
23 Agustus 2010, Surabaya — Tanggal 19 Agustus 2010 pukul 10.30 Ws, KRI Dewaruci memasuki formasi sebagai urutan keenam dalam rangkaian Sail Parade dari IJmuiden ke Amsterdam. Keramaian di perairan alur masuk Amsterdam sudah dimulai sejak pagi. Ratusan bahkan ribuan kapal boat memenuhi alur dengan ragam asesoris.
KRI Dewaruci sempat memacetkan lalu lintas dengan senjata andalan Genderang Suling-nya. Berkali-kali Komandan kapal KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Suharto berdecak kagum dan berujar, beginilah seharusnya Indonesia sebagai bangsa maritim. Kekaguman terhadap penataan laut terlihat sejak memasuki dok dan bibir pantai yang sudah dibangun permanen, sehingga kecil kemungkinan terjadi abrasi dan perairan pun menjadi terjaga untuk tetap menjadi media lalu lintas pergerakan manusia.
Demikian pula kecintaan masyarakat terhadap laut dan pemanfaatan laut. Menurut salah satu perwira penghubung (Liaison Officer), kecintaan pada laut ditunjukkan dengan menjadikan kapal sebagai kebutuhan primer kedua setelah rumah. Jadi seseorang yang telah melunasi kredit rumah akan melanjutkan membeli speedboat dengan cara kredit juga.
KRI Dewaruci hanya bisa bergerak dengan kecepatan 1,5 – 2 knot di perairan sepanjang 12 NM dan dipenuhi ribuan kapal berbagai jenis tersebut serta masyarakat dengan usia beragam. Dari bayi hingga kakek-nenek tumpah ruah ke laut dengan boat masing-masing. Hampir 5 jam untuk menembus jarak tersebut hingga merapat di dermaga. Setelah mendekati tribun utama, 1 NM dari tempat sandar, dentuman meriam sebanyak 2 kali disambut dengan penghormatan parade roll oleh KRI Dewaruci. Dan lagu kebangsaan Indonesia Raya pun berkumandang dari arah tribun.
Kapten Didik Siswinardi, salah satu perwira pengasuh berujar, tidak pernah terharu seperti ini sebelumnya melihat sambutan Lagu Kebangsaan diiringi lambaian bendera kebangsaan Merah Putih berukuran 9 m x 12 m dari tiang gafel KRI Dewaruci. “Kombinasi kebanggan untuk 65 tahun Kemerdekaan Indonesia, “lanjut Didik. Kunjungan Kehormatan ke Dubes RI di Den Haag Sore hari, Komandan KRI Dewaruci didampingi Danlat KJK AAL Mayor Dores dan Athan RI Den Haag Kolonel Laut (T) Wisnu Sumarto, ST serta 2 perwakilan kadet berkesempatan mengadakan kunjungan kehormatan ke Duta Besar R.I untuk Kerajaan Belanda, Junus Effendi Habibie dan diterima di Wisma Duta.
Dalam kesempatan tersebut, mantan Dubes Inggris yang juga lulusan Akademi Angkatan Laut angkatan ke-8 (tahun 1961) tersebut memberi wejangan kepada tim Dewaruci, khususnya para kadet agar memanfaatkan kesempatan yang sangat singkat untuk belajar dan berlatih. Motto Rhee Dharma Shanty yang berarti Malu melakukan perbuatan tercela berulang-ulang didengungkan. Itu yang menjadi pegangan beliau sehingga sukses dalam melaksanakan tugas negara, melalui TNI AL, Departemen Pehubungan, Kepala Otorita Batam, karir Diplomat dan partai politik serta tugas-tugas lainnya. The Most Popular Ship dan Juara I Catur Dalam rangkaian Sail Amsterdam, KRI Dewaruci meraih gelar The Most Popular Ship yang diserahkan khusus pada acara Captain Dinner.
Berbeda dengan penghargaan lain dalam rangka North Sea Regatta dari Hartlepool Inggris ke IJmuiden Belanda yang diberikan pada saat Prize Giving setelah acara kirab kota. Di hadapan para Komandan/Nakhoda kapal, Walikota Hartlepool, dan undangan lainnya, Ketua Panitia mengumumkan KRI Dewaruci sebagai kapala terpopuler dalam Sail Amsterdam 2010 yang diikuti 71 kapal dari 20 negara.
Satu-satunya penghargaan pada acara tersebut diberikan atas apresiasi masyarakat Amsterdam sejak Sail Parade yang menampilkan performa spektakuler memasuki pelabuhan, pada saat kirab kota dan jumlah pengunjung yang selalu ramai hingga malam hari. Tepuk tangan sambil berdiri (standing applaus) diberikan para komandan/nakhoda yang terdiri dari 51 kapal layar, 4 kapal perang, 8 kapal sipil modern dan 4 kapal replika abad XVI, serta tamu dan undangan yang hadir. Sesaat setelah menerima penghargaan, Komandan KRI Dewaruci, Letkol Laut (P) Suharto, S.H. mengatakan, bahwa KRI Dewaruci datang bukan untuk sebuah penghargaan, tetapi sebagai bentuk apresiasi atas undangan dan penghargaan atas kerja keras panitia yang telah mendatangkan KRI Dewaruci jauh dari Indonesia, sehingga akan terus tampil maksimal mempersembahkan yang terbaik kepada masyarakat di setiap negara dari segala aspek.
“Terima kasih atas apresiasi ini, kita semua adalah pemenang. Memenangkan persahabatan yang terjalin di antara kita, yang menjadi tujuan penyelenggaraan berbagai festival kapal layar, kata Komandan KRI Dewaruci. Kirab Kota dan Buka puasa bersama di Den Haag Pada hari yang sama, para Kadet AAL melaksanakan kirab kota secara mandiri di pusat Kota Den Haag, yang berjarak 70 km dari Amsterdam. Genderang Suling Gita Jala Taruna tampil selama 2 jam, termasuk penampilan Reog Ponorogo.
Selesai kirab kota dilanjutkan dengan acara ngabuburit dengan Gelar Kesenian dari Kadet AAL menjelang buka puasa bersama masyarakat Indonesia di Wisma Duta kediaman Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda. Selanjutnya pada hari Minggu, 22 Agustus 2010, akan melaksanakan Cocktail Party dan gelar kesenian. Pengarahan Gubernur AAL Laksda TNI Hari Bowo kepada Satgas Muhibah 2010, khususnya kepada Kadet AAL, akan menjadi penutup rangkaian Sail Amsterdam sebelum tolak pada pukul 11.00 WS hari Senin, 23 Agustus 2010 menuju Bremerhaven.
Dispenarmatim
August 23, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »


11 Juni 2010, Surabaya — Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) I Wayan Mendra melepas keberangkatan Prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pulau Terluar IX ( Satgasmar Puter IX ) pada upacara resmi di lapangan Apel Yonif-5 Marinir, Ujung, Surabaya, Kamis,(10/06).
Dalam amanatnya, orang nomor satu di jajaran Pasmar-1 itu mengatakan, negara kita adalah negara kepulauan yang terdiri dari 17.506 buah pulau dengan luas wilayah 7,7 juta kilometer persegi, yang terletak di antara dua samudera yaitu samudera Hindia dan samudera Pasifik.
Sebagai negara kepulauan, lanjutnya, memiliki perbatasan dengan negara-negara tetangga serta memiliki sumber kekayaan alam yang melimpah ruah, sehingga berpotensi terjadi permasalahan, diantaranya masalah dibidang pertahanan keamanan, hukum, politik maupun ekonomi dan permasalahan yang menonjol adalah sengketa batas wilayah, pencurian hasil alam, perompakan dan penyelundupan yang perlu mendapat pengamanan secara serius.
“Dari latar belakang itulah, TNI khususnya TNI AL dan Marinir menggelar kekuatan untuk mengamankan pulau-pulau strategis terluar yang rawan konflik untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.
Danpasmar-1 juga mengharapkan kepada seluruh anggota Satgas Pulau Terluar IX agar semua pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diberikan, dapat diterapkan dan diaplikasikan di lapangan dengan maksimal guna mencegah, meredam dan sekaligus sebagai penindak awal dari aksi gangguan keamanan.
“Selama ditempat penugasan, kalian semua sebagai mata dan telinga Pasmar-1 yang berada di garda paling depan wilayah NKRI, janganlah memberikan beban terhadap Korps, tetapi tunjukkanlah kemampuan kalian untuk menambah keharuman nama Korps Marinir di mata masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.
Sebelum mengakhiri amanatnya, Danpasmar-1 memberikan pesan kepada seluruh Anggota Satgasmar Puter IX antara lain : kumpulkan dan susun data-data intelijen yang terbaru dengan melaporkan secara periodik, tingkatkan komunikasi dan hubungan dengan masyarakat sekitar berikut dengan aparat pemerintahan dan TNI/Polri, jaga kesehatan selama dalam operasi penugasan, ikuti setiap perkembangan yang terjadi didaerah operasi dengan selalu meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan, serta gunakan prosedur tetap (protap ) yang benar dalam setiap kegiatan sehingga meminimalkan kerugian personel dan material.
Hadir dalam kesempatan itu Komandan Resimen Arteleri-1 Marinir Kolonel Marinir R.B Heraspatty, Komandan Brigif-1 Marinir Kolonel Marinir Amir Faisol, Komandan Resimen Bantuan Tempur-1 Marinir Kolonel Marinir Wurjanto, Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir Kolonel Marinir Lasmono, Komandan KRI Teluk Parigi Mayor Laut Eka Edi S, Para Asisten Kaspasmar-1 dan pejabat dijajaran Pasmar-1.
Danpasmar-1 mengharapkan kepada Satgas Pulau Terluar IX agar semua pembekalan pengetahuan dan ketrampilan yang telah diberikan, dapat diterapkan dan diaplikasikan di lapangan dengan maksimal guna mencegah, meredam dan sekaligus sebagai penindak awal dari aksi gangguan keamanan. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Para anggota Satgasmar Puter IX. (Serda Mar Kuwadi)
Para prajurit membawa berbagai berbekalan yang akan digunakan di tempat tugas. (Foto: Serda Mar Kuwadi)
Anggota Satgasmar Puter IX siap menjalankan tugasnya. (Foto: Serda Mar Kuwadi)

Sejumlah prajurit Korps Marinir dari Pasmar 1 yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar IX (Satgasmar Puter IX) menaiki KRI Teluk Parigi ATF 539 di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya, Jumat (11/6). Satgasmar Puter IX sebanyak satu kompi ini, akan bertugas di pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/EI/ss/hp/10)
Sejumlah prajurit Korps Marinir dari Pasmar 1 yang tergabung dalam Satuan Tugas Marinir Pengamanan Pulau Terluar IX (Satgasmar Puter IX) menaikkan motor ke KRI Teluk Parigi ATF 539 di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Surabaya, Jumat (11/6). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat/EI/ss/hp/10)
Marinir
June 11, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Ratusan warga Karangjalak, Cirebon, dibuat heboh. Warga pun tumpah-ruah di rumah Samino, lantaran penasaran ada lima tuyul yang berhasil ditangkap dan dimasukan ke dalam botol.
Kabar tertangkapnya lima mahluk gaib ini dengan cepat menyebar di kalangan warga. Maklum sebagian warga masih percaya dan tertarik dengan hal-hal yang berbau gaib atau mistik.
Buktinya, rumah Samino mendadak ramai. Kejadian [...]
March 24, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

2010-02-22 09:53:19 – Jakarta -
Ribuan perangkat desa tumpah ruah di Gedung DPR. Mulai dari Pelindung Masyarakat (linmas) hingga petugas kelurahan berbagai daerah di Indonesia datang untuk mendukung pengesahan RUU tentang pembangunan desa.Ribuan orang itu tergabung dalam elemen Persatuan Rakyat Desa Nusantara (Parade Nusantara). Sejak pukul 09.00 WIB secara bergelombang massa terus berdatangan ke Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/2/2010).Pantuan detikcom, Limas itu berasal dari daerah Magelang, Rembang, Semarang hingga Sumenep. Massa rata-rata memakai pakaian dinas mereka berwarna hijau dan coklat.Akibat aksi ini, jalur yang mengarah ke Gedung DPR hanya dapat digunakan satu lajur saja. Itupun hanya jalur busway. Polisi kesulitan untuk mengatur massa akibat jumlahnya yang terus membengkak. (mok/iy)
February 22, 2010 | Posted in
Fenomena |
Read More »
Pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali menilai forum fecebookers pendukung KPK lebih baik dibandingkan dengan anggota DPR dalam menilai kisruh yang terjadi antara KPK dan Polri.
Minggu ( 8/11 ) ribuan facebookers pendukung KPK tumpah ruah di Bundaran HI. Mereka secara langsung menyatakan aspirasinya terhadap kisruh dalam proses hukum yang dilakukan Polri terhadap Pimpinan KPK Bibit [...]
November 8, 2009 | Posted in
Kpk |
Read More »