Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Rupiah’

Kejagung Jadwalkan Periksa Saksi Terkait 2 Maret

Kejagung Jadwalkan Periksa Saksi Terkait 2 Maret

2010-02-25 17:05:09 – Jakarta -
Proses penyidikan kasus dugaan korupsi tiket pesawat di Kemlu oleh Kejagung telah sampai pada jadwal pemeriksaan saksi. Rencananya pemeriksaan terhadap saksi akan mulai dilakukan pada 2 Maret mendatang. “Sedang penyusunan jadwal pemeriksaan pihak-pihak terkait sebagai saksi. Nanti mulai 2 Maret pemeriksaannya,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Didiek Darmanto, saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (25/2/2010). Dikatakan Didiek, pihak terkait yang akan diperiksa sebagai saksi berasal dari kalangan internal Kemlu dan dari pihak travel yang menjadi rekanan Kemlu dalam pengadaan tiket perjalanan diplomat ke luar negeri. “Ya mereka pihak yang terkait dengan kasus tersebut, ada dari pihak internal Kemlu dan ada juga dari pihak travel,” tutur Didiek. Informasi yang dihimpun detikcom, ada 16 orang yang akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Dari jumlah tersebut, 7 orang berasal dari pihak travel yang menjadi rekanan Kemlu. Sisanya merupakan pejabat eselon III dan IV Kemlu yang diduga mengetahui kasus tersebut. Namun, saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Didiek menyatakan dirinya tidak ingat siapa saja yang akan diperiksa. “Saya tidak hafal, tapi ada belasan,” ucapnya. Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy dalam kesempatan terpisah mengatakan, saat ini Kejagung tengah melayangkan surat panggilan kepada pihak terkait untuk dipanggil sebagai saksi. “Masih melayangkan surat panggilan kepada pihak yang terkait,” jelasnya melalui pesan singkat. Berdasarkan laporan ICW ke KPK pekan lalu, ditemukan dugaan penggelembungan anggaran pembelian tiket pesawat oleh diplomat ke luar negeri pada 2009. Negara diduga rugi hingga Rp 6 miliar. Selain itu, ICW juga melaporkan 2 pejabat tinggi Kemlu, NHW dan IC, ke KPK atas dugaan menerima gratifikasi terkait uang tiket itu. Gratifikasi yang diterima mencapai nilai miliaran rupiah. Ditengarai uang mengalir ke mantan petinggi Kemlu NHW sebesar Rp 1 miliar dan petinggi Kemlu IC Rp 2,3 miliar. (nvc/nik)

Gudang Kasur Terbakar, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

Gudang Kasur Terbakar, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

2010-02-22 01:52:45 – Surabaya -
Sebuah gudang penyimpanan kasur busa dan pegas di perkampungan Dukuh Pakis Surabaya ludes terbakar. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.”Jumlahnya secara persis tidak tahu. Mungkin di dalam gudang ini jumlahnya ada ratusan kasur. Harganya jutaan rupiah (per kasur),” kata penanggungjawab gudang kasur pegas dan busa merk Superland, Lia saat dimintai keterangan petugas Polsek Dukuh Pakis di lokasi kejadian, Minggu (21/2/2010) dini hari.Pantauan detikcom, selain warga sekitar yang berusaha memadamkan api, sebanyak tujuh unit mobik PMK yang terdiri dari PMK pos Wiyung dua unit, Pasar Turi tiga unit, Margomulyo dua unit dan satu unit mobil pumper.”Kita mengalami kesulitan untuk cepat tiba di lokasi. Selain jalan kampung sempit, di jalan kampung juga banyak polisi tidur,” ujar Kasi Ops PMK Kota Surabaya, Ari Bekti Iswantoro di lokasi kejadian.Selang waktu sekitar 1,5 jam, petugas pemadam berhasil memadamkan pusat api. Kemudian dilanjutkan dengan pembasahan.Sementara itu, Kapolsek Duku Pakis AKP A Lukito mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui penyebab kebakaran di gudang kasur tersebut.”Kita belum mengetahui. Setelah api padam, akan kita police line. Besok akan diidentifikasi dan menunggu hasil labfor,” jelasnya.Sebelumnya, kebakaran gudang penyimpan kasur busa dan pegas merk Superland di perkampungan padat, Jalan Dukuh Pakis IV / 7, Surabaya ini, diketahui oleh warga sekitar, pada pukul 20.30 WIB. Warga langsung berduyun-duyun ke lokasi kejadian, sebagian berusaha memadamkan api dan sebagian hanya melihat. Setelah petugas PMK berhasil memadamkan api, warga akhirnya bubar dan beberapa petugas kepolisian dari Polres Surabaya Selatan masih berada di lokasi, untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (roi/ape)

Anggota Grup Korban Selly Tembus 13 Ribu Orang

Anggota Grup Korban Selly Tembus 13 Ribu Orang

2010-02-21 20:15:49 – Jakarta -
Grup Facebook korban penipu Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher terus didatangi pengunjung. Bahkan hingga hari ketiga sejak dibentuk, anggota grup itu telah menembus angka 13.000 orang.Grup yang bertajuk ‘PENIPUUUUUUUUUUU SELLY YUSTIAWATI’ ini, pada Minggu, 21 Februari pukul 07.30 WIB jumlahnya sudah berada di angka 9.993 orang. Sementara saat ditengok detikcom pada pukul 19.50 WIB, angkanya sudah melonjak menjadi 13.692 orang.”Cantik2 ternyata ‘koboi’ juga….,” kata salah seorang anggota grup Andreas Satriyo Pinayungan.Status terakhir yang dipasang di grup ini adalah “Catch me if you can, sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga”, demikian harapan para korban Selly agar perempuan yang sudah menipu ratusan juta rupiah ini tertangkap. Para anggota grup tersebut sangat aktif terhadap satu sama lain, nampak dari banyaknya komentar dari para anggota dan moderator. Selain itu, topik diskusi dari semula yang hanya 3 topik kini sudah 39 topik, mulai dari cerita pengalaman ditipu Selly hingga diskusi menebak keberadaan perempuan yang selalu mengaku wartawan Kompas ini.Grup ini pun dilengkapi pula foto-foto Selly sumbangan dari para korban. Ada 17 foto Selly dengan berbagai pose, sehingga pengunjung bisa menghafalnya (ape/ape)

SBY-Boediono Terima Miliaran dari PT AJP

SBY-Boediono Terima Miliaran dari PT AJP

Kamis, 18 Februari 2010 | 14:03 WIB

JAKARTA,  — Pihak Badan Pengawas Pemilu mengungkapkan, hasil audit Komisi Pemilihan Umum terhadap pasangan SBY-Boediono menunjukkan ada sumbangan dari PT Asuransi Jaya Proteksi atau PT AJP yang mencapai miliaran rupiah dalam beberapa tahap.
“Jika benar terbukti sumbangan tersebut merupakan bagian dari aliran dana talangan Bank Century yang dilakukan [...]

Kemenlu: Penyelidikan Masih Dilakukan, Jangan Berprasangka

Kemenlu: Penyelidikan Masih Dilakukan, Jangan Berprasangka

2010-02-14 12:37:53 – Jakarta -
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan bila kasus dugaan korupsi tiket pesawat telah ditangani secara internal. Penyelidikan masih dilakukan jajaran inspektorat jenderal (Itjen) Kemenlu.”Ini sedang berproses penyelidikannya. Perlu cukup ada ruang untuk menyelesaikannya,” jelas juru bicara Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Minggu (14/2/2010).Dalam melakukan penyelidikan perlu ada waktu yang cukup. Juga ketelitian dalam mengurus persoalan data.”Ini masih ditangani Irjen, kita tidak tahu apa yang dilakukan. Kan harus independen,” tambahnya.Terkait dugaan dana tiket pesawat mengalir ke pejabat tinggi Deplu, NHW dan IC, Faizasyah meminta agar berhati-hati dalam menuding seseorang.”Jangan sampai berdasarkan prasangka. Saya melihat itu tidak etis, apa bisa dijamin kesahihan datanya. Kita harus hati-hati,” tutupnya.ICW pada Selasa 16 Februari berencana melaporkan dugaan penerimaan gratifikasi yakni mantan pejabat tinggi Kemenlu NHW karena diduga menerima uang Rp 1 miliar pada 2009, dan IC karena menerima uang Rp 2,3 miliar pada 2008.Pada pekan lalu, ICW telah melaporkan dugaan tindak pidana korupsi tiket pesawat ke KPK tahun 2009. Ditengarai negara mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. (ndr/nrl)

Boedi Sampoerna Sudutkan Robert Tantular

Boedi Sampoerna Sudutkan Robert Tantular

2010-02-12 23:09:15 – Surabaya -
Pansus Century menemukan 3 kejanggalan dalam pemeriksaan Boedi Sampoerna. Intinya, Boedi Sampoerna merasa telah ditipu oleh Robert Tantular.Berdasarkan pemeriksaan pansus di Hotel JW Marriott selama 2 jam sejak pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, Boedi Sampoerna memberikan keterangan yang menyudutkan Robert Tantular. Dana miliaran rupiah milik Boedi telah dikaburkan oleh Robert Tantular.Anggota pansus dari FPD, Achsanul Kosasih kepada wartawan memaparkan, fakta pertama yang ditemukan oleh tim yakni Robert Tantular membawa kabur dana milik taipan kerajaan Sampoerna itu sebesarRp 200 miliar. Hingga saat ini dana tersebut belum dibayarkan oleh Robert Tantular. Fakta kedua adalah Boedi Sampoerna tidak pernah membuat perjanjian apa pun dengan Robert Tantular terkait dengan dana miliknya sebesar USD 18 juta di Bank Century. Ia mengakui memang telah memindahkan ke Jakarta untuk mempermudah pengawasan bukan atas dasar perjanjian berdua.”Ia tidak pernah membuat perjanjian apa pun dengan Robert Tantular. Hal ini tentu temuan baru kami,” kata politisi PD itu, Jumat (12/2/2010) malam.Fakta ketiga yang ditemukan oleh pansus Century ini adalah Boedi Sampoerna tidak pernah memindahkan dananya sebesar Rp 116 miliar ke dalam bentuk reksadana Antaboga. Bahkan secara tegas, Boedi menyatakan tidak mengenal Antaboga. “Ia tidak kenal sama sekali dengan Antaboga,” tegasnya.Temuan ini nantinya akan dibawa ke Jakarta untuk melengkapi temuan-temuan yang lainnya. Diharapkan data baru ini bisa memberikan titik terang kasus Century ini. (stv/mad)

Melongok Sebutir Kelapa Tua Bolong Bernilai Jutaan Rupiah

Melongok Sebutir Kelapa Tua Bolong Bernilai Jutaan Rupiah

2010-02-04 07:36:15 – Jakarta -
Percayakah anda jika sebutir kelapa tua bolong bisa bernilai jutaan rupiah? Di Beji Timur, Kecamatan Beji, Depok, Jawa Barat, seorang warga bernama Bayu (27) menghargai sebutir kelapa tua bolong miliknya senilai Rp. 3,5 juta.  Mungkin kita akan bertanya-tanya apa kelebihan kelapa tua bolong milik Bayu ini?Memang jika dilihat sekilas kelapa tua bolong milik Bayu ini tak beda dengan puluhan atau ratusan butir kelapa tua yang dapat kita temui dan kita pungut di mana saja. Namun bagi Bayu, kelapa miliknya ini sangat istimewa. Bolong pada kelapa tua itu tercipta dengan proses alami, yakni dibolongi oleh seekor tupai liar yang memakan daging kelapa tersebut.Uniknya, kelapa tua bolong milik Bayu ini masih tergantung erat pada sebatang pelepah buah kelapanya. Tak hanya itu, lubang pada kelapa pun sangat rapih. Hal lain yang membuat menarik, untuk dapat memiliki sebutir kelapa bolong itu, Bayu harus menunggu dua bulan lamanya. Setiap hari selama dua bulan, Bayu menyempatkan waktu untuk memantau proses terbentuknya kelapa tua tersebut. “Saya tahu betul bagaimana kelapa tua bolong ini tercipta, karena dari kelapa ini masih berwarna hijau sampai si tupai membolongi dan kelapa mengering dan kemudian jatuh sendiri. Saya terus mengamatinya,” kata Bayu saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/2/2010).Bayu berencana akan menjual kelapa tuanya itu karena siapa tahu ada seseorang yang tertarik dengan kelapa yang bernilai seni alami tersebut. Bagi Bayu, harga Rp 3,5 juta yang dibanderol untuk kelapa tua itu sangat wajar karena kekhasannya dan keunikan dibandingkan kelapa lain pada umumnya. Hingga saat ini, Bayu masih memajang kelapa tua bolong itu di tembok rumahnya. Mungkinkah anda yang beruntung dapat memiliki karya seni alami tersebut? (mpr/lrn)

Bibit: Tersangka Tak Harus Ditahan

Bibit: Tersangka Tak Harus Ditahan

2010-02-03 12:18:49 – Jakarta -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menahan mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mesin jahit dan impor sapi di Departemen Sosial (sekarang Kementerian Sosial). KPK beranggapan seorang tersangka tidak harus ditahan.”Kan tersangka tidak harus ditahan, (tapi) dapat ditahan. Berarti KPK kan boleh nggak menahan,” kata Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto.Hal itu disampaikan dia sebelum acara talk show bertema “Peranan Media dalam Penegakan Hukum di Indonesia” di Universitas Atma Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (3/1/2009).Menurut Bibit, KPK juga menilai Bachtiar masih kooperatif. Namun, dia mengaku akan berbicara dengan penyidik mengenai penahanan tersebut.Ditanya apakah politisi PPP itu sudah dikenakan cekal atau belum, Bibit enggan menjawab. “Itu urusan penyidik,” elak pria berkacamata tersebut.Bibit menambahkan, KPK mempunyai alasan kuat untuk menetapkan Bachtiar sebagai tersangka kasus yang merugikan negara hingga miliaran rupiah tersebut. Namun, dia juga enggan menyampaikannya kepada media massa.”Kita tidak mau berdebat di media, tapi yang jelas adalah alasan yang kuat itu,” pungkasnya. (irw/nrl)

Polisi: F Tersangka Pembobolan ATM di Bali

Polisi: F Tersangka Pembobolan ATM di Bali

Jum’at, 22 Januari 2010 – 19:13 wib
JAKARTA – Mabes Polri telah menetapkan F sebagai tersangka pembobolan sejumlah anjungan tunai mandiri di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu. F sendiri kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Jakarta.
“Kasus di Bali (F) dijadikan tersangka,” kata Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumarsono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, [...]

Ary Muladi: Rp 5,1 Miliar untuk Pimpinan KPK Dibagi Tiga Gelombang

Ary Muladi: Rp 5,1 Miliar untuk Pimpinan KPK Dibagi Tiga Gelombang

Uang suap sebesar Rp 5,1 miliar dari Anggodo Widjojo untuk pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diserahkan dalam tiga gelombang melalui perantaraan Yulianto.
Demikian disampaikan oleh Ary Muladi, perantara yang ditugaskan Anggodo dalam keterangan pers di Kantor Wantimpres, Sabtu (7/11).
Bertutur soal kronologis, Ary mengatakan menerima uang tunai sebesar Rp 5,1 miliar langsung dari Anggodo di Karaoke [...]