Suara Redaksi “Haruskah bailout Century terus dibahas?”

Barack OBAMA “Sebaiknya konflik politik segera diakhiri. Atmosfer ekonomi mulai terpengaruh.”

Posts tagged with the keyword: ‘Sosok’

8 Kasus Berpotensi “Ditukar” dengan Skandal Century

8 Kasus Berpotensi “Ditukar” dengan Skandal Century

Minggu, 7 Maret 2010 | 12:39 WIB
JAKARTA, — Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan sedikitnya delapan kasus yang berpeluang besar menjadi barter perkara dalam penuntasan skandal Bank Century. Delapan kasus ini menyangkut pejabat teras partai politik yang punya sikap berseberangan dengan Fraksi Partai Demokrat terkait skandal Bank Century.
“ICW mencatat delapan kasus [...]

Mourinho, The New Helenio Herrera !!

Mourinho, The New Helenio Herrera !!

Jum’at, 5 Maret 2010 – 18:20 wib
DUBLIN – Penampilan ciamik Inter Milan di bawah arahan Jose Mourinho terus menuai pujian. Kali ini, pujian datang dari mantan pelatih I Nerrazzurri Giovanni Trapattoni yang menyatakan, Mourinho merupakan duplikasi dari pelatih legendaris Inter, Helenio Herrera.
Komentar yang dilontarkan Trapattoni kali ini memabgn bukan tanpa alasan. Selain berhasil melabuhkan [...]

Jibriel-Soraya Murni Bisnis, Pencairan Dana Tak Perlu Izin

Jibriel-Soraya Murni Bisnis, Pencairan Dana Tak Perlu Izin

2010-03-02 07:34:00 – Jakarta -
Soraya Abdullah disebut-sebut dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Firman Syah. Soraya dianggap meminjamkan rekeningnya untuk menampung dana dari Timur Tengah. Dana itu kemudian dipakai untuk pengeboman Marriot-Ritz Carlton, Juli tahun lalu.”Hubungannya ya teman bisnis saja. Kalau mau mencairkan dana, kapan saja. Tidak perlu meminta persetujuan,” kata pengacara M Jibriel, Hariadi Nasution saat dihubungi detikcom, Senin (1/3/2010).Tim pengacara M Jibriel menyatakan tidak tahu menahu bila Soraya akan didatangkan JPU. Nasution sendiri tidak tahu apakah Soraya hadir atau tidak dalam sidang pertama Selasa pekan lalu, mengingat banyak pengunjung menggunakan cadar.”Saya sendiri tidak tahu Soraya yang mana. Banyak yang menggunakan cadar, itukan keyakinan,” ujar Nasution.Soraya berubah menjadi sosok relijius dan bercadar sejak beberapa tahun lalu. Sebelumnya, ia sempat bermain dalam sinetron ‘Gerhana’. Soraya disebut mempunyai hubungan dekat dengan M Jibriel. Soraya dalam emailnya kepada detikcom, 7 September 2009, membenarkan mengenal Jibril. Namun Soraya membantah terlibat terorisme. Ia juga membantah Jibril terlibat aksi terorisme. (Ari/ape)

Selly Jerat Korban dengan Nasehat ‘Bahagiakan Orangtua’

Selly Jerat Korban dengan Nasehat ‘Bahagiakan Orangtua’

2010-02-27 14:59:43 – Jakarta -
Korban Selly kembali berbicara. Vica dan Rahma Soraya mengaku tertipu dengan Selly dengan dalih mengajak bisnis pulsa. Keduanya pun memberikan Selly uang senilai Rp 10 juta. “Dia meminta menyetor uang sebanyak Rp 10 juta dengan dua kali transfer. Saya kenal Selly melalui facebook teman,” kata Rahma Soraya dalam pemeriksaan di Polresta Bogor, Jawa Barat, Sabtu (27/2/2010). Rahma mengatakan, setelah kenal, Selly mencoba mendekati teman-teman Rahma. Bahkan Selly sempat tinggal bersama teman Rahma, Soraya. “Selly pernah tinggal di rumah saya dan jalan sama saya selama empat hari,” kata Soraya. Menurut para korban, Selly selalu memberi nasihat yang baik. Sehingga mereka tidak pernah timbul kecurigaan kalau Selly berniat menipu. “Pesan Selly cuma satu. Bahagiain orang tua. Apalagi kita perempuan. Pesan Selly ke Soraya untuk membuat iba korbannya,” ungkapnya. Dengan perkataan Selly itu, Soraya menganggap Selly tulus. Soraya mengenal Selly berprofesi sebagai wartawan Kompas. Selly sedang mencari liputan soal DPRD gate Bogor. Selly juga bercerita bahwa ia ditinggal pacarnya yang meninggal. “Selly ngakunya jadi wartawan Kompas. Dia bercerita dia bisa diterima Kompas karena punya prestasi baik atas kuliahnya di universitas ternama Universitas Indonesia,” imbuhnya. Dengan sosok Selly yang baik, supel, dan ramah ini, keluarga Soraya pun mau menerima Selly tinggal di rumahnya. “Katanya dia juga dapat beasiswa sampai diterima di Kompas,” tandasnya. (gus/gus)

Hasyim Tegaskan Muktamar untuk Pilih Pemimpin bukan Pemain

Hasyim Tegaskan Muktamar untuk Pilih Pemimpin bukan Pemain

2010-02-26 20:55:34 – Jakarta -
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan Muktamar NU ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan untuk memilih pemimpin bukan pemain. Diharapkan penggantinya bukan orang suka melakukan manuver-manuver, seperti manuver politik.”Saya ingin muktamar besok itu untuk mencari pemimpin bukan pemain. Maksud pemain itu adalah orang yang suka manuver dan huru-hara alias Manuhara,” kata Hasyim Muzadi kepada detikcom di kantornya Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum’at (26/2/2010).Menurut Hasyim, selama ini organisasi NU selalu mencetak pemimpin bangsa. Karenanya, untuk mencari pemimpin di NU harus memenuhi kriteria seperti dapat diterima semua kalangan (acceptable), memiliki integeritas, dan kemampuan manajerial.”Jadi ini semua akan digodok di dalam muktamar besok. Saya belum bisa mengatakan siapa tokoh yang sesuai kriteria itu, karena semua sedang dinilai. Mungkin dalam dua atau tiga minggu ke depan sudah muncul siapa-siapanya,” jelasnya, ketika ditanya siapa kira-kira tokoh yang dijagokan akan menggantikannya.Sementara Wakil Sekjen PBNU Syaiful Bahri Anshori mewanti-wanti adanya kecenderungan elit politik mendorong salah satu kandidat Ketua Umum di muktamar. Dia berharap, Ketua Umum PBNU yang akan menggantikan KH Hasyim Muzadi adalah sosok yang mampu mengayomi semua warga NU yang ada di mana-mana.”Oleh karena itu, kandidat yang didukung partai politik akan sulit didukung oleh wilayah dan cabang, sebab mereka sebenarnya sudah tahu kebutuhan NU ke depan,” tandasnya. (zal/Rez)

Muhammad, Pemimpin Moralis yang Tak Berwajah Pembohong

Muhammad, Pemimpin Moralis yang Tak Berwajah Pembohong

2010-02-26 07:40:51 – Jakarta -
Mantan Menteri  Agama KH Tolchah Hasan bertindak sebagai pengisi hikmah Maulid dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Istana Negara. Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono itu, KH Tolchah Hasan menceritakan sosok Nabi Muhammad sebagai figur pemimpin yang moralis, tidak memiliki wajah pembohong.”Muhammad adalah manusia yang paling berpengaruh di dunia. Moralis, jujur, dan bertanggung jawab,” demikian pujian KH Tolchah di hadapan ratusan hadirin peserta peringatan Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.Hadir dalam acara tersebut para duta besar negara sahabat, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II beserta para istri dan suami, serta para pemimpin lembaga tinggi negara.Muhammad, menurut Tolchah, mengalami masa keemasan dalam memimpin Islam saat hijrah ke Madinah selama 10 tahun. Dalam masa itu, Muhammad didukung penuh oleh kaum muslimin, dicintai serta didukung habis-habisan.”Beda dengan masyarakat Makkah, reaksi penduduk Makkah saat itu tak seperti di Madinah. Karena Nabi Muhammad berusaha untuk merubah feodalisme dan otoriter menjadi demokratis,” papar pengasuh pesantren mahasiswa Ainul Yaqin, Malang, Jawa Timur ini.Bukan Cuma orang muslim saja yang cinta kepada Muhammad. Bahkan komunitasnonmuslim pun juga memberikan rasa hormat yang lebih kepada nabi akhir zamantersebut. Dikisahkan oleh Tolchah, seorang intelektual Yahudi pada masa itu, Abdullah Bin Salam, begitu ingin melihat langsung sosok Muhammad.”Saya ingin melihat sendiri wajah Muhammad. Setelah saya lihat sendiri wajahnya, saya jatuh cinta. Dan saya ikut mengagumi orang ini (Muhammad). Kenapa? Pertama kali saya melihat wajah Muhammad, saya yakin ini bukan wajah pembohong,” kata Abdullah Bin Salam seperti ditirukan oleh Tolchah.Dan akhirnya, Abdullah Bin Salam pun masuk Islam setelah melihat wajah Muhammad yang tidak ada tampang pembohong itu. Muhammad, lanjut Tolchah, juga senantiasa membangun hubungan harmonis dengan umat, atau pun dengan sesama manusia. Muhammad juga mencetuskan masyarakat muslim yang berbudaya, religius, etis, demokratis dan damai.Dalam suatu kisah, diceritakan ada seorang sahabat Nabi bernama Usamah Bin Zaid, meminta kepada Nabi Muhammad agar salah seorang warga Arab yang terpandang dan kaya yang melakukan perbuatan kriminal diminta untuk dibebaskan dari jeratan hukum. Muhammad pun dengan tegas menolaknya.”Cara-cara seperti inilah yang salah. Orang miskin ditindak, tapi jika dia berasal dari golongan terhormat dibebaskan dari hukuman, saya tidak mau,” demikian kata Muhammad seperti ditirukan Tolchah.Muhammad dianggap mempersatukan penduduk Madinah dan sekitarnya yang berbeda suku dan agama. Muhammad juga membebaskan kaum nonmuslim untuk beribadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.”Sebagaimana tercantum dalam Piagam Madinah, cikal bakal Negara Islam Madinah dengan penduduk yang pluralis,” pungkas Tolchah. (anw/rdf)

SBY Serukan Demokrasi Tak Saling Menjatuhkan

SBY Serukan Demokrasi Tak Saling Menjatuhkan

2010-02-25 22:21:36 – Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Negara. Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, SBY meminta kepada seluruh komponen bangsa untuk melaksanakan demokrasi yang penuh sopan santun, berakhlak dan tidak saling menjatuhkan.”Janganlah kita mengembangkan demokrasi yang saling bermusuhan dan menjatuhkan. Lakukan demokrasi yang santun, berakhlak sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah,” kata SBY saat memberikan sambutan di hadapan ratusan hadirin di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.SBY berharap, Islam di Indonesia bisa berbaur dengan demokrasi dan modernitas. Sehingga Islam bisa menunjukkan diri sebagai agama yang demokratis serta tidak ketinggalan jaman.Nabi Muhammad, menurut SBY, adalah sosok yang mampu memberi suri tauladan baik, membangun tatanan bernegara yang baik, serta menanamkan nilai-nilai keadilan. SBY mencontohkan, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhamamad, mengurus janda miskin serta anak-anak yatim, tidak ubahnya seperti berjuang di jalan Allah.”Mari lanjutkan program-program prorakyat, bantuan sosial, beras bersubsidi, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR),” kata SBY membeberkan program-program yang telah dia lakukan.Meneladani kepemimpinan Rasululloh, SBY juga mencontohkan program kerjanya yang merupakan bentuk penegakan hukum bagi orang-orang yang kurang mampu serta anak-anak di usia dini.”Hukum ditegakkan dalam proporsi yang sepatutnya. Tidak adil jika kita biarkan orang tua renta dibiarkan dipenjara. Anak-anak dipenjara. Dalam batas kewenangan yang saya miliki, saya membebaskan dan memberi keringanan terhadap anak-anak yang ditahan sebagai bentuk keadilan yang sejati,” urai SBY.Hadir dalam acara ini para Menteri Kabinet Indonebsia Bersatu II, para pimpinan lembaga tinggi negara serta para duta besar negara sahabat. Hikmah Maulid Nabi disampaikan oleh mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan. (anw/rdf)

Pengarang Buku Cukup Dibayar dengan Senyuman Susno

Pengarang Buku Cukup Dibayar dengan Senyuman Susno

2010-02-25 21:38:52 – Jakarta -
Penulis buku “Bukan Testimoni Susno” Izharry Agusjaya Moenzir mengaku tidakmenerima bayaran atau honor dalam menulis buku yang baru saja diluncurkannya itu . Menurut Izharry bayaran yang diterimanya atas buku setebal 138 halaman itu hanya cukup dengan senyuman dari jenderal bintang tiga yang menjadi objek tulisannya.”Kalau saya dibayar, berarti saya tidak independen dalam menulis. Karenanya saya menolak dibayar,” ujar Izharry dalam acara Bedah Buku “Bukan Testimoni Susno” di Plaza Ekalokasari, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/2/2010).Menurut Izharry satu-satunya alasan membuat buku Bukan Testimoni Susno adalah untuk membersihkan hati nuraninya. Awalnya pria kelahiran Medan 31 Agustus 1951 ini mengaku tidak menyukai Susno. Perasaan itu semakin besar seiring sepak terjang Susno sebagai Kabareskrim Polri. Mulai dari perseteruan Cicak dan Buaya, kasus Anggoro Widjojo, dan sebagainya.”Ternyata dalam dua jam ngobrol, ternyata beliau itu orangnya humoris. Dan kemudian saya berniat menuangkan obrolan itu dalam bentuk buku. Loh emang ada yang mau baca?” Lanjut Izharry menirukan tanggapan Susno saat dia mengungkapkan keinginannya.Perasaan tidak suka sedikit sirna saat Izharry melihat kehadiran Susno sebagai saksi dalam kasus Mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Dia mulai berpikir bahwa ada sedikit kebaikan pada diri Susno.”Saya cuma ingin agar masyarakat yang sudah terlanjut membenci Pak Susno bisa melihat sosok beliau sebenarnya,” tegas mantan wartawan media cetak dan radio ini.Sementara itu Mantan Kabereskrim Komjen Pol Susno Duadji mengaku tidak pernah memberikan masukan apa pun dalam buku yang ditulis Izharry. Dia hanya memberikan beberapa koreksi terkait data-data berupa tanggal dan sebagainya.”Itu pun saya minta Izharry yang bertanya, lalu saya jawab,” kata Susno.Lebih lanjut, Susno mengaku bingung saat dihubungi Izharry pertama kali. Sebab Izharry meminta maaf kepadanya. Sementara Susno merasa Izharry tidak berbuat salah. Susno juga tidak mempermasalahkan image yang terbentuk pada dirinya pada waktu itu, tepatnya sebelum dia dicopot sebagai Kabareskrim.”Saya jadi musuh nasional. Dan saya mengatakan itu tidak salah karena yangdilakukan itu berdasarkan fakta,” tuturnya.Susno malah merasa kasihan pada Izharry karena takut bukunya tidak laku. Karena Susno menegaskan dirinya bukan siapa-siapa.”Saya bukan Lurah, bukan RT, siapa yang mau baca,” pungkas Susno. (mpr/rdf)

Obama Kangen “Gado-gado”

Obama Kangen “Gado-gado”

Kamis, 25 Februari 2010 | 10:31 WIB

JAKARTA, – Presiden AS Barack Obama yang akan berkunjung ke Indonesia pada bulan Maret disebut-sebut akan menyempatkan diri ke tempat masa kecilnya, termasuk mengunjungi tempatnya bersekolah di SDN Menteng 1 Jakarta Pusat atau yang biasa disebut SD Basuki.
Barry, panggilan akrab Obama kecil, mungkin juga [...]

Keluarga Serahkan Kasus Maria Reno ke Jalur Hukum

Keluarga Serahkan Kasus Maria Reno ke Jalur Hukum

2010-02-21 15:19:42 – Jakarta -
Pemakaman Maria Reno Widowati berlangsung duka. Seluruh keluarga korban tercekat mengenang sosok ibu muda yang terkenal supel. Sayangnya, Maria harus mengakhiri hidup akibat kekerasan suami, Joseph.”Kaget saja mama tiba-tiba dipanggil Tuhan, semoga masuk surga,” kata anak tertua korban, Aldo (14) usai pemakaman di TPU Tanah Kusir, Jl Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (22/2/2010).Aldo tidak dapat berkomentar banyak. Sebab, keluarganya mencegah karena kondisi Aldo yang masih labil. Demikian juga dengan keluarga korban seperti kakak korban, Jalu Abimanyu dan Bambang Priyambodo.”Kami serahkan ke hukum saja, saya pikir begitu,” kata Jalu Abimanyu.Maria menikah dengan Joseph tahun 1992. Maria dan Joseph dikaruniai 3 anak yaitu Aldo, Imel dan Ciko. Saat ini ketiganya diungsikan ke rumah neneknya.Maria meninggal akibat dianiaya suaminya, Joseph di Kompleks Deplu, Jalan Deplu 2 nomor 1, RT 5 RW 3, Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2/2010) dini hari. Maria mengalami luka parah di bagian kepala karena dipukul oleh laptop dan dibenturkan ke kasur.Polisi kini masih terus memeriksa Joseph secara intensif. Joseph kini masih dalam keadaan depresi. (Ari/iy)