Kamis, 11/03/2010 15:51 WIB
Jakarta – Polri tentunya bangga berhasil melumpuhkan Dulmatin dkk. Dia adalah teroris asal Indonesia termahal yaitu seharga Rp 93 miliar (US$ 10 juta) yang diburu sejak bom Bali 2002.
“(Kemampuan) Dulmatin di atas Dr Azahari, sehingga jadi perburuan negara lain,” ujar Kapolri Jenderal BHD dalam jumpa pers di [...]
March 11, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

Rabu, 10 Maret 2010 | 16:23 WIB
JAKARTA, — Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menegaskan, dia dan jajarannya bekerja memberantas jaringan terorisme di Indonesia bukan karena imbalan uang atau dalam bentuk apa pun. Termasuk ketika Polri akhirnya berhasil menewaskan Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Mansyur alias Joko Pitono.
“Tentunya kita [...]
March 10, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

Rabu, 10 Maret 2010 | 07:52 WIB
JAKARTA, — Polri telah memiliki sidik jari buronan kasus pidana terorisme, Dulmatin, menyusul tewasnya tiga tersangka terorisme di Pamulang, Banten, kemarin.
”Polri sudah ada sidik jarinya dan tinggal mencocokkan saja,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Edward Aritonang di Jakarta, Rabu (10/3/2010). ”Jadi, uji [...]
March 10, 2010 | Posted in
Ragam,
Terorisme |
Read More »
Sabtu, 6 Maret 2010 – 20:31 wib
JAKARTA – Tiga personel Kepolisian RI (Polri) tewas saat melaksanakan tugas dalam pengepungan kelompok teroris di Desa Lamkabeu, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang mengatakan ketiganya tewas pada pengepungan 4 Maret lalu. “Kita tidak tahu situasinya,” kata [...]
March 6, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »
Sabtu, 6 Maret 2010 | 10:10 WIB
JAKARTA, — Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan layanan pesan singkat (SMS) bernada fitnah dan mengadu domba antara polisi dan warga yang menyebar di masyarakat. SMS itu terkait aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
“Ada informasi SMS yang menyesatkan. [...]
March 6, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

Jum’at, 5 Maret 2010 – 18:43 wib
JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung rusuh di Makassar diduga dipicu aksi anarkis dari oknum polisi. Atas hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri meminta maaf kepada teman-teman HMI.
Ini diungkapkan Kapolri seusai rapat kabinet terbatas di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
“Kalau ada [...]
March 5, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

2010-03-05 11:42:45 – Ambon -
Puluhan aktivis HMI Ambon melakukan aksi solidaritas atas penyerangan sekretariat HMI cabang Makassar oleh oknum polisi pada Rabu (3/3/2010) malam. Mereka mendatangi Markas Polda Maluku untuk menyatakan protes keras atas peristiwa itu.Sambil membawa berbagai spanduk dan poster bernada pengecaman, HMI Ambon juga menggelar aksi teatrikal dan orasi pengecaman. “Tindakan refresif Polisi adalah tindakan pelanggaran HAM. Polisi tak beda dengan Preman,” teriak salah satu orator di depan Mapolda Maluku, Jl Rijali, Ambin, Jumat (5/3/2010).”Polisi harus bertanggung jawab dan mengganti semua kerusakan di wisma HMI. Kami juga meminta tindakan pemecatan terhadap oknum polisi yang telah menyerang markas HMI,” ujar Arista Djunaidi, Koordinator aksi demo.Ketua HMI cabang Ambon, Hamis Wasahua, meminta pihak Mabes Polri turun tangan. Hamis juga berharap. Pengurus Besar HMI segera melakukan langkah-langkah tegas terkait insiden tersebut. “Lakuka investigasi, jangan sampai ada proses hukum yang dikebiri,” pinta Wasahua.Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Maluku, Abdul Hamid Talaohu, juga menyesalkan penyerangan markas HMI Cabang Makassar. Apalagi pelaku penyerangan itu justru dari kalangan aparat kepolisian. Menurutnya, tidakan tersebut sama saja menginjak-injak simbol perjuangan mahasiswa. Apalagi sikap represif itu terjadi di era reformasi. “Sejak dulu hingga kini tak ada penyerangan ke Markas HMI. Karena para pendiri dan pejuang tahu bahwa kontribusi HMI dalam mempertahankan bumi Republik Indonesia dari aksi komunis tak dapat disampaikan dengan kata-kata. Peristiwa kali ini benar-benar memprihatinkan. Simbol-simbol perjuangan kita justru dirusak oleh pihak aparat,” tegasnya.Talaohu mendesak Mabes Polri segera turun tangan. “Proses hukum terhadap seluruh anggota polisi yang terlibat, termasuk siapa komandannya. Pasti ada yang menggerakan. Polisi itu berbuat atas perintah atasan. Sistem komando namanya,” tukasnya. (han/djo)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 05:30:33 – Jakarta -
Sidang Paripurna DPR menyikapi Pansus Bank Century memutuskan memilih opsi C yakni memutuskan kebijakan pemberian FPJP dan PMS untuk menyelamatkan Bank Century sebagai kebijakan bermasalah. Polri mengaku siap mengantisipasi atas hasil Pansus tersebut. “Segala kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, kita sudah instruksikan kepada seluruh jajaran di Indonesia untuk lakukan upaya pencegahan,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010) malam. Edward mengatakan, segala keputusan yang telah diambil dalam proses politik layak untuk dihormati. Dia pun meminta, hasil yang diambil DPR tidak perlu disikapi secara berlebihan. “Boleh panas, tetapi tidak perlu berlebihan. Mari kita ingat pekerjaan kita masih banyak,” imbuh jenderal bintang dua tersebut. Edward menambahkan, kalau Polri siap menindaklanjuti hasil Pansus DPR. “Kalau ada (rekomendasi dari DPR), tentunya polisi akan menindaklanjuti dan melengkapi data-data yang selama ini kita dapatkan. Tentunya dengan prinsip praduga tak bersalah,” tambahnya. (ddt/anw)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 02:10:24 – Jakarta -
Setelah dilakukan pemeriksaan selama 1×24 jam, polri menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Kelima orang tersebut diduga terlibat aksi demo rusuh di depan gedung DPR/MPR Selasa kemarin. “Setelah dilakukan pemeriksaan. Polisi sudah menemukan kualifikasi perbuatan mereka. lima orang sebagai tersangka,” kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010) malam. Edward mengatakan, semua tersangka adalah pendemo di Jakarta. Sementara, 5 orang lainnya dari Kalimantan Timur dan 2 diSemarang yang ditangkap kemarin tidak dijadikan tersangka. “Namun karena ancaman hukumannya kurang 5 tahun. Polisi tidak melakukan penahanan,” jelasnya. Kelima tersangka, diduga melakukan tindak pidana perusakan, pencemaran baik, penghinaan. Meski dilepas, kelimanya akan tetap dilakukan pemeriksaan selanjutnya. “BAP akan terus dilanjutkan,” imbuh jenderal bintang dua ini. Pada demo rusuh Selasa kemarin, Polri menangkap 12 orang dari seluruh Indonesia. Sementara hari Rabu 3 Maret, ada 5 orang lagi diamankan. (ape/ddt)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-03 06:35:52 – Jakarta -
Saling serang antara Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief dan politisi PKS Ansi Arief terus berlanjut. Andi yang telah melaporkan dugaan L/C fiktif Misbakhun meminta PKS menonaktifkan wakilnya di DPR tersebut.”Untuk memudahkan penyelidikan nantinya, Misbakhun sebaiknya nonaktif,” ujar Andi saat dihubungi detikcom, Selasa (2/3/2010).Tidak hanya itu, Andi berharap Badan Kehormatan DPR segera memanggil Misbahkun. Ia menilai inisiator Pansus Hak Angket Bank Century itu telah menyembunyikan menyembunyinkan dirinya sebagai deposan bermasalah dalam perjalanan pansus.”Bukti-bukti dan hasil audit BPK terhadap bank century menunjukkan ada 10 perusahaan ber-L/C bodong termasuk PT Selalang Internasional,” tandasnya.Andi menyambut baik laporan Misbakhun ke Mabes Polri terkait dugaan pencemaran nama baik atasnya. Hal seperti itu wajar dalam alam demokrasi Indonesia yang bermartabat. “Walaupun saya kira akan percuma saja,” cetusnya. Misbakhun duduk sebagai Komisaris PT Selalang Prima Internasional. Pada 19 November 2007 muncullah soal penerbitan L/C dari Bank Century. Saat itu Selalang memperoleh fasilitas L/C sebesar US$ 22,5 juta, untuk membeli Bintulu Condensate dari Grain and Industrial Product Trading. Perusahaan Misbakhun menjaminkan deposito di Century sebesar US$ 4,5 juta.Misbakhun sebelumnya menegaskan tidak ada L/C fiktif apalagi korupsi yang dia lakukan. Kasus yang ada adalah L/C gagal bayar atas nama Selalang. Sebagian dana kredit itu pun, lanjut dia, di sudah mulai dicicilnya. (irw/fiq)
March 3, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »