2010-02-23 11:11:32 – Makassar -
Petugas kepolisian menjadi sasaran amukan warga. Mereka dilempari batu dan molotov gara-gara akan mengeksekusi lahan yang menjadi sengketa antara warga Makassar dengan seorang pengusaha, bernama Boman Wisman.
Aksi pelemparan terhadap polisi ini berlangsung selama hampir 30 menit di di Kelurahan Pandang Raya, Kecamatan Tanah Kukang, Makassar, Selasa (23/2/2010). Warga mengamuk karena tidak terima atas putusan pengadilan yang memberikan kepemilikan lahan seluas 4.900 meter persegi itu kepada Boman.
Selain bersenjatakan batu dan molotov, warga juga terlihat membawa bambu runcing dan senjata tajam lainnya. Warga juga memblokir jalan masuk ke area tanah yang menjadi sengketa.
“Pihak BPN salah obyek dalam menentukan mana tanah yang dimiliki oleh pihak Boman Wisan. Dokumen-dokumen hukum yang dimiliki warga sangat kuat, mulai dari peta persil di kelurahan dan lainnya,” kata Abdul Kadir, kuasa hukum dari 41 warga yang terlibat sengketa lahan.
Hingga saat ini aksi protes warga masih berlangsung. Belum diketahui apakah ada korban dari insiden ini. Namun, diprediksi korban lebih banyak dari kepolisian karena mereka tidak melawan.
Sementara itu, Jl Pandang Raya, Makassar, tidak bisa dilalui kendaraan. Toko-toko yang berada di sekitar lokasi aksi juga memilih tutup. Jumlah personel polisi di lokasi saat ini terus bertambah untuk menghentikan aksi anarkis warga.
(mad/iy)








