Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Istana Negara’

Hampir Dipastikan Tumpak Tinggalkan Posisi Ketua KPK

Hampir Dipastikan Tumpak Tinggalkan Posisi Ketua KPK

Senin, 8 Maret 2010 | 19:47 WIB

JAKARTA, — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengatakan, Presiden Yudhoyono telah menyetujui usulannya untuk membentuk panitia seleksi ketua KPK. Hal ini dilakukan menyusul penolakan Komisi III DPR terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pelaksana Tugas [...]

Didampingi Pimpinan KPK, Presiden dan Wapres akan Umumkan Kekayaan

Didampingi Pimpinan KPK, Presiden dan Wapres akan Umumkan Kekayaan

2010-03-05 08:06:04 – Jakarta -
Berapa harta kekayaan Presiden SBY dan Wapres Boediono? Rasa penasaran itu akan terjawab 2 jam lagi. Pemimpin Indonsia 2009-2014 itu akan mengumumkan asetnya ditemani pimpinan KPK.”Iya benar, akan diumumkan,” kata Wakil Ketua KPK M Jasin kepada detikcom, Jumat (5/3/2010).Pengumuman akan dilakukan di Istana Negara pada pukul 10.00 WIB. Sejumlah pimpinan KPK yang hadir adalah, Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, Wakil Ketua KPK Haryono Umar dan Bibit Samad Rianto.”Saya dan Pak Chandra ada acara lain,” imbuhnya.Pengumuman kekayaan ini diwajibkan bagi pejabat negara sebagaimana diatur dalam UU No 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas KKN.Sebelumnya, beberapa menteri juga sudah mengumumkan hartanya di KPK. Mereka menjelaskan perubahan harta dari pelaporan sebelum menjabat hingga kekayaan setelah lengser dari jabatan.Saat melaporkan kekayaannya ke KPU pada Pilpres 2009 lalu, SBY mencantumkan asetnya senilai Rp 6.848.049.611. Sedang Boediono lebih kaya lagi yaitu  Rp 22.067.815.019. (mad/nrl)

SBY Tuding Ada Pihak yang Berlindung di Balik Kisruh Century

SBY Tuding Ada Pihak yang Berlindung di Balik Kisruh Century

2010-03-04 21:28:22 – Jakarta -
Presiden SBY cukup geram melihat hiruk-pikuk kasus Century yang selalu menghiasi headline media nasional. SBY mensinyalir ada pihak yang bersembunyi di balik kisruh skandal Bank Century.”Terkait dengan kasus Bank Century ini, justru kita harus menindaklanjuti secara tuntas indikasi penyimpangan dan kejahatan oleh pihak-pihak tertentu yang nyata-nyata merugikan negara. Boleh jadi, selama ini mereka berlindung dan bersembunyi di balik hiruk-pikuk politik Bank Century,” kata SBY dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2010).Tapi siapa orang yang dimaksud SBY, tidaklah jelas. Apakah tokoh pengemplang pajak? SBY tidak menyebut nama. Lebih lanjut SBY menyatakan tidak akan mundur seinci pun untuk tetap melanjutkan program penegakan hukum yang sudah dicanangkan selama ini. Sebab, cara itulah yang diyakini akan menjadikan pemerintahan efektif karena bersih dari seluruh hal-hal yang merusak.”Perlu saya tegaskan di sini, pemerintah yang saya pimpin akan terus menjalankan pemerintahan yang bersih,” tegasnya.SBY juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan pemerintahannya mewujudkan kesejahteraan rakyat secara nyata. “Pemerintahan yang saya pimpin akan terus memegang tanggung jawab, serta mencurahkan segala upaya untuk memajukan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di seluruh tanah air,” pungkasnya. (yid/asy)

Boediono Simak Pidato SBY dengan Tenang

Boediono Simak Pidato SBY dengan Tenang

2010-03-04 20:16:09 – Jakarta -
Wapres Boediono hadir saat pembacaan pidato Presiden SBY terkait hasil paripurna DPR tentang kasus Bank Century. Ia tampak tenang dan ramah menyalami para anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Pantauan detikcom, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/3/2010), Boediono saat datang bersama beberapa staf khusus. Ia langsung menyalami Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan beberapa menteri lain. Saat pidato dibacakan, Boediono duduk di samping Ibu Negara Ani Yudhoyono. Berbalut jas hitam dan kemeja putih, ia tampak tenang dan serius selama pidato berlangsung. Hingga pukul 20.13 WIB, SBY masih membacakan pidatonya. Rencananya, usai pembacaan pidato tersebut, Boediono juga akan berbicara menanggapi hasil paripurna DPR yang menyatakan bailout Century bermasalah. (mad/iy)

Menteri Parpol Koalisi Tampik Akan Ada Reshuffle

Menteri Parpol Koalisi Tampik Akan Ada Reshuffle

2010-03-04 14:43:49 – Jakarta -
Meski jelas berseberangan dengan FPD dalam voting paripurna Century, tapi menteri dari partai koalisi menilai itu bukan penghkhianatan terhadap koalisi. Mereka pun menampik  akan direshuffle.”Kan ini kabinet presidensil, jadi soal koalisi itu terserah kepada presiden,” kata Menko Kesra Agung Laksono di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2010).Menteri yang mewakili Partai Golkar ini juga menegaskan masalah di dalam kabinet dan dinamika parlemen adalah masalah berbeda. Karenanya tidak perlu Golkar mengundurkan diri dari kolisi serta menarik kadernya yang duduk dalam kabinet.”Ah nggak perlu. Itu kan dua masalah yan berbeda,” ujarnya.Jawaban kurang lebih sama juga disampaikan Menpera Suharso Monoarfa ketika ditanya soal sikap FPPP yang bersebarangan dengan FPD akan berujung pada pencopotan dirinya dari kabinet. “Reshuffle itu kan hak prerogatif presiden ya. Tapi saya kira nggaklah,” ujar politisi dari PPP ini.Sementara Mensos Salim Assegaf Al-Zuhri mengakui bahwa pilhan FPKS bertentangan dengan FPD. Tetapi pilihan sikap yang beda itu bagi dia bukan merupakan pengkhianatan terhadap koalisi.”Tidak ada pengkhianatan. Pansus itu bukan lembaga peradilan, itu paling penting. Tapi untuk menjelaskan apa yg terjadi, saya pikir itu pendapat buat menjelaskan apa yang terjadi. Negara kita demokrasi, tetapi kita tetap pada komitmen koalisi,” jelas elite dari PKS ini. (lh/nrl)

Mengaku Dilematis, Suryadharma Merasa Tak Ada Masalah dengan Koalisi

Mengaku Dilematis, Suryadharma Merasa Tak Ada Masalah dengan Koalisi

2010-03-04 13:30:44 – Jakarta -
Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengaku dilematis dengan pilihan FPPP yang berseberangan dengan Fraksi Partai Demokrat (FPD) dalam paripurna pengambilan keputusan akhir Century. Meski berbeda, Surya mengaku tidak ada masalah dengan koalisi. “Dilematis pasti, sebab kami kan ada dalam koalisi. Tapi tidak masalah,” kata Surya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2010). Surya menuturkan, sejak semula memang FPPP berpendapat lain dengan opsi yang ditawarkan dalam paripurna, yakni opsi A dan opsi C. FPPP mengusulkan opsi alternatif yakni opsi AC untuk menjembatani kedua opsi yang menurut FPPP memiliki pandangan yang secara substansial berbeda tipis. Tetapi karena opsi AC kandas dalam voting tahap pertama, maka FPPP harus memilih di antara dua opsi yang ada. Dalam voting berikutnya, akhirnya FPPP menjatuhkan pilihannya ke opsi C. Pilihan ini berbeda dengan pilihan Fraksi Partai Demokrat (FPD) yang memilih opsi A. “Itu kan pilihan. Tiap pilihan itu ada risikonya,” papar pria yang menjabat Menteri Agama ini. Dalam voting tahap kedua di paripurna semalam, 39 anggota FPPP memilih opsi C yang menyatakan kebijakan bailout Bank Century bermasalah. Di voting tahap pertama, FPPP sejalan dengan FPD yang mendukung adanya opsi AC. (Rez/iy)

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Temui SBY

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan Temui SBY

2010-03-04 07:01:05 – Jakarta -
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Kofi Annan akan menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan berlangsung di Istana Negara.Informasi yang dihimpun detikcom, Kamis (4/2/2010), pertemuan akan berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB. Acara dilanjutkan dengan presidential lecture pada pukul 10.00 WIB.Kofi Annan lahir pada 8 April 1938. Dia adalah diplomat asal Ghana yang tampil ketujuh sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa pada periode 1 Januari 1997 hingga 31 Desember2006 untuk dua kali masa jabatan lima tahunan. Pada 1 Januari 2007 lalu, ia digantikan Ban Ki-moon. Pria berkulit gelap ini pernah meraih Piala Nobel Perdamaian pada 2001.Annan pernah datang ke Indonesia pada 2006 lalu saat terjadi musibah gempa bumi dan tsunai di Aceh. (anw/ddt)

Presiden SBY Tolak Komentari Ricuh Paripurna DPR

Presiden SBY Tolak Komentari Ricuh Paripurna DPR

2010-03-02 19:24:08 – Jakarta -
Presiden SBY memilih menahan diri untuk berkomentar soal kericuhan yang dalam sidang paripurna DPR tentang Pansus Century. Pada waktunya Presiden SBY akan menyampaikan pandangan dan pikirannya sendiri terkait kasus bailout Bank Century. “Bapak presiden menahan diri untuk berkomentar terkait yang terjadi di DPR hari ini. Mudah-mudahan dalam pidatonya nanti, akan diungkapkan pandangan-pandangan beliau,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/3/2010)Menurut dia, dalam waktu dekat Presiden SBY memang akan menyampaikan pandangan dan pikiran-pikirannya terkait kasus Bank Century. “Presiden akan menyampaikan pandangan dan pikiran-pikiran beliau dalam waktu dekat,” katanya.Soal pertemuan Presiden dengan tiga Menteri Kordinator siang tadi di kantor kepresidenan, Julian mengatakan hal itu hanya pertemuan biasa dan agendanya membahas isu-isu terkini terkait kegiatan pemerintahan. Sementara pemanggilan Wapres Boediono adalah untuk melaporkan perkembangan penanganan bencana alam di Tenjolaya, Jawa Barat.”Pak Wapres melaporkan perkembangan pencegahan bencana yang akhir-akhir ini sering terjadi baik di Indonesia maupun di luar negeri,” tambah Julian. (Rez/lh)

Massa Pro dan Kontra Century Geruduk DPR, Arus Lalin Dialihkan

Massa Pro dan Kontra Century Geruduk DPR, Arus Lalin Dialihkan

2010-03-02 06:36:42 – Jakarta -
Massa pendukung bailout Century dan yang menolak kucuran dana Rp 6,7 triliun akan menggeruduk gedung DPR RI. Selain itu, titik lain juga akan didatangi pendemo seperti Istana Negara dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Pengendara yang melintas diharapkan dapat mewaspadai kemacetan  di titik tersebut.”Kami akan mengerahkan 500 orang lebih. Kami mendukung Century sesuai mekanisme hukum,” kata salah satu koordinator aksi pendukung pemerintah, Heru Purwoko seperti rilis yang diterima detikcom, Selasa(2/3/2010).Akibat banyaknya jumlah massa yang diprediksi mencapai ribuan, arus lalu-lintas dimungkinkan macet. Polisi telah menyiapkan antisipasi dengan pengalihan arus. Untuk titik demo di Istana Negara, arus kendaraan dari arah Bundaran HI yang akan lewat Monas atau sekitar Istana Merdeka dialihkan lewat Cideng atau Tanah Abang. Kemudian kendaraan dari arah Harmoni dibuang ke jalan Juanda. Sementara di gedung DPR, pengalihan lalu-lintas menunggu situasi pendemo memadati jalan Gatot Subroto. Bila sudah tidak terkendali, lalu-lintas di depan Gedung DPR/MPR dari arah Semanggi menuju Grogol dialihkan ke arah TVRI dan Palmerah.Selain di DPR, polisi lewat situs resminya TMC Polda Metro Jaya mencatat titik pendemo berada di gedung KPK dan pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Untuk jumlah kelompok, polisi mencatat sedikitnya 24 elemen masyarakat.Massa Pro dan Kontra Century Geruduk DPR, Arus Lalin DialihkanMassa pendukung bailout Century dan yang menolak kucuran dana Rp 6,7 triliun akan menggeruduk gedung DPR RI. Selain itu, titik lain juga akan didatangi pendemo seperti Istana Negara dan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Pengendara yang melintas diharapkan dapat mewaspadai titik macet dititik tersebut.”Kami akan mengerahkan 500 orang lebih. Kami mendukung Century sesuai mekanisme hukum,” kata salah satu koordinator aksi pendukung pemerintah, Heru Purwoko seperti rilis yang diterima detikcom, Selasa(2/3/2010).Akibat banyaknya jumlah massa yang diprediksi mencapai ribuan, arus lalu-lintas dimungkinkan macet. Polisi telah menyiapkan antisipasi dengan pengalihan arus. Untuk titik demo di Istana Negara, arus kendaraan dari arah Bundaran HI yang akan lewat Monas atau sekitar Istana Merdeka dialihkan lewat Cideng atau Tanah Abang. Kemudian kendaraan dari arah Harmoni dibuang ke jalan Juanda. Sementara di gedung DPR, pengalihan lalu-lintas menunggu situasi pendemo memadati jalan Gatot Subroto. Bila sudah tidak terkendali, lalu-lintas di depan Gedung DPR/MPR dari arah Semanggi menuju Grogol dialihkan ke arah TVRI dan Palmerah.Selain di DPR, polisi lewat situs resminya TMC Polda Metro Jaya mencatat titik pendemo berada di gedung KPK dan pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Untuk jumlah kelompok, polisi mencatat sedikitnya 24 elemen masyarakat. (Ari/ape)

Muhammad, Pemimpin Moralis yang Tak Berwajah Pembohong

Muhammad, Pemimpin Moralis yang Tak Berwajah Pembohong

2010-02-26 07:40:51 – Jakarta -
Mantan Menteri  Agama KH Tolchah Hasan bertindak sebagai pengisi hikmah Maulid dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Istana Negara. Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono itu, KH Tolchah Hasan menceritakan sosok Nabi Muhammad sebagai figur pemimpin yang moralis, tidak memiliki wajah pembohong.”Muhammad adalah manusia yang paling berpengaruh di dunia. Moralis, jujur, dan bertanggung jawab,” demikian pujian KH Tolchah di hadapan ratusan hadirin peserta peringatan Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.Hadir dalam acara tersebut para duta besar negara sahabat, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II beserta para istri dan suami, serta para pemimpin lembaga tinggi negara.Muhammad, menurut Tolchah, mengalami masa keemasan dalam memimpin Islam saat hijrah ke Madinah selama 10 tahun. Dalam masa itu, Muhammad didukung penuh oleh kaum muslimin, dicintai serta didukung habis-habisan.”Beda dengan masyarakat Makkah, reaksi penduduk Makkah saat itu tak seperti di Madinah. Karena Nabi Muhammad berusaha untuk merubah feodalisme dan otoriter menjadi demokratis,” papar pengasuh pesantren mahasiswa Ainul Yaqin, Malang, Jawa Timur ini.Bukan Cuma orang muslim saja yang cinta kepada Muhammad. Bahkan komunitasnonmuslim pun juga memberikan rasa hormat yang lebih kepada nabi akhir zamantersebut. Dikisahkan oleh Tolchah, seorang intelektual Yahudi pada masa itu, Abdullah Bin Salam, begitu ingin melihat langsung sosok Muhammad.”Saya ingin melihat sendiri wajah Muhammad. Setelah saya lihat sendiri wajahnya, saya jatuh cinta. Dan saya ikut mengagumi orang ini (Muhammad). Kenapa? Pertama kali saya melihat wajah Muhammad, saya yakin ini bukan wajah pembohong,” kata Abdullah Bin Salam seperti ditirukan oleh Tolchah.Dan akhirnya, Abdullah Bin Salam pun masuk Islam setelah melihat wajah Muhammad yang tidak ada tampang pembohong itu. Muhammad, lanjut Tolchah, juga senantiasa membangun hubungan harmonis dengan umat, atau pun dengan sesama manusia. Muhammad juga mencetuskan masyarakat muslim yang berbudaya, religius, etis, demokratis dan damai.Dalam suatu kisah, diceritakan ada seorang sahabat Nabi bernama Usamah Bin Zaid, meminta kepada Nabi Muhammad agar salah seorang warga Arab yang terpandang dan kaya yang melakukan perbuatan kriminal diminta untuk dibebaskan dari jeratan hukum. Muhammad pun dengan tegas menolaknya.”Cara-cara seperti inilah yang salah. Orang miskin ditindak, tapi jika dia berasal dari golongan terhormat dibebaskan dari hukuman, saya tidak mau,” demikian kata Muhammad seperti ditirukan Tolchah.Muhammad dianggap mempersatukan penduduk Madinah dan sekitarnya yang berbeda suku dan agama. Muhammad juga membebaskan kaum nonmuslim untuk beribadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.”Sebagaimana tercantum dalam Piagam Madinah, cikal bakal Negara Islam Madinah dengan penduduk yang pluralis,” pungkas Tolchah. (anw/rdf)