Sabtu, 6 Maret 2010 | 10:10 WIB
JAKARTA, — Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan layanan pesan singkat (SMS) bernada fitnah dan mengadu domba antara polisi dan warga yang menyebar di masyarakat. SMS itu terkait aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
“Ada informasi SMS yang menyesatkan. [...]
March 6, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

Jum’at, 5 Maret 2010 – 18:43 wib
JAKARTA – Aksi unjuk rasa yang berlangsung rusuh di Makassar diduga dipicu aksi anarkis dari oknum polisi. Atas hal tersebut, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri meminta maaf kepada teman-teman HMI.
Ini diungkapkan Kapolri seusai rapat kabinet terbatas di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (5/3/2010).
“Kalau ada [...]
March 5, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

2010-03-05 11:42:45 – Ambon -
Puluhan aktivis HMI Ambon melakukan aksi solidaritas atas penyerangan sekretariat HMI cabang Makassar oleh oknum polisi pada Rabu (3/3/2010) malam. Mereka mendatangi Markas Polda Maluku untuk menyatakan protes keras atas peristiwa itu.Sambil membawa berbagai spanduk dan poster bernada pengecaman, HMI Ambon juga menggelar aksi teatrikal dan orasi pengecaman. “Tindakan refresif Polisi adalah tindakan pelanggaran HAM. Polisi tak beda dengan Preman,” teriak salah satu orator di depan Mapolda Maluku, Jl Rijali, Ambin, Jumat (5/3/2010).”Polisi harus bertanggung jawab dan mengganti semua kerusakan di wisma HMI. Kami juga meminta tindakan pemecatan terhadap oknum polisi yang telah menyerang markas HMI,” ujar Arista Djunaidi, Koordinator aksi demo.Ketua HMI cabang Ambon, Hamis Wasahua, meminta pihak Mabes Polri turun tangan. Hamis juga berharap. Pengurus Besar HMI segera melakukan langkah-langkah tegas terkait insiden tersebut. “Lakuka investigasi, jangan sampai ada proses hukum yang dikebiri,” pinta Wasahua.Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Maluku, Abdul Hamid Talaohu, juga menyesalkan penyerangan markas HMI Cabang Makassar. Apalagi pelaku penyerangan itu justru dari kalangan aparat kepolisian. Menurutnya, tidakan tersebut sama saja menginjak-injak simbol perjuangan mahasiswa. Apalagi sikap represif itu terjadi di era reformasi. “Sejak dulu hingga kini tak ada penyerangan ke Markas HMI. Karena para pendiri dan pejuang tahu bahwa kontribusi HMI dalam mempertahankan bumi Republik Indonesia dari aksi komunis tak dapat disampaikan dengan kata-kata. Peristiwa kali ini benar-benar memprihatinkan. Simbol-simbol perjuangan kita justru dirusak oleh pihak aparat,” tegasnya.Talaohu mendesak Mabes Polri segera turun tangan. “Proses hukum terhadap seluruh anggota polisi yang terlibat, termasuk siapa komandannya. Pasti ada yang menggerakan. Polisi itu berbuat atas perintah atasan. Sistem komando namanya,” tukasnya. (han/djo)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 22:53:21 – Jakarta -
Sekitar 40-50 anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang berdemo di Jalan Cikini Raya berniat membakar ban bekas di tengah jalan. Aksi mereka dihalangi oleh polisi, suasana demo pun sempat memanas.Pantauan detikcom, para demonstran itu hendak membakar ban bekas di tengah jalan, tepatnya di pertigaan yang memecah Jalan Cikini ke arah Jalan Salemba dan ke arah Menteng. Sontak petugas Polsek Menteng yang berjaga AKP Nababan pun menghalau aksi yang bisa membuat macet Jalan Cikini itu.”Hargai saya, hargai saya! Kasihan penguna jalan, silakan caci maki saya tapi jangan ganggu lalu lintas,” ujar Nababan.Lantas beberapa warga pun berteriak. “Pergi kalian! Kalian mengganggu! Kami warga di sini, kami mau jualan di sini tapi kalian malah bikin kacau,” teriak salah satu warga.Suasana pun sempat memanas. Para demonstran sempat emosi sebelum akhirnya mereka mundur masuk ke jalan yang terletak tepat di sebelah restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) Cikini. “Hati-hati provokasi! Kita tidak mau diadu domba lagi dengan warga!” teriak salah satu demonstran.Hingga pukul 22.45 WIB, demo masih berlangsung. Jalan Cikini Raya yang tadinya sempat macet sudah normal kembali. (nwk/nwk)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 22:53:21 – Jakarta -
Sekitar 40-50 anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) yang berdemo di Jalan Cikini Raya berniat membakar ban bekas di tengah jalan. Aksi mereka dihalangi oleh polisi, suasana demo pun sempat memanas.Pantauan detikcom, para demonstran itu membakar ban bekas di tengah jalan, tepatnya di pertigaan yang memecah Jalan Cikini ke arah Jalan Salemba dan ke arah Menteng. Sontak petugas Polsek Menteng yang berjaga AKP Nababan pun menghalau aksi yang bisa membuat macet Jalan Cikini itu.”Hargai saya, hargai saya! Kasihan penguna jalan, silakan caci maki saya tapi jangan ganggu lalu lintas,” ujar Nababan.Lantas beberapa warga pun berteriak. “Pergi kalian! Kalian mengganggu! Kami warga di sini, kami mau jualan di sini tapi kalian malah bikin kacau,” teriak salah satu warga.Suasana pun sempat memanas. Para demonstran sempat emosi sebelum akhirnya mereka mundur masuk ke jalan yang terletak tepat di sebelah restoran Kentucky Fried Chicken (KFC) Cikini. “Hati-hati provokasi! Kita tidak mau diadu domba lagi dengan warga!” teriak salah satu demonstran.Hingga pukul 22.45 WIB, demo masih berlangsung. Jalan Cikini Raya yang tadinya sempat macet sudah normal kembali. (nwk/nwk)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 22:30:28 – Jakarta -
Sekitar 40-50 anggota Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) berdemonstrasi di Jalan Cikini Raya. Mereka diteriaki pengemudi kendaraan bermotor karena membuat macet Jalan Cikini.Pantauan detikcom, mereka berdemo di depan restoran KFC, atau di depan pertigaan yang memisahkan Jalan Cikini menuju ke Jalan Salemba dan ke arah Menteng. Mereka menuntut agar penyerangan markas rekan mereka di Makassar, Sulawesi Selatan oleh polisi. “Mundur Kapolri. Mundur Kapolda! Kami bukan PKI, kami juga bukan musuh rakyat, kenapa diserbu!” teriak mereka sambil bernyanyi lagu Mars HMI dan melompat-lompat bergandengan tangan.Aksi yang dikomandoi oleh Teris ini mengganggu pengguna jalan karena mereka sempat maju hingga menutupi separuh badan jalan. Tak ayal, arus kendaraan menuju Menteng, tepat di bawah rel KA Cikini menyempit dari yang tadinya 2 lajur menjadi 1 lajur.Pengemudi kendaraan bermotor pun berteriak kepada mereka. “Hoi ini memang jalan bapak moyang lo!” teriak salah satu pengemudi mobil sedan yang sempat menyinggung para demonstran itu.Hingga pukul 22.25 WIB, demo masih berlangsung. Tampak beberapa polisi tak berseragam di antara mereka. (nwk/gah)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 17:54:56 – Jakarta -
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berjanji akan menarik massanya jika Polda Sulsel menangkap dan menghukum polisi yang melakukan penyerangan di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar, Jl Bontolempangan, Makassar, Kamis (4/3/2010).”Kami akan menarik massa, jika Kapolda menangkap penyerang sekretariat HMI,” ujar Risal, Ketua Komisariat HMI Fakultas Syariah UIN, ketika di wawancara wartawan.Sekretariat HMI Makassar diserang oleh sejumlah oknum polisi dan melakukan pengrusakan pada Rabu(3/3/2010) kemarin. Akibat penyerangan ini, mahasiswa pun membalas serangan dengan merusak pos polisi Mapolsek Ujung Pandang.Selain itu, Risal juga mempertanyakan alasan aparat kepolisian membenturkan mahasiswa dengan warga. Risal menduga warga yang terlibat pelemparan batu dengan warga, adalah warga yang dikerahkan oleh aparat. “Apa alasan polisi membenturkan warga dengan kami,” tuturnya. Menurut Risal tindakan aparat kepolisian sengaja untuk menjelek-jelekkan citra mahasiswa.Saat ini, bekas-bekas pelemparan akibat bentrok antaran mahasiswa, polisi dan warga mulai dibersihkan. Balok, pecahan kaca, serta batu telah dienyahkan dari badan jalan. (gun/iy)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 17:53:45 – Makassar -
Menjelang malam suasana di lokasi bentrokan, tepatnya di depan kampus UIN Alaudin, Jl Sultan Alaudin, Makassar, terus berangsur normal. Bahkan arus lalu lintas di jalan tersebut saat ini sudah dibuka untuk dua arah.Pantauan detikcom, Kamis (4/3/2010), hampir semua mahasiswa sudah menarik diri ke dalam kampus UIN Alaudin. Tidak ada lagi terlihat kerumunan mahasiswa dalam jumlah besar di depan kampus. Demikian pula dengan warga atau polisi. Meski masih bersiaga, polisi saat ini berada cukup jauh dari depan gerbang kampus UIN Alaudin. Hanya terlihat sekelompok orang berbincang-bincang di trotoar jalanan.Sejumlah Polantas tampak sibuk mengatur arus lalu lintas. Penutupan jalan yang dilakukan mahasiswa memang telah membuat kemacetan yang cukup parah di Jl Alaudin. Apalagi, jalan tersebut merupkan jalan utama yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa. (mna/djo)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 17:26:08 – Jakarta -
Bentrokan mahasiswa dengan warga di Makassar, Sulawesi Selatan, ditengarai akibat adanya penyusup. Mahasiswa menduga polisi sengaja membenturkan mereka dengan warga.”Ada pihak yang sengaja membenturkan kami dengan warga,” tutur salah seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri, Kamis (4/3/2010). Pantauan detikcom, sejumlah anak muda tiba-tiba saja muncul di belakang para aparat kepolisian yang berpakaian PHH. Mereka lebih dulu melakukan pelemparan dan mengeluarkan kata-kata makian sambil melempar batu ke arah mahasiswa.Mahasiswa menduga massa itu bukanlah warga yang tinggal di dekat lokasi kampus. Dari arah massa datang, serta kecenderungan berkelompok, mahasiswa menduga mereka sengaja disusupkan oleh pihak-pihak tertentu. “Mereka bawa balok, dan cenderung berdiri bersama para intel polisi,” sebut salah seorang mahasiswa.Selain itu, mahassiwa juga heran dengan kehadiran sejumlah anak sekolah berpakaian seragam, yang juga tiba-tiba berbaur di kerumunan warga.Saat ini, kondisi sudah mulai reda. Namun, mahasiswa masih tetap melakukan orasi di depan kampusnya. (gun/iy)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-04 16:06:07 – Jakarta -
Bentrok pecah di Jl Sultan Alauddin, Makassar. Arus lalu lintas dari Makassar-Gowa pun dialihkan ke sejumlah jalan lain.Jl Sultan Alauddin, Makassar, lokasi bentrok antara mahasiswa, warga, dan polisi adalah jalan poros yang menghubungkan antara Makassar dan Kabupaten Gowa. Karena jalan ini ditutup, transportasi yang menghubungkan kedua kota pun lumpuh.Berdasarkan pantauan detikcom, Kamis (4/3/2010) para pengendara dari Makassar yang ingin menuju kabupaten Gowa dialihkan ke dua jalan alternatif. Pengendara yang dari arah Jl Pettarani, diarahkan Jl Mapala, untuk selanjutnya menuju kabupaten Gowa. Sementara pengendara dari Jl Sultan Alauddin diarahkan ke Jl Mannuruki.Sedangkan untuk pengendara yang berasal dari Kabupaten Gowa yang ingin masuk Makassar, dialihkan ke Jl Mallengkeri. Sejumlah polisi nampak sibuk menertibkan sejumlah jalan alternatif itu. Terlebih banyaknya pengendara yang memilih berhenti, dan menonton bentrokan mahasiswa. Belum lagi, sejumlah jalan alternatif itu tergolong sempit, ditambah volume kendaraan yang saling bersesakan.Penutupan Jl Sultan Alauddin sejak pagi memang meresahkan para warga. Tukang becak yang biasanya mangkal disekitar jalan itu mengeluhkan susahnya mendapat penumpang, setelah jalan ditutup oleh mahasiswa. (gun/ndr)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »