Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Serbu’

RI Rancang Kapal Selam

RI Rancang Kapal Selam


26 Agustus 2010, Jakarta — Setelah merasa mapan dalam industri pertahanan untuk matra darat, Indonesia pun merancang industri pertahanan bagi matra laut. Meski belum resmi diluncurkan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, Indonesia akan membangun kapal selam sendiri. Terlebih setelah PT PAL Surabaya mengembangkan kapal perang jenis fregat kelas La Fayette.

”Kami sebenarnya cukup bisa membangun sendiri industri pertahanan untuk Angkatan Laut. Sekarang Indonesia sudah membangun kapal perang modern sejenis fregat kelas La Fayette seperti yang dimiliki Singapura dan akan selesai dalam waktu empat tahun oleh PT PAL,” ujar Purnomo di sela-sela seminar ”Pertahanan Nasional Indonesia dalam Perspektif Sosial-Budaya” di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Rabu (25/8).

Menurut Purnomo, keberhasilan membangun kapal perang modern membuat pemerintah cukup percaya diri memperkuat industri pertahanan untuk Angkatan Laut. ”Saya katakan bisa enggak dalam waktu dekat ini kita membangun kapal selam. Kita, kan, punya dok yang cukup untuk membangunnya di Surabaya,” ujarnya.

Industri pertahanan dalam negeri, lanjut Purnomo, sudah cukup membanggakan, terutama untuk matra darat. Keberhasilan PT Pindad membuat panser dan senapan serbu SS1 dan SS2 merupakan salah satu contoh. Panser buatan Pindad kini sudah diekspor ke negara-negara ASEAN.

Pengamat militer Salim Said mengungkapkan, Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun industri Angkatan Laut sendiri. Menurut dia, sebenarnya sudah sejak dulu Indonesia dapat membuat kapal perang, termasuk kapal selam, sendiri.

Salim mengatakan, pembangunan industri pertahanan TNI Angkatan Laut sudah sangat mendesak. Beberapa insiden di perbatasan laut Indonesia-Malaysia harus menjadi pelajaran, betapa mendesaknya Indonesia memperkuat industri pertahanan bagi matra laut.

KOMPAS

Kopaska TNI AL “Serbu” Teroris di Kapal Ferry

Kopaska TNI AL “Serbu” Teroris di Kapal Ferry


30 Juli 2010, Surabaya — Pagi itu, Jumat (30/7), dua Tim Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL dengan menggunakan kendaraan tempur air “Sea Reader” berhasil menyerbu masuk (ship boarding) ke kapal Ferry Wicitra yang dikuasai “teroris”.

Kapal yang sarat dengan penumpang tersebut seketika itu terasa mencekam, dan semua penumpang merasa was-was bakal terjadi ensiden berdarah. Tidak lama kemudian, penyerangan ke kapal ini menjadi semakin tegang dan berdebar, ketika satu Tim prajurit Kopaska TNI AL ini melakukan fastroping (meluncur) dari Helikopter kemudian menyerbu ke kapal.

Dalam sekejap, prajurit elit TNI AL ini dapat menguasai ruangan-ruangan vital di kapal yang dikuasai musuh, yaitu di ruang mesin, ruang kemudi dan anjungan. Dalam “serbuan” tersebut, prajurit Kopaska TNI AL dapat meringkus kawanan teroris dan dalam ensiden ini tidak ada korban jiwa dari penumpang kapal.

Skenario serbuan ke kapal Ferry yang dilakukan oleh prajurit Kopaska TNI AL tersebut, adalah serangkaian dari materi latihan yang digelar antara TNI AL dengan Angkatan Laut Amerika Serikat dari jajaran US Navy Seal dengan sandi “Latma Flash Iron 10-2/JCET, dan latihannya itu sendiri digelar mulai 12 Juli silam. Pasukan yang terlibat dalam latihan itu dari Kopaska TNI AL 92 personel sedangkan dari pihak US Navy Seal 19 personel.

Latihan yang digelar hingga 5 Agustus tersebut akan melaksanakan beberapa materi latihan diantaranya pengamanan VVIP, materi lain yang juga dilatihkan diantaranya MIO (Martime Interdiction Operation), Markmanship and Skills, CQC (Closed Quarter Combat), Urban Warfare dan TCCE (Tactical Combat Casualiv Care).

Dispenarmatim

Rusia Jual Pesawat Militer ke Venezuela dan Libya

Rusia Jual Pesawat Militer ke Venezuela dan Libya

Sukhoi Su-30. (Foto: Maya Mashatina/RIA Novosti)

26 Juli 2010 –- Venezuela segera membeli sejumlah helikopter angkut militer buatan Rusia diumumkan pejabat Rosoboronexport Sergei Kornev setelah selesai pameran udara internasional Farnborough.

Rusia telah menjual Sukhoi Su-30MK2 Flanker-G, helikopter angkut Mi-17B-5 Hip-H, helikopter serbu Mi-35 Hind-E serta helikopter angkut barang Mi-26T Halo ke Venezuela.

Kornev mengumumkan juga Libya telah menandatangani kontrak pembelian enam jet latih Yak-130 dan helicopter Mi.

Irkut telah menandatangani kontrak dengan Rosoboronexport untuk mengirimkan enam Yak-130. Dua pesawat pertama dikirimkan 2011, sisanya dikirimkan 2012.

Yak-130 dipesan oleh Aljazair serta sejumlah negara sedang bernegosiasi membeli jet latih ini.

India, Venezuela, Aljazair dan Malaysia pembeli utama pesawat militer buatan Rusia, total penjualan negera-negara tersebut lebih dari 2 milyar dolar pada 2008.

RIA Novosti/Berita HanKam

Konsistensi Kebijakan Anggaran Dipertanyakan

Konsistensi Kebijakan Anggaran Dipertanyakan

Senapan serbu SS2-V2 dilengkapi peluncur granat produksi PT. PINDAD. (Foto: PINDAD)

04 Juni 2010, Jakarta — Komisi I mempertanyakan konsistensi niat dan sikap pemerintah terkait kebijakan pertahanan, khususnya dalam hal pengadaan persenjataan dalam negeri, demi mengembangkan industri strategis pertahanan nasional.

Konsistensi tersebut dipertanyakan karena dianggap sama sekali tidak tampak atau tecermin dalam rencana alokasi anggaran belanja pertahanan tahun anggaran (TA) 2011.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I dari Fraksi PDI-P TB Hasanuddin, Kamis (3/6), seusai mengikuti rapat dengar pendapat dengan jajaran Kementerian Pertahanan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemhan Marsdya Eris Herryanto.

”Katanya pemerintah mau menaikkan anggaran dan berkomitmen beli senjata yang bisa diproduksi sendiri untuk majukan industri pertahanan dalam negeri. Tapi, kok, justru alokasi anggaran untuk beli senjata dalam negeri TA 2011 malah turun?” ujar Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, selama ini sudah terlalu banyak pernyataan komitmen dari pemerintah, mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga pejabat Kementerian Pertahanan beserta jajarannya.

Tidak konsisten

Akan tetapi, pada kenyataannya, menurut Hasanuddin, alokasi anggaran untuk pengadaan senjata turun dari TA 2010 sebesar Rp 850 miliar menjadi TA 2011 sebesar Rp 800 miliar. Sementara untuk pengadaan senjata dari luar negeri dalam bentuk alokasi kredit ekspor (KE) malah naik sekitar Rp 1 triliun dari Rp 5,5 triliun menjadi Rp 6,6 triliun.

”Lha, kok bisa begitu? Kenapa yang diomongkan tidak konsisten dengan yang dilakukan,” ujar Hasanuddin.

Sementara itu, saat dihubungi terpisah, Sekjen Kemenhan Eris Herryanto menyatakan, tidak ada persoalan dalam pengalokasian anggaran, khususnya untuk pengadaan senjata. Selain itu, pemerintah, menurut dia, juga tetap konsisten dengan rencana mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

KOMPAS

AK200 Versi Terbaru Kalashnikov

AK200 Versi Terbaru Kalashnikov


29 Mei 2010 — Rusia berencana menguji senapan serbu otomatis Kalashnikov model terbaru tahun depan, diungkapkan Presiden Direktur Izhmash Vladimir Grodetsky, Selasa (25/05) diberitakan kantor berita RIA Novosti.

Versi terbaru diberinama AK 200 dikembangkan berdasarkan AK 74M, mempunyai perbedaan dalam berat serta kapasitas magazine AK 200 3,8 kg/30, 50, dan 60 peluru sedangkan AK 47M 3,3 kg/30 peluru.

AK 74 pengembangkan versi pertama senapan serbu Kalashnikov AK 47, diciptakan oleh Mikhail Kalashnikov.

AK 47 menjadi senapan serbu legendaris, digunakan lebih dari 50 angkatan bersenjata serta menjadi senapan favorit kaum pejuang di dunia. Senapan serbu AK 47 dijadikan lambang pada bendera Mozambique.

Venezuela bangun pabrik peluru Kalashnikov

Rusia akan membangun pabrik amunisi berkapasitas lebih 50 juta peluru pertahun di Venezuela.

Pabrik amunisi ini bagian dari kesepakatan pembelian 100,000 senapan serbu AK 103 dan pabrik amunisi guna memproduksi peluru 7,63mm untuk AK 103 antara pemerintah Venezuela dan Rusia pada 2007.

Pabrik amunisi akan dibangun dekat pabrik perakitan AK 103 di negara bagian Aragua, diharapkan mulai berproduksi akhir 2010.

Venezuela telah membelanjakan 4 milyar dolar guna membeli pesawat tempur, helikopter dan senapan serbu buatan Rusia sejak 2005.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengatakan setelah kunjungan kenegaraan ke Venezuela bulan lalu, Venezuela akan menandatangani kontrak persenjataan baru senilai lebih 5 milyar dolar dalam waktu dekat.

RIA Novosti/Berita HanKam

Brunei Hibahkan Dua Kapal Patroli

Brunei Hibahkan Dua Kapal Patroli

(Foto: Brunei Darussalam MoD)

27 Mei 2010, Bandar Seri Begawan — Untuk mengeratkan hubungan baik yang sudah terjalin selama ini, dan memahami kebutuhan Indonesia, Brunei menghibahkan dua kapal patroli kepada TNI AL. Brunei juga menyatakan akan mempertimbangkan pembelian produk industri pertahanan Indonesia, seperti pesawat patroli dan senapan serbu.

Hal itu disepakati dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke negara tetangga ASEAN di ujung utara Borneo ini, 24-25 Mei. Sjafrie menandatangani kesepakatan di atas bersama mitranya, Wakil Menteri Pertahanan Brunei Pehin Mohammad Yasmin Umar, di ibu kota Bandar Seri Begawan.

Dua kapal patroli yang dihibahkan Brunei merupakan Kelas Waspada, yakni KDB (Kapal Diraja Brunei) Waspada dan KDB Pejuang. Kapal yang dibuat oleh galangan Vosper Thornycroft Singapura tahun 1978-1979 ini dikategorikan sebagai kapal patroli berpeluru kendali. Memiliki bobot 210 ton, KDB Waspada memiliki dua tabung peluncur rudal antikapal Exocet MM-38, meriam antipesawat 30 mm buatan Oerlikon, dan dua senapan mesin kaliber 7,62 mm yang dimutakhirkan pada 1990-an.

”Kita sekarang perlu mempersiapkan kapan dan bagaimana kedua kapal patroli tersebut dapat dialihkan ke Indonesia,” ungkap Sjafrie ketika membahas cara memindahkan kedua kapal yang masing-masing membutuhkan sekitar 40 awak itu bersama dengan perwira TNI AL yang menyertai lawatannya.

Mengomentari hibah Brunei, Wamenhan RI menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan wujud ketulusan Brunei dalam menjalin persahabatan dengan RI. Brunei bahkan menyatakan akan mempertimbangkan serius penambahan pesawat patroli CN-235.

KOMPAS

Latma Teak Iron 10-1 Ditutup

Latma Teak Iron 10-1 Ditutup

27 Mei 2010, Semarang — Danpuspenerbad Brigjen TNI Nabris Haska (tengah), bersama Komandan Skadron 11/Serbu, Letkol Cpn Johni Prastowo (kiri), berbincang dengan instruktur penerbang Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari 6th Special Operations Squadron, Mayor Donahue (kanan), usai upacara penutupan Latihan Bersama (Latma) Teak Iron 10-1, di Appron Skadron-11/Serbu, di Lanumad Ahmad Yani, di Semarang, Jateng, Kamis (27/5). Dalam latihan yang telah berlangsung selama 25 hari itu para peserta latihan antara lain dilatih kemampuannya untuk melaksanakan kerjasama dibidang penerbangan untuk menghadapi tuntutan tugas dimasa mendatang. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/mes/10)

Danpuspenerbad Brigjen TNI Nabris Haska (kiri), berbincang dengan instruktur penerbang Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari Special Operations Squadron ke-6, Mayor Donahue (kanan). (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/mes/10)


Sejumlah prajurit Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dari Special Operations Squadron ke-6 dan prajurit TNI AD dari Korps Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) berbaris pada Upacara Penutupan Latihan Bersama (Latma) Teak Iron 10-1. (Foto: ANTARA/R. Rekotomo/Koz/mes/10)

Wamenhan Tinjau Pembuatan Panser PT. Pindad di Bandung

Wamenhan Tinjau Pembuatan Panser PT. Pindad di Bandung


17 Mei 2010, Jakarta — Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat (14/5) melakukan kunjungan kerja ke PT. Pindad di Bandung. Dalam kunjungan tersebut Wamenhan didampingi Direktur Utama (Dirut) PT. Pindad Adik A. Soedarsono meninjau secara langsung proses pembuatan Panser 6×6, Panser 4×4 dan Panser Amphibi.

Turut mendampingi Wamenhan dalam kunjungan tersebut antara lain Dirjen Ranahan Kemhan Laksda TNI Gunadi, M.D.A, Dirjen Renhan Kemhan Marsda TNI Bonggas S. Silaen, S.Ip, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edi Wibowo, Aslog TNI dan Aslog Angkatan. Hadir pula Dirut PT. Dirgantara Indonesia Budi Santoso.

Selain meninjau proses pembuatan panser, Wamenhan juga meninjau pembuatan munisi kaliber kecil, granat, bom, revolver atau pistol, senapan serbu dan mortir. Dipenghujung rangkaian peninjauannya Wamenhan melakukan uji coba senapan serbu produksi PT. Pindad.

Usai melakukan peninjauan, Wamenhan memimpin rapat antara pihak produsen dan pengguna bidang Alustista. Dari pihak produsen yaitu PT. Pindad dan PT. DI, sementara itu dari pihak pengguna dalam hal ini yaitu TNI. Dalam rapat ini Wamenhan menerima klarifikasi, masukan dan saran dari Kemhan, TNI dan Angkatan.

Wamenhan mengatakan, kunjungan ini dalam rangka untuk meyakinkan kemampuan dari produsen khususnya PT. Pindad dapat memenuhi kebutuhan pengguna dalam hal ini TNI. “Kunjungan ini untuk meyakinkan bahwa kebutuhan yang dapat dipasok di dalam negeri betul- betul dikelola dengan baik”, ungkap Wamenhan.

Menurut Wamenhan, dengan melihat proses produksi secara langsung, diharapkan akan dapat dilihat sejauh mana kualitas yang dihasilkan oleh produsen baik menyangkut kemampuan senjata maupun yang menyangkut alat utama untuk kebutuhan – kebutuhan mobilitas.

DMC

Kesaksian Kepala Desa Baki terhadap Tersangka Teroris

Kesaksian Kepala Desa Baki terhadap Tersangka Teroris

Kepala Desa Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Parjio mengaku tidak mengetahui nama penghuni bengkel yang disangka teroris sebagai warganya. Tapi, ia pernah datang ke bengkel itu dan melihat pemiliknya.
“Orangnya berperawakan kecil. Saya tidak tahu namanya karena tidak mendatanya,” ujar Parjio kepada wartawan Metro TV Marischka Prudence, Kamis (13/5). Menurutnya, bengkel itu dilihatnya sepi pelanggan.
Menurut [...]

Pengepungan di Sukoharjo, Densus 88 Temukan Senjata M-16

Pengepungan di Sukoharjo, Densus 88 Temukan Senjata M-16

Tim Densus 88 Polri yang mulai memasuki rumah yang digerebek di Gondang, RT 3/RW 6, Pandean Baki, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukohardjo menemukan senjata laras panjang M16, sejumlah amunisi, pistol revolver, rompi antipeluru dan rompi serbu, serta sangkur.
Berdasarkan pantauan VIVAnews, di dalam rumah yang sudah tidak ada penghuninya itu juga ditemukan beberapa buku jihad. Sedangkan di [...]

Advertisement

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner