Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Kantor’

Fatwa PP Muhammadiyah: Merokok Itu Haram !!!

Fatwa PP Muhammadiyah: Merokok Itu Haram !!!

Selasa, 9 Maret 2010 | 11:02 WIB

JAKARTA, — Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Majlis Tarjih dan Tajdid, mengeluarkan fatwa baru terhadap hukum merokok. Setelah menelaah manfaat dan mudarat rokok, Majlis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah berkesimpulan bahwa merokok secara syariah Islam masuk dalam kategori haram. Keputusan ini diambil dalam halaqoh tentang [...]

Pegulat Sumo Mencuri Mesin Kasir

Pegulat Sumo Mencuri Mesin Kasir

Minggu, 7 Maret 2010 – 10:11 wib
MOSKOW – Seorang pegulat sumo secara paksa memboyong sebuah mesin kasir di pertokoan Kota Moskow, Rusia. Pegulat itu kabur mengangkat mesin kasir seberat 90 kilogram di bahunya.
Tersangka yang ditemani seorang pelaku lainnya, memasuki sebuah pusat perbelanjaan di Moskow dan langsung mengambil sebuah mesin kasir [...]

Rincian Harta Kekayaan Presiden SBY

Rincian Harta Kekayaan Presiden SBY

2010-03-05 11:41:58 – Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) memiliki kekayaan senilai Rp 7,6 miliar dan US$ 269.730. Harta ini berupa tanah ribuan meter persegi yang diperoleh dari hibah maupun milik sendiri, barang antik, dan harta kekayaan lainnya. Data harta kekayaan SBY ini diperoleh dari data laporan kekayaan pejabat negara yang diakses di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/3/2010). Berikut rincian harta kekayaan SBY per 23 November 2009: SBY memiliki sejumlah harta tidak bergerak. SBY memiliki tanah di Kabupaten Bogor dari hasil hibah tahun 2007 yang luasnya 9.465 meter persegi dengan nilai Rp 132,5 juta. SBY punya tanah dan bangunan di Kabupaten Bogor seluas 3.186 meter persegi dan bangunan 900 meter yang diperoleh tahun 1996 dengan nilai Rp 2,2 miliar. SBY juga punya tanah seluas 1.000 meter persegi di Kabupaten Bogor dari hasil sendiri yang dibeli tahun 1999 dengan nilai Rp 64 juta. Selain tanah, SBY punya logam mulia tahun 2006 yang diperoleh dari hasil sendiri harganya Rp 47 juta. Tahun 1995-1997, SBY mendapat warisan logam mulia senilai Rp 7 juta. SBY mendapat hibah logam mulia tahun 1995-1997 senilai Rp 2,1 juta. Batu mulia dari hasil sendiri tahun 2006 nilainya Rp 26 juta. Ada batu mulia hibah tahun 1995-1997 senilai Rp 10 juta. Yang menarik, SBY punya barang seni dan barang antik perolehan hasil sendiri tahun 1995-1999 ( penambahan data baru). Pada bulan Mei 2009 nilainnya Rp 25 juta. Namun data November 2009, nilainya menjadi Rp 321 juta. SBY memiliki sejumlah benda bergerak lainnya yang diperoleh dari hasil sendiri tahun 1976 sampai 2009 (ada penambahan data baru). Data Mei 2009 nilainya Rp 42.000.000. Sedangkan  November nilainya Rp 437.915.000. SBY punya motor Suzuki Tornado tahun 1997 dari hibah nilainya Rp 2,5 juta. Mobil Range Rover buatan tahun 2002 yang diperoleh tahun 2006 senilai Rp 500 juta. Selanjutnya, harta Giro dan stara kas lainnya yang dimiliki SBY dan berasal dari hasil sendiri senilai Rp 3.854.135.204 dan US$ 269 730. Total keseluruhan: Rp 7.616 270.204 dan US$ 269.730. Harta ini jumlahnya bertambah jika dibandingkan data bulan Mei 2009 yakni Rp 6.848.049.611 dan US$ 246.389. (aan/asy)

Todung: Saya Bukan Anggota Peradi, Tapi KAI

Todung: Saya Bukan Anggota Peradi, Tapi KAI

2010-03-05 11:41:02 – Jakarta -
Todung Mulya Lubis mengaku tidak mengerti mengapa diberhentikan tetap sebagai advokat oleh Majelis Kehormatan Banding Dewan Pusat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Sebab dia bukan anggota Peradi.”Saya bukan anggota Peradi,” kata Todung saat dihubungi detikcom, Jumat (5/3/2010).”Saya sudah di Kongres Advokat Indonesia (KAI). Saya tidak mengerti,” imbuhnya.Pada Kamis 4 Maret lalu, Majelis Kehormatan Banding Dewan Pusat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) memberhentikan secara tetap Todung Mulya Lubis sebagai advokat. Putusan ini menguatkan putusan Majelis Kehormatan Daerah DKI Jakarta.”Menyatakan terbanding I/teradu I Todung Mulya Lubis tidak dijatuhi hukuman lagi karena sudah mendapat hukuman pemberhentian tetap dari profesi advokat dalam  perkara lain,” ujar Ketua Majelis Kehormatan Pusat Peradi Leonard P Simorangkir saat membacakan putusan di kantor Peradi Jl S Parman, Slipi, Jakarta Barat. (amd/nrl)

Presiden SBY Tolak Komentari Ricuh Paripurna DPR

Presiden SBY Tolak Komentari Ricuh Paripurna DPR

2010-03-02 19:24:08 – Jakarta -
Presiden SBY memilih menahan diri untuk berkomentar soal kericuhan yang dalam sidang paripurna DPR tentang Pansus Century. Pada waktunya Presiden SBY akan menyampaikan pandangan dan pikirannya sendiri terkait kasus bailout Bank Century. “Bapak presiden menahan diri untuk berkomentar terkait yang terjadi di DPR hari ini. Mudah-mudahan dalam pidatonya nanti, akan diungkapkan pandangan-pandangan beliau,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/3/2010)Menurut dia, dalam waktu dekat Presiden SBY memang akan menyampaikan pandangan dan pikiran-pikirannya terkait kasus Bank Century. “Presiden akan menyampaikan pandangan dan pikiran-pikiran beliau dalam waktu dekat,” katanya.Soal pertemuan Presiden dengan tiga Menteri Kordinator siang tadi di kantor kepresidenan, Julian mengatakan hal itu hanya pertemuan biasa dan agendanya membahas isu-isu terkini terkait kegiatan pemerintahan. Sementara pemanggilan Wapres Boediono adalah untuk melaporkan perkembangan penanganan bencana alam di Tenjolaya, Jawa Barat.”Pak Wapres melaporkan perkembangan pencegahan bencana yang akhir-akhir ini sering terjadi baik di Indonesia maupun di luar negeri,” tambah Julian. (Rez/lh)

Protes RPP Tembakau, Ribuan Petani Tembakau Jateng ‘Serbu’ DPR

Protes RPP Tembakau, Ribuan Petani Tembakau Jateng ‘Serbu’ DPR

2010-02-28 19:05:36 – Temanggung -
Ribuan petani tembakau di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah Minggu (28/02/10) berangkat ke Jakarta untuk berunjuk rasa menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan.Jumlah petani tersebut sekitar 4.000 petani dari beberapa daerah diantaranya Klaten(7 bus), Kendal (4 bus), Wonosobo (6 bus), Magelang(4 bus), Boyolali (2 bus) dan Temanggung (50 bus) dengan total bus sebanyak 73 bus.Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng, Nurtantio Wisnu Brata kepada detikcom disela-sela pemberangkatan ribuan petani tembakau ke Jakarta.Rencananya, mereka akan melakukan aksi di Gedung DPR/MPR RI sebagai bentuk penolakan RPP Tembakau.“Kami juga akan melakukan unjuk rasa di Kantor Menteri Kesehatan dan Kantor Menteri Hukum dan HAM,” tegas Winsu.Wisnu menyatakan petani secara sukarela mengeluarkan sendiri uang mereka untuk keberangkatan mereka ke Jakarta.“Sebenarnya para petani yang akan berangkat ke Jakarta lebih dari 70-an bus bahkan mencapai ratusan. Namun, karena faktor pertimbangan keamanan dan pengawasan kami membatasi 70-an bus saja,” tegas Wisnu.Setelah sampai di Jakarta, menurut rencana ribuan petani ini akan transit di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat. Kemudian akan memecah aksi massa pada tiga titik yaitu di Kantor Menteri Kesehatan, Kantor Menteri Hukum dan HAM serta Kantor DPR/MPR RI.“Massa paling banyak akan menduduki kantor DPR RI,” tegas Wisnu.Ketua APTI Temanggung, Achmad Fuad menyatakan PP 19 tahun 2003 masih relevan karena sudah mengatur pengamanan tembakau secara komprehensif, dari aspek kesehatan dan keberlangsungan komoditas tembakau telah diakomodasi secara lengkap dan seimbang.“Petani akan melakukan aksi damai untuk menolak RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan dan menuntut pemerintah untuk tidak menandatangani Frame Work Convention on Tobacco Control (FCTC),” tegas Fuad ditemui detikcom di sela-sela keberangkatan.APTI Temanggung sendiri mengerahkan petaninya sekitar 2.500 petani tembakau Temanggung berangkat ke Jakarta dengan menggunakan 50 bus.Petani tembakau ini berasal dari 12 kecamatan di Temanggung terdiri dari  Tlogomulyo, Selopampang, Tembarak, Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, Kedu, Jumo, Ngadirejo, Candiroto, dan Tretep.Mereka berangkat dari tiga titik pemberangkatan di Temanggung, yaitu Alun-Alun Temanggung, bekas Stasiun Parakan, dan Terminal Ngadirejo. (mad/mad)

Korban Tewas Tembus 300 Orang

Korban Tewas Tembus 300 Orang

2010-02-28 10:06:41 – Jakarta -
Korban tewas akibat gempa 8,8 SR yang mengguncang Chili terus bertambah secara signifikan. Dilaporkan lebih dari 300 orang tewas dalam Sabtu kelabu kemarin.Demikian disampaikan Kantor Kedaruratan Nasional Chili, seperti dilansir Reuters, Minggu (28/2/2010).Dilaporkan, bangunan terbakar, yang lain runtuh dan jembatan ambruk di pusat Chili. Namun demikian, kematian awal akibat gempa ini relatif rendah dibanding dengan gempa Haiti 7 SR bulan lalu.Blok apartemen dengan 200 orang di dalamnya ambruk di Concepcion, kota besar terdekat ke pusat gempa. Para petugas penyelamat mengatakan mereka tidak yakin berapa banyak orang yang melarikan diri.Dilaporkan juga, mobil terbalik jatuh berserakan di bawah jembatan layang di ibukota Santiago. Telepon dan kabel listrik jatuh di kota yang sesak, sehingga sulit untuk menilai sejauh mana kerusakan dan hilangnya nyawa. (lrn/nrl)

Dinonjobkan, Jenderal Susno Ganti Profesi Jadi MC dan Pengacara?

Dinonjobkan, Jenderal Susno Ganti Profesi Jadi MC dan Pengacara?

2010-02-26 23:50:49 – Jakarta -
Sejak dicopot dari Kabareskrim 24 November 2009 lalu, Komjen Pol Susno Duadji lebih banyak meluangkan waktu di luar kantor. Apa kesibukannya sekarang?“Jadi MC, momong cucu, hehehe,” ujar Susno kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/2/2010).3 bulan lebih jadi jenderal nonjob ternyata tidak menyurutkan kegiatan Susno. Ia mengaku kini makin banyak agenda.“Dulu Kabareskrim kini jadi pengacara, pengangguran banyak acara,” canda Susno.Memang beberapa waktu lalu, wajah Susno kerap nongol menyapa kita di layar kaca. Mulai dari aksi Susno yang hadir dalam sidang Antasari Azhar hingga beredarnya ‘Testimoni Susno’ di kalangan pansus Century.Susno memang tidak lepas dari sosok kontroversial. Beberapa kali ‘ulahnya’ kerap membuat petinggi polri kebat kebit. Namun, kata Susno, apa yang dilakukannya semata-mata untuk mengungkap kebenaran.“Saya tidak pernah merasa bertahan, saya merasakan apa adanya,” imbuh mantan Kapolda Jawa Barat ini.Komjen Susno mulai dikenal publik saat muncul istilah Cicak Vs Buaya. Susno juga dituding sebagai actor intelektual atas kriminalisasi dua pimpinan KPK. Meski akhirnya, semua tudingan tersebut dibantahnya.“Sejak awal saya katakan, saya tidak dilibatkan dalam kasus itu. Semua penanganan kasus KPK berada di bawah Wakabareskrim,” tandasnya. (ape/ndr)

Seli Yang Bikin Sehat

Seli Yang Bikin Sehat

2010-02-26 08:15:06 – Jakarta -
Ternyata ada Seli yang bikin sehat. Seli yang ini tidak ada hubungannya dengan Selly yang gemar menipu. Seperti apa Seli yang bisa membuat tubuh menjadi bugar ini?Seli alias sepeda lipat, merupakan tren baru di kota-kota besar. Melengkapi gerakan bersepeda untuk mengurangi pemakaian kendaraan bermotor. Sosoknya kecil dan bisa dilipat sehingga menjadi lebih ringkas. Seli pun bisa dibawa dengan cukup mudah masuk KRL atau busway sekalipun.Ukuran Seli beragam, dari ukuran roda 12, 14, 16 hingga 20 inci. Harganya pun beragam, mulai ratusan ribu rupiah, hingga puluhan juta rupiah. Sekedar saran, sesuaikan dengan kocek dan kebutuhan. Tidak perlu minder berseli murah. Yang penting niatnya bersepeda untuk mengurangi polusi.Jadi silakan kendarai Seli dari rumah. Sampai di stasiun, lipat Seli dan naik KRL. Sampai stasiun tujuan, buka kembali Seli dan kayuh sampai kantor. Waktu tempuh pun lebih cepat dan tentunya tenaga yang dikeluarkan tidak sebesar jika mengendarai sepeda dari rumah ke kantor.Tidak heran pengguna Seli pun terus bertambah. Komunitas bersepeda ini pun makin besar. Sesama anggota komunitas bisa tukar menukar informasi dan mengikuti berbagai kegiatan menarik yang berkaitan dengan sepeda.Jadi kalau terpikat oleh godaan Seli yang ini, bagus kan? (rdf/rdf)

Wantimpres Minta Kasus Anand Krishna Diselesaikan Secara Hukum

Wantimpres Minta Kasus Anand Krishna Diselesaikan Secara Hukum

2010-02-25 20:54:17 – Jakarta -
Sejumlah mantan murid Anand Khrisna hari ini mendatangi kantor dewan pertimbangan presiden (Wantimpres). Kedatangan Tara dan teman-temannya ini untuk meminta dukungan dari Wantimpres.Wantimpres yang diwakili Jimly Assiddiqie, Siti Fadilah dan Meutia Hatta pun menyarankan agar menyelesaikan kasus ini melalui jalur hukum.”Kami hanya menerima tamu, menampung masukan, kita tidak ada alasan untuk menutup diri. Kita tidak ikut terlibat, biarlah institusi hukum yang menangani,” ujar Jimly di Kantor Wantimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2010).Menurut Jimly para korban menceritakan kisahnya dengan jelas. Mereka, kata Jimly, khawatir kalau upaya mengungkap kasus ini akan dianggap menentang kebebesan berekspresi.”Mereka meminta agar di back-up, takut nantinya dianggap anti-kebebebasan agama, anti-multikulturalisme,” terang Jimmly.Jimmly menambahkan, ketika berbincang dengan mantan murid Anand. Dirinya di sms oleh Anand yang menyatakan siap menghadapi proses hukum.”Dia bilang semua tuduhan itu bodong sama sekali dan tidak memiliki basis apapun jua. Kita junjung tinggi proses hukum dan akan menghadapi dengan kuasa hukum,” kata Jimmly membacakan sms Anand. (ddt/rdf)