Selasa, 9 Maret 2010 | 11:50 WIB
JAKARTA, – Aliansi Parlemen Jalanan (APJ) menggelar demo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (9/3/2010). Massa yang terdiri dari puluhan kaum ibu-ibu ini mendesak Pelaksana tugas sementara (Plt) Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mundur dari jabatannya.
“Demi menyelematkan KPK, kami merasa perlu [...]
March 9, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »
Senin, 8 Maret 2010 | 05:16 WIB
BEIJING, – China sejauh ini telah menghukum 198 orang karena terlibat dalam kekerasan etnik mematikan Juli lalu di wilayah baratnya Xinjiang yang bergolak. China katakan baik lebih banyak hukuman akan datang. Informasi ini berasal dari seorang pejabat penting, Minggu (7/3/2010).
Hampir 200 orang tewas dan [...]
March 8, 2010 | Posted in
International,
Ragam |
Read More »
Sabtu, 6 Maret 2010 | 13:11 WIB
JAKARTA, — Jalan panjang harus dihadapi untuk memproses hukum seorang Presiden atau Wakil Presiden. Meskipun dalam rekomendasi akhir DPR terkait Kasus Bank Century menyebut nama mantan Gubernur BI yang kini Wakil Presiden, Boediono, tetapi tak serta-merta dugaan pelanggaran yang dilakukannya bisa langsung diproses secara [...]
March 6, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

2010-03-05 08:37:33 – Yogyakarta -
Keputusan DPR untuk memilih opsi C dalam paripurna semakin meningkatkan dorongan pemakzulan. Padahal, antara hak angket dan pemakzulan tak berjodoh.”Angket itu dari awal nggak cocok dengan sistem presidensil. Angket berujung pada mosi tak percaya untuk ketua parlemen dalam sistem parlementer, bukan pemakzulan bagi presiden,” kata mantan ketua MA Bagir Manan.Hal itu dikatakan Bagir saat ditemui detikcom di Hotel Inna Garuda, Jl Malioboro, Yogyakarta, Jumat (5/3/2010).Menurut Bagir, konsep pemakzulan banyak diambil dari AS. Presiden AS bisa dimakzulkan karena perbuatan pidana. Namun di Indonesia, kriterianya ditambah lagi yaitu pemakzulan karena perbuatan tercela dan karena tidak memenuhi syarat lagi sebagai presiden.”Kategori ini tadinya tidak ada. Nah sekarang DPR harus tentukan, mau pakai kriteria yang mana,” tuturnya.Bagir menyatakan, sepanjang sejarah AS baru 2 presiden yang dicoba untuk dimakzulkan, yaitu Andrew Johnson karena mendukung perbudakan dan Bill Clinton terkait perselingkuhan. Namun keduanya pun gagal dimakzulkan.”Sudah benar kalau di Indonesia, aturan pemakzulan dipersulit supaya impeachment itu necessary evil. Butuhnya hanya karena terpaksa. Jadi bukan untuk mainan,” paparnya.Bagir menambahkan upaya pemakzulan masih jauh panggang dari pada api. “Sekarang habis (angket) ini, mau apa? Kan nggak bisa juga beri komando ke petugas hukum. Apa petugas hukum akan mau melakukan pengusutan? Paling-paling hanya akan dijadikan petunjuk awal saja,” jelasnya. (amd/nrl)
March 5, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

Kamis, 4 Maret 2010 | 20:01 WIB
JAKARTA, — Hingga Kamis (4/3/2010) ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memiliki rencana untuk mencopot Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait kasus dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.
Sebelumnya, Sidang Paripurna DPR, Rabu kemarin, memutuskan adanya dugaan pelanggaran pada pemberian dan penyaluran dana [...]
March 4, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

2010-03-04 14:43:49 – Jakarta -
Meski jelas berseberangan dengan FPD dalam voting paripurna Century, tapi menteri dari partai koalisi menilai itu bukan penghkhianatan terhadap koalisi. Mereka pun menampik akan direshuffle.”Kan ini kabinet presidensil, jadi soal koalisi itu terserah kepada presiden,” kata Menko Kesra Agung Laksono di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2010).Menteri yang mewakili Partai Golkar ini juga menegaskan masalah di dalam kabinet dan dinamika parlemen adalah masalah berbeda. Karenanya tidak perlu Golkar mengundurkan diri dari kolisi serta menarik kadernya yang duduk dalam kabinet.”Ah nggak perlu. Itu kan dua masalah yan berbeda,” ujarnya.Jawaban kurang lebih sama juga disampaikan Menpera Suharso Monoarfa ketika ditanya soal sikap FPPP yang bersebarangan dengan FPD akan berujung pada pencopotan dirinya dari kabinet. “Reshuffle itu kan hak prerogatif presiden ya. Tapi saya kira nggaklah,” ujar politisi dari PPP ini.Sementara Mensos Salim Assegaf Al-Zuhri mengakui bahwa pilhan FPKS bertentangan dengan FPD. Tetapi pilihan sikap yang beda itu bagi dia bukan merupakan pengkhianatan terhadap koalisi.”Tidak ada pengkhianatan. Pansus itu bukan lembaga peradilan, itu paling penting. Tapi untuk menjelaskan apa yg terjadi, saya pikir itu pendapat buat menjelaskan apa yang terjadi. Negara kita demokrasi, tetapi kita tetap pada komitmen koalisi,” jelas elite dari PKS ini. (lh/nrl)
March 4, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-02 19:48:11 – Jakarta -
Ricuh di sidang paripurna DPR pengambilan keputusan tentang kasus Bank Century mencerminkan tingkat peradaban bangsa Indonesia yang masih lemah. Semestinya kericuhan yang mencoreng wajah parlemen itu tidak terjadi. “Jadi ini jawabannya tingkat peradaban bangsa kita masih di sini. Tidak ada kaitannya dengan pendidikan atau kepintaran. Tapi tingkat peradaban kita masih agak lemah, masih agak kampungan,” kata mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie di Gedung Wantimpres, Jl Veteran, Jakpus, Selasa (2/3/2010). Selain itu, lanjut Jimly, kericuhan juga terkait dengan persoalan manajeman persidangan yang belum cakap. “Tapi nggak apa-apa, kan ini tahap belajar dalam demokrasi kita,” kata Jimly yang juga anggota Wantimpres ini. Mengenai sikap Ketua DPR Marzuki Alie yang dianggap otoriter, Jimly mengatakan pimpinan sidang seharusnya bisa memoderasi berbagai pendapat dalam sidang meski dalam keadaan tertentu pimpinan sidang juga mempunyai otoritas. “Kita harus maklumlah, lagian dia juga belum setahun jadi anggota DPR,” pungkasnya. (lrn/irw)
March 2, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-03-01 20:53:25 – Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) secara mengejutkan memberikan pernyataan secara terbuka bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab atas kebijakan bailout Bank Century. Sikap tegas SBY ini diduga disebabkan karena SBY sudah mendapatkan laporan bahwa hasil Pansus Century akan datar saja.”SBY berani pasang badan karena sudah mengkalkulasi, dan punya opsi-opsi. Salah satunya SBY mungkin sudah tahu hasil paripurna besok,” kata pengamat politik dari UGM Arie Sudjito kepada detikcom, Senin (1/3/2010).Menurut Doktor politik ini, SBY yang bersikap tegas di akhir permainan soal Century karena sudah menghitung betul peluang terburuk dari gerakan parlemen soal kasus Century. SBY pun diyakini sudah memiliki jurus-jurus untuk mematahkan semua serangan dari parlemen.”Sikap tegas yang ditunjukkan SBY, saya kira terkait dari hasil kalkulasinya dan opsi-opsi yang akan digunakan jika parlemen benar-benar menyerang,” paparnya.”Saya yakin SBY tidak hanya menyiapkan satu skenario. Misalnya, kalau PKS tetap keras, dan didepak, tentu sudah disiapkan kekuatan pengganti,” imbuhnya. Mantan aktivis mahasiswa ini menilai keberanian SBY dan sikap tegasnya soal Century karena yakin betul suara DPR tidak bulat. Sehingga SBY dengan mudah mematahkan semua argumentasi hasil Pansus.”Saya yakin parlemen sendiri tidak akan menemukan konsensus final yang sama. Kalaupun dimasukkan proses hukum, semua sudah dihitung pula,” tegasnya.”Ini ibaratnya, SBY sudah tendang bola. Tergantung parlemen, mau ditangkap atau dioper balik,” pungkasnya.Sebelumnya diberitakan, Presiden SBY siap bertanggung jawab soal pengambilan keputusan bailout Bank Century yang dilakukan pemerintah pada November 2008, meskipun keputusan tersebut diambil tidak melalui izinnya.”Meskipun saya tidak ada di tanah air saat itu, meski dalam merumuskan langkah tindak perbankan dan perekonomian yang mesti dilakukan terhadap Bank Century dan meskipun baik Gubernur BI dan Menkeu tidak melalui izin saya, karena beliau bekerja dengan UU, saya katakan bahwa yang dilakukan penyelamatan perekonomian kita adalah benar,” jelas SBY.”Pertama kali yang saya sampaikan pada tanggal 23 november 2008 dan saya ulangi lagi pada arahan di Cilangkap, di Madiun, sebagai tindakan untuk selamatkan perekonomian kita, itu benar. Dan saya bertanggung jawab,” tandasnya dalam pertemuan dengan para bankir di kantornya, Jakarta, Senin (1/3/2010). (yid/ape)
March 1, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-02-26 21:45:52 – Jakarta -
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta kadernya tidak terpaku pada banyaknya isu politik yang berseliweran disekitar skandal bailout Bank Century. Kader Golkar diminta tidak melupakan target pemenangan pemilu 2014.”Kapan kita melihat ke depan kapan harus bergandengan tangan dengan partai lainnya. Jangan tergoda pada gemerlap sesaat. Terget kita 2014,” ujar Ical dalam pidato pembukaan rakernas I Partai Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Jumat (26/2/2010).Sebab menurutnya, bukan hanya kasus bailout Century, koalisi, dan reshuffle kabinet saja yang harus diperhatikan. Namun juga isu-isu strategis lainnya seperti rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama , krisis listrik, ketahanan pangan, energi, serta banyaknya bencana juga harus diperhatikan.”Terhadap semua itu Golkar harus mampu memberi pendapat opini dan solusi praktis di parlemen dan di luar parlemen. Kader Golkar harus memberi arti dan memberi warna sendiri sehingga masyarakat melihat Golkar bukan partai masa lalu tapi partai yang membawa harapan baru masa depan Indonesia,” tandas Ical. (Rez/Rez)
February 26, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »

2010-02-26 21:45:52 – Jakarta -
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta kadernya tidak terpaku pada banyaknya isu politik yang berseliweran di sekitar skandal bailout Bank Century. Kader Golkar diminta tidak melupakan target pemenangan pemilu 2014.”Kapan kita melihat ke depan kapan harus bergandengan tangan dengan partai lainnya. Jangan tergoda pada gemerlap sesaat. Terget kita 2014,” ujar Ical dalam pidato pembukaan rakernas I Partai Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Jumat (26/2/2010).Sebab menurutnya, bukan hanya kasus bailout Century, koalisi, dan reshuffle kabinet saja yang harus diperhatikan. Namun juga isu-isu strategis lainnya seperti rencana kunjungan Presiden AS Barack Obama , krisis listrik, ketahanan pangan, energi, serta banyaknya bencana juga harus diperhatikan.”Terhadap semua itu Golkar harus mampu memberi pendapat opini dan solusi praktis di parlemen dan di luar parlemen. Kader Golkar harus memberi arti dan memberi warna sendiri sehingga masyarakat melihat Golkar bukan partai masa lalu tapi partai yang membawa harapan baru masa depan Indonesia,” tandas Ical.Rakernas I Partai Golkar akan berlangsung hingga 28 Februari 2010. Rakernas dihadiri oleh para pengurus DPP Partai Golkar dan seluruh pimpinan DPD I Partai Golkar. Para tokoh senior Golkar seperti Akbar Tandjung, Agung Laksono, dan Theo L Sambuaga juga tampak hadir. (Rez/Rez)
February 26, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »