Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Sangat’

Heboh Video Mesum Abg Berjilbab Asal Aceh

Heboh Video Mesum Abg Berjilbab Asal Aceh

Selama ini meskipun situs berbagi video Youtube tidak melarang penayangan video-video seksi atau berkonotasi porno pada halaman situs mereka, tapi penyelenggara situs berbagi video ini memang membatasi tayangan-tayangan yang ada agar tidak terlalu vulgar dan mempertontonkan adegan seks yang menunjukkan alat kelamin. Pembatasan konten ini tentunya untuk [...]

Sex.com Akan Dilelang Mulai 1 Juta Dollar AS

Sex.com Akan Dilelang Mulai 1 Juta Dollar AS

Selasa, 9 Maret 2010 | 11:26 WIB
NEW YORK, – Alamat internet sex.com yang diperkirakan punya nilai sangat tinggi bakal dilelang 18 Maret 2010 mendatang. Harga penawarannya saja mulai 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,5 miliar. Lelang tersebut akan dilakukan di kantor hukum Windels Marx Lane & Mitterdorf [...]

Gempa Turki Telah Menewaskan 41 Orang

Gempa Turki Telah Menewaskan 41 Orang

Senin, 8 Maret 2010 | 17:12 WIB

OKCULAR,  – Gempa kuat yang mengguncang wilayah timur Turki, Senin dini hari, menguburkan orang-orang yang sedang tidur lelap. Sedikitnya telah 41 orang tewas dan lusinan lainnya terluka.
Regu penolong masih berjuang untuk membatu mereka yang masih hidup setelah gempa yang berkekuatan 6,0 pada skala [...]

Gempa Turki Telah Menewaskan 41 Orang

Gempa Turki Telah Menewaskan 41 Orang

Senin, 8 Maret 2010 | 17:12 WIB

OKCULAR,  – Gempa kuat yang mengguncang wilayah timur Turki, Senin dini hari, menguburkan orang-orang yang sedang tidur lelap. Sedikitnya telah 41 orang tewas dan lusinan lainnya terluka.
Regu penolong masih berjuang untuk membatu mereka yang masih hidup setelah gempa yang berkekuatan 6,0 pada skala [...]

Jembatan yang Hidup dan Tumbuh

Jembatan yang Hidup dan Tumbuh

Jembatan merupakan salah satu hasil rekayasa infrastruktur untuk mempermudah transportasi manusia. Jembatan-jembatan dibangun di lokasi di atas sungai, lembah, atau laut yang memisahkannya. Tetapi, di suatu tempat di dunia ini, jembatan-jembatan yang menghubungkan sungai-sungai itu tidak dibangun, melainkan hidup dan tumbuh!
1. Jembatan Akar di India
Di kedalaman India sebelah tenggara, di salah satu lokasi paling [...]

Target : Maksimal Rossoneri

Target : Maksimal Rossoneri

Sabtu, 6 Maret 2010 – 21:07 wib
MILAN – Pelatih AC Milan Leonardo Araujo berkeras, anak-anak asuhnya mengusung misi wajib menang kala bertandang ke markas AS Roma pada giornata 27, Minggu (7/3/2010) dini hari WIB.
Ya, Il Diavolo memang harus mencuri tiga angka di Olimpico Roma jika ingin mengejar perolehan nilai Inter Milan [...]

Todung: Pada Prinsipnya Kebijakan Bukan Tindak Pidana

Todung: Pada Prinsipnya Kebijakan Bukan Tindak Pidana

2010-03-05 10:16:48 – Jakarta -
Satu suara dengan Presiden SBY, Todung Mulya Lubis juga melihat kebijakan bailout Century tidak bisa dipidanakan. Kebijakan bisa dipidanakan jika memang dilakukan dengan niat yang jahat seperti memperkaya diri atau kelompok tertentu.”Kebijakan secara umum itu tidak bisa dipidanakan. Kebijakan yang salah juga bukan tindak pidana. Karena prinsipnya kebijakan bukan tindak pidana,” kata Ketua Transparency International Indonesia (TII) ini saat dihubungi detikcom, Jumat (5/3/2010).Kebijakan baru bisa dipidanakan jika kebijakan itu dilakukan dengan niat jahat. “Dengan motivasi yang melawan hukum seperti untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok, maka kebijakan itu memang bisa diinvestigasi,” katanya.Semalam, Presiden SBY berpidato,”Boleh jadi di masa krisis dan keadaan yang serba darurat, ketika keputusan harus diambil dengan sangat cepat, ada masalah-masalah teknis yang mungkin terlewatkan. Namun tidak berarti kebijakannya salah dan harus dipidanakan. Sangat sulit membayangkan negara kita dapat berjalan baik dan efektif, jika setiap kebijakan yang tepat justru berujung dengan pemidanaan.”Todung sependapat dengan pernyataan Presiden terkait alasan bailout Century dilakukan. Bailout harus dilihat dalam perspektif ruang dan waktu.”Ketika krisis finansial menimpa AS, maka ada imbas terhadap negara lain, termasuk Indonesia. Ketika kondisi keuangan AS yang menjadi perekonomian terbesar goyah, maka di Indonesia juga goyah. Itu dikhawatirkan tepengaruh,” jelasnya.Terkait pihak yang bertanggung jawab, menurut Todung, karena sistem ketatanegaraan Indonesia menyatakan Menteri Keuangan (Menkeu) adalah pembantu presiden maka apapun keputusan Menkeu, muaranya adalah presiden.”Presiden yang bertanggung jawab,” tegasnya. (amd/nrl)

Di Internal PD, SBY Sangat Mempermasalahkan Koalisi

Di Internal PD, SBY Sangat Mempermasalahkan Koalisi

2010-03-05 07:55:25 – Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpidato dengan tenang menghadapi gonjang-ganjing koalisi partainya. SBY tak banyak berbicara tentang koalisi karena hal itu adalah masalah internal Partai Demokrat (PD). Di lingkungan internal PD, SBY sangat mempermasalahkan tentang koalisi itu.”Persoalan koalisi memang tidak untuk dipidatokan dengan publik, karena itu kan masalah internal partai. Tapi secara internal kita sebenarnya Presiden sangat mempermasalahkan itu,” kata Wakil Ketua Umum DPP PD Ahmad Mubarok saat dihubungi detikcom, Kamis (4/3/2010).Pidato tersebut, lanjut Mubarok memang hanya untuk memberitahukan pada rakyat, agar rakyat tahu bagaimana duduk persoalan sebenarnya terkait masalah bailout Bank Century ini. Bukan untuk mengatakan apa yang menjadi pembahasan internal di dalam PD.Ia menambahkan, SBY sangat tegar dan bisa menutupi kekecewaannya saat menyampaikan pidatonya di tengah menghadapi persoalan ini. Karena dalam politik menang dan kalah itu adalah hal yang biasa.PD juga sudah mengadakan rapat internal dengan Presiden setelah keluar hasil dari Rapat Paripurna DPR tentang Century . “Internal Partai Demokrat sudah bertemu dengan Presiden, pasca hasil yang disampaikan dalam Rapat Paripurna, dan Presiden menerimanya, tapi setidaknya Presiden akan mengambil pelajaran berharga dari pengalaman ini,” ujar Mubarok mengakhiri pembicaraannya. (nwk/gah)

Hasil Paripurna Century Pukul PD, Konsekuensi Koalisi Pragmatis

Hasil Paripurna Century Pukul PD, Konsekuensi Koalisi Pragmatis

2010-03-04 09:25:59 – Jakarta -
Sidang paripurna Century yang menghasilkan opsi C semalam makin menunjukkan koalisi yang dipimpin oleh Partai Demokrat tidak solid. Terus dikibuli, beranikah SBY memecat partai koalisi?”SBY dan Demokrat pasti akan evaluasi, tapi apakah memecat atau mengurangi jatah, atau kontrak baru dibuat, tergantung evaluasi,” kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada Ari Sudjito kepada detikcom, Kamis (4/3/2010).Namun demikian, hasil voting semalam, menurut Ari, cukup memukul Partai Demokrat. “Ini konsekuensi logis dari koalisi pragmatis,” kata Ari.Menurut dosen Fisipol UGM ini, masing-masing partai saat ini sedang memanfaatkan momentum. Karena untuk investasi politik demi meraih simpati massa pada Pemilu 2014 mendatang.”Mumpung ada momentum. Tapi menurut saya tidak ada garansi 2014 suara pemilih akan kembali ke PKS, Golkar atau pun yang lainnya,” imbuhnya. Berbeda haluan dalam koalisi, lanjut Ari, sebenarnya adalah hal biasa. Malahan akan lebih baik lagi jika partai koalisi yang membelot tersebut mengundurkan diri dari koalisi, tanpa menunggu pemecatan.”Tapi saya nggak yakin partai koalisi berani, karena setelah ini belum tentu ada mainan baru yang bisa investasi politik.”Jika benar-benar partai koalisi yang nakal dipecat, belum tentu beberapa partai seperti Golkar dan PKS bersatu. “Golkar sangat terbuka. Sementara PKS ideologis. PKS akan kesulitan kalau mau membuat blok baru,” ujarnya. (anw/iy)

Anas Enggan Komentari Perubahan Sikap PPP

Anas Enggan Komentari Perubahan Sikap PPP

2010-03-04 00:42:09 – Jakarta -
Fraksi PPP berubah arah saat dilakukan voting tahap kedua mengenai pilihan opsi A atau opsi C. PPP yang sebelumnya selalu berada dalam gerbong Fraksi Demokrat, di saat penetuan justru memilih opsi C, yakni ada masalah dalam bailout Bank Century. Melihat sikap PPP tersebut, ketua Fraksi Demokrat, Anas Urbaningrum menolak berkomentar. “Terhadap itu saya sekarang ini sedang tidak berminat mengomentari soal koalisi,” ujar Anas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/3/2010). Berbeda dengan Anas yang tidak mau mengomentari perubahan sikap PPP. Fraksi Hanura justru mengapresiasi langkah yang diambil oleh PPP. “Saya nggak memperkirakan. Tetapi saya sangat apresiasi terhadap tindakan PPP,” ujar anggota F Hanura, Akbar Faisal. Akbar menambahkan, dirinya sangat terekejut dengan perubahan sikap FPPP. Akbar pun menganggap tindakan PPP sebagai sebuah hal yang kontroversi. “Itu mungkin langkah terbaik bagi mereka. Menurut saya ini sangat kontroversi,” tambahnya. (ddt/anw)