktu untuk rekruitmennya mencapai 6 bulan,” kata Menkum HAM Patrialis Akbar kepada wartawan saat dihubungi, Selasa (2/3/2010) malam.Pemerintah lewat Kementerian Hukum dan HAM mengaku sudah menyiapkan panitia seleksi pemilihan pimpinan KPK baru. Selain itu, dalam waktu dekat, surat keputusan pemberhentian Tumpak sebagai pimpinan KPK juga akan diterbitkan.Terkait alasan DPR menolak Perpu tersebut, Patrialis mengaku bisa memahaminya. Sebab, kondisi KPK saat ini sudah kembali normal seperti sebelumnya.”Alasannya adalah sudah tidak relevan lagi dengan situasi sekarang di mana pimpinan KPK yang diberhentikan sementara itu dua dari tiga orang sudah aktif kembali. Pemerintah memahami pendapat mayoritas fraksi,” tutupnya.Perpu pengangkatan Tumpak sebagai pimpinan KPK ditolak oleh mayoritas fraksi di Komisi III DPR. Keputusan tersebut diambil lewat muasyawarah dengan komposisi dukungan 7:2.Dua partai yang mendukung adalah Partai Demokrat dan PKB. Sementara 7 partai lain menolak. Keputusan ini nanti akan dibawa dalam rapat paripurna DPR pada 4 Maret 2010 untuk disahkan. (mad/irw)