
24 Agustus 2010, Jakarta — Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI M. Nurullah, S,IP secara resmi melakukan pengalihan operasional (Alih Kodal) pesawat Fokker A-2701 yang selama ini menjadi kekuatan Skadron Udara 17 VIP/VVIP dialihkan ke Skadron Udara 2. Selasa, (24/8) di Hanggar Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma. Setelah terlebih dahulu ada keputusan Kasau. Tampak pada gambar Pesawat Fokker A-2701 saat ditarik dari Skadron Udara 17 menuju Skadron Udara 2 oleh Komandan Skadron Udara 17 Letkol Pnb Ronald Siregar, bersama anggota, diterima oleh Komandan Skadron Udara 2 Letkol Pnb Muhammad Mujib.
Pentak Lanud Halim
August 25, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengklaim rak pajang di dalam gerai modern umumnya sudah mengikuti ketentuan standar nasional Indonesia (SNI) meski tidak diwajibkan, guna menjaga keselamatan konsumen selama berbelanja di dalam toko. Ketua Departemen bidang Hipermarket Aprindo Danny Kojongian mengatakan belum bisa memberikan komentar sikap asosiasi terkait dengan usulan Badan Strandardisasi Nasional (BSN) untuk mewajibkan [...]
August 23, 2010 | Posted in
Ekonomi |
Read More »

Menwa IPB latihan menembak. (Foto: Menwa IPB)
21 Agustus 2010, Kompas — Cetak biru perencanaan pembentukan komponen cadangan dipertanyakan berbagai kalangan. Belum adanya pemaparan dari Kementerian Pertahanan tentang cetak biru itu membuat banyak elemen dalam Rancangan Undang-Undang tentang Komponen Cadangan Pertahanan Negara juga dipertanyakan.
Hal ini terungkap dalam diskusi tentang peningkatan kapasitas dan kapabilitas pertahanan melalui pembentukan komponen cadangan, yang diadakan Propatria Institute, Rabu (18/8) di Jakarta. Hadir dalam diskusi ini, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Budi Susilo Soepandji, dengan pembahas Evan A Laksmana dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan David Raja Marpaung (Propatria Institute) serta penanggap Hari Prihatono (Propatria Institute), Al Araf (Imparsial), dan Monica Tanuhandaru (Air Putih).
Budi Susilo menjelaskan, komponen cadangan bukan wajib militer. Prinsip dasarnya, komponen ini berasal dari warga negara yang dilatih dengan latihan dasar kemiliteran yang disiapkan sebagai cadangan kekuatan pengganda TNI jika ada perang. Masa baktinya lima tahun dan selama itu mereka mendapat latihan paling lama 30 hari per tahun.
”Cadangan ini harus disiapkan karena ini bagian dari sistem pertahanan kita. Kita, kan, tidak bisa mendadak,” kata Budi.
Penanggap yang berasal dari masyarakat sipil menyatakan sepakat atas pembentukan komponen cadangan. Namun, mereka meminta Kementerian Pertahanan menjelaskan cetak biru pembentukan komponen cadangan secara lebih menyeluruh tentang tujuan dan garis besar pembentukannya.
Evan mengakui, dengan adanya cetak biru ini, bisa jadi lebih jelas bagaimana model yang dituju. ”Misalnya, apa tujuannya? Untuk nasionalisme atau apa. Lalu akan ada turunannya dan bagaimana perekrutan atau penggunaannya,” katanya.
David juga mempertanyakan jumlah personel komponen cadangan yang dibutuhkan. Demikian juga harus ada perincian, apakah komponen cadangan itu akan dipakai juga untuk operasi militer selain perang, seperti pemberantasan separatisme, terorisme, dan penanggulangan bencana alam.
Al Araf melihat, secara global sebenarnya ada kecenderungan komponen cadangan dibubarkan di berbagai negara dan juga ada dinamika hak asasi manusia.
Ia pun mempertanyakan motivasi di balik pembentukan komponen cadangan itu, apakah untuk kebutuhan strategis, yaitu melipatgandakan kekuatan kalau perang, atau lebih untuk nasionalisme.
KOMPAS
August 21, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

PT Indomarco Prismatama, pengelola Indomaret, akan menambah 50 gerai di Sumatra Utara, sehingga jumlah yang beroperasi di Sumut ini hingga akhir 2010 akan mencapai 180 unit. Bintang H. Harianja, Location Manajer PT Indomarco Prismatama, menegaskan sampai Juni tahun ini total outlet Indomaret yang sudah beroperasi di Sumut ada 130 buah. “Semester II tahun ini kami [...]
August 21, 2010 | Posted in
Ekonomi |
Read More »

Peneliti ritel Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rizal Halim mengharapkan pemerintah daerah segera menempatkan tenaga profesional untuk mengelola pasar tradisional guna meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar eceran yang makin sengit. “Saat ini pasar tradisional tidak hanya bersaing dengan toko modern yang dikelola oleh pemodal kuat, melainkan juga dengan pasar tradisional yang dikelola serius oleh [...]
August 18, 2010 | Posted in
Ekonomi |
Read More »

17 Agustus 2010, Jakarta — Komandan Batalyon Kavaleri 7/Sersus Letnan Kolonel Kav Agustinus Purboyo S.IP didampingi Staf Operasi Kodam Jaya memimpin latihan Uji Siap Tempur Tingkat Peleton bagi prajurit Yonkav 7/Sersus. Selama 2 (dua) hari dengan melibatkan 201 personel, 4 unit panser V 150 Canon, 6 unit Panser V 150 Intai, 4 unit Panser V 150 Angkut Personel dan 2 unit panser VAB, bertempat dikawasan perkotaan di Jakarta International EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dalam arahannya sebelum latihan, Letnan Kolonel Kav Agustinus Purboyo, mengatakan bahwa prajurit Yonkav-7/Sersus harus mampu melaksanakan latihan ini dengan sepenuh hati, walaupun dengan keterbatasan alutsista dan medan latihan. Hal ini dilakukan agar mampu menjawab tantangan tugas yang diberikan oleh Kodam Jaya/Jayakarta baik di dalam maupun di luar negeri, seperti penugasan yang tergabung dalam pasukan Perdamaian PBB di Lebanon.
Adapun materi latihannya meliputi Pergeseran Pasukan (Serpas), Operasi Pertempuran Kota, Operasi Pertahanan Sementara, dan Operasi Pemindahan ke Belakang. Untuk bisa mengikuti latihan uji siap tempur ini para prajurit harus telah lulus mengikuti latihan-latihan sebelumnya.
“Meski dengan keterbatasan alutsista dan medan latihan yang ada di Jakarta, kami tetap mampu menjawab tantangan tugas yang diberikan kepada Prajurit Pragosa Satya. Yonkav 7 Panser Khusus merupakan satuan khusus Kodam Jaya mau tak mau harus mempunyai kemampuan lebih, untuk itu kami menyiapkan Prajurit Pragosa Satya yang secara maksimal dan siap ditugaskan baik di dalam maupun di luar negeri seperti yang selama ini dikirim tugas Perdamaian PBB ke Libanon,” Ujar Letkol Kav Agustinus Purboyo S. IP dengan mantap.
Pendam Jaya
August 18, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »


09 Agustus 2010, Jakarta -– Dengan adanya Penyusunan rencana Induk dan Road Map Revitalisasi Industri Pertahanan, sekiranya akan dapat mempertemukan kemampuan industri dalam negeri dengan kebutuhan pertahanan dari User dalam hal ini Institusi TNI dan Polri.
“Kemudian nantinya diharapkan tidak ada lagi saling menyalahkan diantara industri pertahanan dengan pengguna produksi pertahanan. Dengan adanya road map ini juga mudah-mudahan kebutuhan kedua pihak dapat diwadahi,” Ujar Irjen Kemhan.
Harapan tersebut disampaikan Irjen Kemhan, Lasdya Gunadi M.D.A ketika mewakili Sekjen Kemhan membuka Rapat koordinasi Industri Pertahanan Non Alutsista, Senin (9/8) di Kantor Ditjen Ranahan Kemhan, Jakarta.
Disamping Road Map yang tengah disusun, menurut Irjen Kemhan selanjutnya kepentingan kedua belah pihak dapat di wadahi dengan dibentuknya KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan sebagai Clearing House).
Ditambahkan Irjen dengan adanya komite ini juga diharapkan ada satu kesatuan pembinaan untuk memajukan industri pertahanan. Irjen juga menilai satu kesatuan dalam hal pembinaan industri pertahanan dalam negeri selama ini masih kurang, sehingga masing-masing pihak mempunyai kepentingan yang berbeda.
Irjen mencontohkan, bahwa pihak Kemhan memiliki Undang-Undang yang menyebutkan salah satu tugasnya adalah membina industri pertahanan untuk meningkatkan kemampuan, inovasi, dan produksi yang baik dengan menggeser sedikit faktor profit oriented. Sedangkan dari pihak Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) sendiri juga memiliki induk di tempat lain yang hanya berorientasi kepada profit.
“ Kita sangat berharap kebutuhan di dalam negeri ini dapat kita penuhi sendiri semaksimal mungkin karena akhir semua itu adalah bukan hanya nilai uang tetapi lebih mengarah kepada tingkat detenrence yang meningkat dengan tajam,” harap Irjen Kemhan.
Sementara itu Sekretaris Asosiasi Industri Pertahanan Non Alutsista (IPNAS) Ir. Yosef Mursidi, M.M mengatakan untuk merealisasikan kebijakan dan strategi kearah yang lebih konkrit maka harus dirumuskan bentuk upaya-upaya untuk mengembangkan industri pertahanan non alutsista.
Diantara dari upaya-upaya tersebut, menurut Yosef salah satunya adalah aspek kelembagaan, yang mana perlu adanya wadah atau asosiasi produk non alutsista untuk memfasilitasi kepentingan produsen dan konsumen. Nantinya wadah tersebut harus dibawah pembinaan Kemhan khusus untuk produk militer dan pembinaan Kemprin untuk produksi komersil.
Yosef Murisidi juga menambahkan, bentuk upaya lainnya adalah pada aspek pemberdayaan dalam hal mendorong dan meningkatkan produk non alutsista melalui perbaikan manajemen dan struktur industri. Selain itu pemberdayaan dalam hal menumbuhkembangkan industri pendukung dan proses sertifikasi produk untuk meningkatkan daya saing di pasar global bagi kepentingan ekspor.
Adapun bentuk upaya terakhir, menurut Yosef Mursidi adalah aspek pengaturan, yang mencakup beberapa kebijakan yang diperlukan bagi terjaminnya produk industri non alutista untuk digunakan oleh pengguna. Kebijakan tersebut, antara lain, pendaanaan, perpajakan, dan penekanan kembali Inpres Nomor 2 tahun 2009 tentang penggunaan produk dalam negeri yang belum terlaksana.
Rapat Koordinasi Industri Pertahanan Non Alutsista yang diselenggarakan saat ini turut dihadiri oleh pejabat tinggi di jajaran Ditjen Ranahan Kemhan dan Mabes TNI, para pejabat yang mewakili lintas kementerian, seperti Bapenas, Kemprin, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) serta para Direktur Industri Non Alutsista yang tergabung di dalam Asosiasi IPNAS.
DMC
August 9, 2010 | Posted in
Ragam |
Read More »

Pengangguran Petrus Redikin dan istrinya, Jacqueline, memenangi jackpot pada Rabu (4/8) malam lalu, menang tunggal terbesar loto sejak April 2008, berhak mengantongi uang £11.178.334 atau sekitar Rp155 miliar. Seperti dilansir dailymail.co.uk, Peter, 50, semula mengira ia hanya memenangi uang kertas sepuluh dolar ketika pertama kali memeriksa nomor. Dia dan Jacqueline, 48, berhak atas klaim seluruh [...]
August 7, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »

Hubungan kerjasama Dewi Persik dengan Ahmad Dhani sedang menjadi sorotan. Pasalnya, Dhani siap memberikan sanksi kepada Dewi Persik yang tergabung dalam menajemen artisnya jika tak mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan manajemen. Dewi mengaku Dhani itu sangat tegas. Bahkan, dia pernah dibuat menangis oleh Dhani.
“Mas Dhani sering bikin saya nangis. [...]
August 5, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »


05 Agustus 2010, Surabaya — Satuan Kapal Cepat Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkat Koarmatim) mulai kemarin hingga hari ini, Kamis (5/8) menggelar latihan Jungle Survival (melatih ketahanan hidup di darat yang dilaksanakan di Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari latihan Sea Survival (melatih ketahanan hidup di laut) yang sudah dilaksanakan beberapa waktu silam dan akan berakhir hingga besok, Jumat (6/8).
Dalam latihan ini diikuti oleh 70 personel ABK (Anak Buah Kapal) di jajaran unsur Satkat Koarmatim dengan melibatkan 31 orang pelatih dan pendukung lainnya. Selama latihan berlangsung dilaksanakan di kelas dan di lapangan dengan materi latihan meliputi, keterampilan dasar prajurit perorangan, keterampilan teknik darat, jungle survival, perkelahian perorangan, sea survival, cast and recovery perahu karet, harbouring, navigasi laut dan darat serta PPPK.
Latihan dilaksanakan di daerah basis TNI AL Surabaya dan Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Komandan Satkat Koarmatim Koarmatim Kolonel Laut (P) Yudo Margono mengatakan, bahwa tujuan digelarnya latihan ini untuk memberikan keterampilan pada ABK KRI dalam mempertahankan hidup di laut dan di hutan apabila kapal mengalami kedaruratan di daerah musuh, serta membentuk sikap dan mental yang tangguh untuk bertahan hidup di laut, baik secara perorangan maupun kelompok sampai mendapatkan pertolongan.
Dispenarmatim
August 5, 2010 | Posted in
Hot News |
Read More »